Sunday, February 24, 2019

Integrated Pest Management (IPM)

What is the issue or problem you want to address in your country?
Globally crops suffer losses caused by various pests having a negative impact on food security of farmers, communities and particularly fast expanding urban areas. In addition to food security there is an increased demand for food safety and food of better quality by the growing populations and international trade. The widespread dependence on chemical pesticides results in high economic and environmental costs. Increased environmental and public health awareness and the need to implement sustainable agricultural production systems tend to discourage the injudicious use of pesticides. Over the last decades, consumers have shown a growing concern about the safety and quality of their food, where the main share of the consumption takes place. Both government regulators and private food retailing companies developed grades and standards for the production of food in order to meet requirements for food safety and quality. These grades and standards seem to create two interrelated problems. 
How will this course enable you to address this issue?
Appropriate implementation of Good Agricultural Practices and IPM for food safety and international market access requires a conducive environment of supportive and enabling policies and institutions. This can be achieved through multi-stakeholder processes (MSP) with the aim to enable IPM and/or pesticide-related policies and supportive institutional innovations, IPM aims to minimise the use of chemical pesticides and to ensure an integration of various control measures in an informed manner without harmful effects on the environment and occupational and public health. Researchers working with a wide range of crops around the world have proved the technical feasibility of IPM and significant successes have been achieved with specific pest problems. Generally IPM programmes combine several tactics into a multiple pest management strategy. Because of its complexity, however, IPM proved to be more difficult to apply on farms than simple chemical control techniques.
How will you address this issue with your position within your organisation?
The training is job-oriented and experience-based, therefore it is highly interactive: it provides participants with the opportunity to learn from a wealth of international experience available among themselves and the course facilitators. The topics will be addressed through supervisor, exercises, field visits, case studies and personal and/or group assignments. Excursions and field work enable comparison of own experiences with practices in the Netherlands, whereas group assignments facilitate exchange of knowledge and experiences between participants. The training programme Integrated Pest Management and food safety is composed of two components, being Pesticides and food safety in IPM, and IPM policy and institutional innovations.

Friday, December 07, 2018

It doesn't matter how slowly you go as long as you don't stop

Semua orang punya zona waktunya masing-masing yang unik. Ada yang punya Bussines sejak masih sekolah, ada juga yang sudah sukses di usia muda, ada yang sudah meraih profesor diusia muda. 

Bahkan pendiri KFC Colonel sanders baru meraih sukses di usianya yang lanjut setelah resep buatannya ditolak 1009 kali.

Menurutku, kita tidak perlu sibuk membandingkan diri dengan pencapaian orang lain, tetapi jadikan mereka motivasi kita. Kalau saya pribadi berpendapat bahwa karena saya dan mereka adalah Sama-sama manusia, kalau mereka bisa sukses, saya juga harus sukses. Ada satu quotes favorite dari confucius "it doesn't matter how slowly you go as long as you don't stop" dalam mengejar mimpi dan kesuksesan, yang terpenting bukanlah cepat atau lambat, tetapi konsisten, terus berjalan meskipun rintangan menghalangi dan kegagalan membayangi.

Jata Timur 2 jam lebih awal dari Bali, Tapi tidak berarti Bali lama , atau Jawa Timur cepat. Keduanya bekerja sesuai "Zona Waktu"nya masing-masing.

Ada orang yang masih sendiri. Ada yang nikah sudah beberapa kali. Ada orang yang menikah dan harus menunggu 15 tahun untuk memiliki momongan. Ada juga yang memiliki momongan dalam sebulan usia pernikahannya.

Ada orang yang lulus kuliah di usia 20 tahun, tapi menunggu 3 tahun untuk mendapatkan pekerjaan tetap; yang lainnya lulus di usia 25 tahun dan langsung bekerja.

Seseorang menjadi CEO di usia 25 dan meninggal di usia 50, saat yang lain menjadi CEO di usia 50 dan hidup hingga usia 90 tahun. Setiap orang bekerja sesuai "Zona Waktu"nya masing-masing. Seseorang bisa mencapai banyak hal dengan kecepatannya masing-masing. Bekerjalah sesuai "Zona Waktu" kita.

Kolega kita, teman-teman, adik kelas kita mungkin "tampak" lebih maju. Mungkin yang lainnya "tampak" di belakang kita. maka syukuri apa yg sudah kita peroleh agar nikmat semakin ditambah

Setiap orang di dunia ini berlari di perlombaannya sendiri sendiri, jalurnya sendiri, dalam waktunya masing-masing. Allah punya rencana berbeda untuk masing-masing orang. Waktu berbeda untuk setiap orang. yang terpenting waktu yang ada pergunakan untuk berbuat baik bukan hanya untuk diri sendiri tapi untuk orang banyak.

Obama pensiun dari presiden di usia nya yg ke 55, dan Trump menjadi presiden di usianya ke 70. Anda di usia berapa ? Itu Rahasia Allah, kita terus mencoba !! Jangan iri kepada mereka atau mengejeknya yang justru membuang energi,  alokasikan energi untuk kepentingan yang baik saja Itu "Zona Waktu" mereka. Kita pun berada di "Zona Waktu" kita sendiri! Kita tidak terlambat. Kita tidak lebih cepat. Kita punya zona waktu sendiri.

Yang penting terus berusaha dan berkarya yang terbaik sehingga rencana2 indah Allah SWT atas hidup kita terjadi. Allah SWT pasti membuat semuanya indah pada waktunya.

Sunday, June 10, 2018

International Essay Contest for Young People

This annual essay contest is organized in an effort to harness the energy, creativity and initiative of the world's youth in promoting a culture of peace and sustainable development. It also aims to inspire society to learn from the young minds and to think about how each of us can make a difference in the world.

*This program is an activity within the framework of the UNESCO Global Action Programme (GAP) on Education for Sustainable Development (ESD).


“The Change I Want to Make”

What is the one thing you would like to change the most to make your school, workplace, community, country or the world a better place? How would you bring about that change?
Please share your concrete ideas.
Guidelines1.Essays may be submitted by anyone up to 25 years old (as of June 15, 2018) in one of the following age categories: a) Children (ages up to 14) b) Youth (ages 15 - 25)
2.Essays must be 700 words or less in English, French, Spanish or German, or 1600 characters or less in Japanese, excluding essay title and cover page. Essays may be typed or printed.
3.Entries may be submitted by postal mail or online.
* IMPORTANT: To send your essay online, you must go to the online registration page and follow the required steps.
4.Entries submitted by postal mail must include a cover page (free format) indicating
(1) category (Children or Youth) (2) your essay title (3) your name (4) address (5) phone number (6) e-mail (7) nationality (8) age as of June 15, 2018 (9) gender (10) school name (if applicable) (11) word count.
Teachers and youth directors may submit a collection of essays from their class or group. Please enclose a list of participants' names, ages and the name and contact information of the submitting teacher or director.
* Entries missing any of the above information will not be considered.
* We are unable to confirm receipt of essays.
5.Essays must be original and unpublished. Plagiarized entries will be rejected.
6.Essays must be written by one person. Co-authored essays are not accepted.
Copyright of the essays entered will be assigned to the organizer.
If you have questions, please consult the FAQ section below.
DeadlineEntries must be received by June 15, 2018 (23:59 your local time).
AwardsThe following awards will be given in the Children’s category and Youth category respectively:
1st Prize: Certificate, prize of 100,000 Yen (approx. US$900 as of February 2018) and gift ... 1 entrant
2nd Prize: Certificate, prize of 50,000 Yen (approx. US$450 as of February 2018) and gift ... 2 entrants
3rd Prize: Certificate and gift ... 5 entrants
Honorable Mention: Certificate and gift ... 25 entrants

* 1st prize winners will be invited to the award ceremony to be held in Tokyo, Japan on November 23, 2018
and will receive the Minister of Education Award. (Travel expenses will be covered by the organizer.)
* Additional awards (Recognition for Effort, Best School Award, School Incentive Award) will be given if applicable.
* All prize winners will be announced on October 31, 2018 (Japan time) on this website. Certificates and gifts will be mailed to the winners in December 2018.
* We are unable to answer individual inquiries concerning contest results.
For further inquiries concerning the International Essay Contest for Young People, please contact

Saturday, June 09, 2018

Program South Korea Friendship Batch 2 di Dankook University (Fully Funded)

Lomba essay Pemuda 2018 ini merupakan Lomba menulis yang diadakan oleh Studec International, untuk meningkatkan minat baca dan menulis generasi muda Indonesia. Saat ini, Indonesia mengalami kondisi yang sangat memprinhatinkan untuk indeks pemuda/I yang suka membaca dan menulis. Hasil survei UNESCO pada 2011 menunjukkan, indeks tingkat membaca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen. Artinya, hanya ada satu orang dari 1.000 penduduk yang masih ‘mau’ membaca buku secara serius. Bahkan, Most Literate Nations in the World pada Maret 2016 merilis pemeringkatan literasi internasional yang menempatkan Indonesia berada di urutan ke-60 di antara total 61 negara. Sedangkan pada World Education Forum yang berada di bawah naungan PBB, Indonesia menempati posisi ke-69 dari 76 negara. Dalam meningkatkan upaya membaca dan menulis ini, maka lomba essay ini dapat menjadi wadah generasi bangsa untuk menjadi agen perubahan dengan tulisannya.




  1. Peserta merupakan berkewarganegaraan Indonesia yang berusia 15-30 tahun. Tidak ada batasan jenjang pendidikan.
  2. Tulisan Essay merupakan atas nama perseorangan.
  3. Peserta dapat mengikutsertakan maksmial 3 tulisan essay.
  4. Naskah Essay yang dikirim bersifat orisinil. Essay yang diikutsertakan bukan saduran, terjemahan, plagiat atau pun murni menjiplak, baik sebagian maupun keseluruhan, dari naskah yang telah ada sebelumnya.
  5. Essay menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar (sesuai EYD).
  6. Essay tulis tidak mengandung hal yang dapat menyebabkan provokasi dan tidak mengandung unsur SARA.
  7. Essay yang terpilih sebagai pemenang, adalah menjadi hak milik Studec International dan dapat diperbanyak serta dipublikasikan (dengan tetap mencantumkan nama penulis) untuk kepentingan edukasi (non komersial) tanpa perlu mendapat izin dari sang pembuat essay tersebut, serta tanpa kompensasi materi/uang.
  8. Peserta wajib memahami dan menyepakati seluruh syarat lomba seperti yang tercantum di panduan ini. Dengan keikutsertaan, peserta dianggap telah menerima dan menyetujui seluruh persyaratan.
  9. Naskah yang tidak memenuhi syarat akan didiskualifikasi.


  1. Kertas berukuran A4.
  2.  Naskah Essay ditulis menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar (sesuai EYD) bertema “PERANKU UNTUK INDONESIA”.
  3. Ukuran, font dan spasi bebas
  4. Naskah Essay maksimal berisi 500 Kata (1 Halaman) dan tidak ada minimal.
  5. Mencantumkan nama lengkap pada pojok kanan atas kertas.
  6. Naskah Essay tidak mengandung hal yang dapat menyebabkan provokasi dan tidak mengandung unsur SARA.
  7. Naskah Essay yang dikirim bersifat orisinil. Essay yang diikutsertakan bukan saduran, terjemahan, plagiat ataupun murni menjiplak, baik sebagian maupun keseluruhan, dari naskah yang telah ada sebelumnya.


Dewan Juri Essay adalah hak prerogative dari Studec International untuk menentukan Pemenang dalam lomba essay ini
Kriteria PenilaianBobot
Kesesuaian Tulisan dengan Tema30 /100
Kedalaman dalam menggali Tema20/100
Pemilihan Bahasa , Kata (Diksi) dan emosional penulis yang berhubungan dengan tema20/100


Pememang 1
– Mengikuti Program South Korea Friendship Batch 2 di Dankook University (Fully Funded)
– Voucher Tiket pesawat PP Jkt-Seoul
– Hotel, Akomodasi, Makan, Bus, Guide, Program
– Medali dan Sertifikat
Pemenang  2
– Fully Funded Program Edutour 2 Negara (Malaysia – Singapura)
Include : Hotel, bus, akomodasi, makan, guide
– Sertifikat
Pemenang ke 3 – 5
– Voucher Program senilai 1.000.000
– Sertifikat


NoTanggalJenis Kegiatan
123 Mei – 20 Juni 2018– Pendaftaran Online
– Pembayaran Lomba
– Pengiriman Essay

225 Juni 2018Pengumuman TOP 10 Besar Essay
325 Juni – 20 Juli 2018Pengiriman E-Sertifikat dan E-Book kepada seluruh Peserta

410 Agustus – 15 Agustus 2018Pelaksanaan Program ke Korea Bagi Pemenang


Biaya Pendaftaran Lomba Essay Sebesar IDR. 50.000
Dikirim ke Rekening atas nama YAYASAN STUDEC INTERNATIONALBRI ACCOUNT : 2046-01-000211-30-6KANTOR Cabang Kota Kasablanca Jakarta Selatan
Peserta wajib konfirmasi pembayaran maksimal 1×24 jam setelah melakukan pembayaran ke email atau CP (085715248406) via WhatsApp dengan format sebagai berikut:
“Konfirmasi Pembayaran_NamaLengkap_Tanggal Pembayaran”