Sunday, December 01, 2019

Malaikat Maut Mengintai Kita


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 
Bismillah... 
Malaikat maut selalu datang pada kita
malaikat maut tidak hanya datang saat nyawa manusia akan dicabut, namun mencapai hingga 70 kali dalam sehari. Itu artinya Izrail menziarahi manusia setiap 21 menit sekali.
Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan kepada Abdullah Ibnu Abbas Radhiallahu anhu. Dalam sabdanya, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan bahwa Izrail datang dan memperhatikan wajah-wajah manusia yang sedang tertawa-tawa.
Maka berkatalah Izrail:”Alangkah herannya aku melihat orang ini, sedangkan aku diutus oleh Allah ta’ala untuk mencabut nyawanya, tetapi dia masih bersenang-senang bergelak tawa”.
Manusia secara fitrah memang tidak bisa melihat malaikat yang gaib ini, kecuali orang-orang shalih yang senantiasa ingat akan kematian. Golongan ini tidak lalai dan selalu sadar terhadap kehadiran malaikat maut, karena mereka selalu memperhatikan hadist-hadist Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang jelas menjelaskan mengenai perkara-perkara ghaib, terutama perihal kematian dan hubungannya dengan malaikat maut.
Malaikat Izrail diciptakan Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan wajah empat satu wajah di muka, satu wajah di kepala, satu dipunggung dan satu lagi di telapak kakinya. Malaikat Izrail diberikan kemampuan luar biasa oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala sehingga dari ufuk barat hingga timur bisa dijangkaunya dengan mudah. Izrail memiliki 4.000 sayap dan 70.000 kaki, salah satu kakinya di langit ketujuh dan satu lagi di jembatan yang memisahkan Surga dan Neraka.
Di dalam suatu riwayat di ceritakan bagaimana cara kerja Izrail mengetahui kapan manusia sudah tiba ajalnya : “Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menciptakan sebuah pohon di bawah Arsy yakni sidratul muntaha, dimana daunnya itu sama banyaknya dengan bilangan makhluk yang Allah ciptakan. Jika seseorang itu telah diputuskan ajalnya, maka umurnya hanya tinggal 40 hari dari hari yang diputuskan.
Daun tersebut kemudian jatuh kepada Izrail, dengan begitu Malaikat Izrail mengetahui bahwa tugasnya mencabut nyawa orang yang tertulis pada daun tersebut. Para malaikat menyebutnya sebagai mayat di langit, meskipun hidup manusia tersebut masih 40 hari lagi. Setelah itu, akan jatuh dua titisan dari bawah Arsy pada daun menuliskan mayit langit ini, satu titisan berupa warna hijau dan satu lagi berupa warna putih.
Jika titisan yang berwarna hijau, maka alamatnya celakalah dia dalam menempuh ajal, dan kalau titisan putih jatuh pada daun orang yang nama ditulis pada daun itu, maka pertanda, berbahagialah orang itu saat ajal datang menjemputnya.
Untuk mengetahui tempat mati, maka Allah menjadikan malaikat Arham. Apabila Allah mencipta sesuatu kelahiran, Dia perintahkan malaikat Arham tersebut masuk ke dalam sperma yang berada dalam rahim ibu dengan debu bumi yang akan diketahui di mana ia akan mati, lalu keluarlah seorang hamba itu menuju ke mana saja di pelosok bumi ini. Kemudian pada saat kematian tiba, iapun akan kembali pada tempat pengembalian dari pada debu di mana di situlah ia akan menemui ajalnya.”
Sebagaima firman Allah subhanallahu wa ta’ala :
ثُمَّ أَنزَلَ عَلَيْكُم مِّنۢ بَعْدِ ٱلْغَمِّ أَمَنَةً نُّعَاسًا يَغْشَىٰ طَآئِفَةً مِّنكُمْ ۖ وَطَآئِفَةٌ قَدْ أَهَمَّتْهُمْ أَنفُسُهُمْ يَظُنُّونَ بِٱللَّهِ غَيْرَ ٱلْحَقِّ ظَنَّ ٱلْجَٰهِلِيَّةِ ۖ يَقُولُونَ هَل لَّنَا مِنَ ٱلْأَمْرِ مِن شَىْءٍ ۗ قُلْ إِنَّ ٱلْأَمْرَ كُلَّهُۥ لِلَّهِ ۗ يُخْفُونَ فِىٓ أَنفُسِهِم مَّا لَا يُبْدُونَ لَكَ ۖ يَقُولُونَ لَوْ كَانَ لَنَا مِنَ ٱلْأَمْرِ شَىْءٌ مَّا قُتِلْنَا هَٰهُنَا ۗ قُل لَّوْ كُنتُمْ فِى بُيُوتِكُمْ لَبَرَزَ ٱلَّذِينَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ ٱلْقَتْلُ إِلَىٰ مَضَاجِعِهِمْ ۖ وَلِيَبْتَلِىَ ٱللَّهُ مَا فِى صُدُورِكُمْ وَلِيُمَحِّصَ مَا فِى قُلُوبِكُمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ ﴿۱۵۴﴾
154.Tsumma anzala 'alaikum min ba'dil ghammi amanatan nu'aasan yaghsya thaa-ifatan minkum wathaa-ifatun qad ahammathum anfusuhum yazhunnuuna billahi ghairal haqqi zhannal jaahilii-yati yaquuluuna hal lanaa minal amri min syai-in qul innal amra kullahu lillahi yukhfuuna fii anfusihim maa laa yubduuna laka yaquuluuna lau kaana lanaa minal amri syayun maa qutilnaa haa hunaa qul lau kuntum fii buyuutikum labarazal-ladziina kutiba 'alaihimul qatlu ila madhaaji'ihim waliyabtaliyallahu maa fii shuduurikum waliyumahhisha maa fii quluubikum wallahu 'aliimun bidzaatish-shuduur(i)
Kemudian setelah kamu berdukacita, Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari pada kamu, sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah. Mereka berkata: 'Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?'. Katakanlah: 'Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah'. Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata: 'Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini'. Katakanlah: 'Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh'. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati.
(QS.Ali-Imran 3: Ayat 154)
Subhanallah… begitu tertib tata cara kerja Allah SWT yang mungkin tidak akan bisa diterima oleh nalar manusia. Wallahualam bishawab.
Mari segera bertaubat wahai para saudara saudari ku.. Sebelum ajal menjemput kita 😢😭
Semoga kita semua berakhir (meninggal) dalam ke adaan husnul khatimah..
Aamiin Yaa rabbal 'aalamiin.  😢

Sunday, February 24, 2019

Integrated Pest Management (IPM)

What is the issue or problem you want to address in your country?
Globally crops suffer losses caused by various pests having a negative impact on food security of farmers, communities and particularly fast expanding urban areas. In addition to food security there is an increased demand for food safety and food of better quality by the growing populations and international trade. The widespread dependence on chemical pesticides results in high economic and environmental costs. Increased environmental and public health awareness and the need to implement sustainable agricultural production systems tend to discourage the injudicious use of pesticides. Over the last decades, consumers have shown a growing concern about the safety and quality of their food, where the main share of the consumption takes place. Both government regulators and private food retailing companies developed grades and standards for the production of food in order to meet requirements for food safety and quality. These grades and standards seem to create two interrelated problems. 
How will this course enable you to address this issue?
Appropriate implementation of Good Agricultural Practices and IPM for food safety and international market access requires a conducive environment of supportive and enabling policies and institutions. This can be achieved through multi-stakeholder processes (MSP) with the aim to enable IPM and/or pesticide-related policies and supportive institutional innovations, IPM aims to minimise the use of chemical pesticides and to ensure an integration of various control measures in an informed manner without harmful effects on the environment and occupational and public health. Researchers working with a wide range of crops around the world have proved the technical feasibility of IPM and significant successes have been achieved with specific pest problems. Generally IPM programmes combine several tactics into a multiple pest management strategy. Because of its complexity, however, IPM proved to be more difficult to apply on farms than simple chemical control techniques.
How will you address this issue with your position within your organisation?
The training is job-oriented and experience-based, therefore it is highly interactive: it provides participants with the opportunity to learn from a wealth of international experience available among themselves and the course facilitators. The topics will be addressed through supervisor, exercises, field visits, case studies and personal and/or group assignments. Excursions and field work enable comparison of own experiences with practices in the Netherlands, whereas group assignments facilitate exchange of knowledge and experiences between participants. The training programme Integrated Pest Management and food safety is composed of two components, being Pesticides and food safety in IPM, and IPM policy and institutional innovations.

Friday, December 07, 2018

It doesn't matter how slowly you go as long as you don't stop

Semua orang punya zona waktunya masing-masing yang unik. Ada yang punya Bussines sejak masih sekolah, ada juga yang sudah sukses di usia muda, ada yang sudah meraih profesor diusia muda. 

Bahkan pendiri KFC Colonel sanders baru meraih sukses di usianya yang lanjut setelah resep buatannya ditolak 1009 kali.

Menurutku, kita tidak perlu sibuk membandingkan diri dengan pencapaian orang lain, tetapi jadikan mereka motivasi kita. Kalau saya pribadi berpendapat bahwa karena saya dan mereka adalah Sama-sama manusia, kalau mereka bisa sukses, saya juga harus sukses. Ada satu quotes favorite dari confucius "it doesn't matter how slowly you go as long as you don't stop" dalam mengejar mimpi dan kesuksesan, yang terpenting bukanlah cepat atau lambat, tetapi konsisten, terus berjalan meskipun rintangan menghalangi dan kegagalan membayangi.

Jata Timur 2 jam lebih awal dari Bali, Tapi tidak berarti Bali lama , atau Jawa Timur cepat. Keduanya bekerja sesuai "Zona Waktu"nya masing-masing.

Ada orang yang masih sendiri. Ada yang nikah sudah beberapa kali. Ada orang yang menikah dan harus menunggu 15 tahun untuk memiliki momongan. Ada juga yang memiliki momongan dalam sebulan usia pernikahannya.

Ada orang yang lulus kuliah di usia 20 tahun, tapi menunggu 3 tahun untuk mendapatkan pekerjaan tetap; yang lainnya lulus di usia 25 tahun dan langsung bekerja.

Seseorang menjadi CEO di usia 25 dan meninggal di usia 50, saat yang lain menjadi CEO di usia 50 dan hidup hingga usia 90 tahun. Setiap orang bekerja sesuai "Zona Waktu"nya masing-masing. Seseorang bisa mencapai banyak hal dengan kecepatannya masing-masing. Bekerjalah sesuai "Zona Waktu" kita.

Kolega kita, teman-teman, adik kelas kita mungkin "tampak" lebih maju. Mungkin yang lainnya "tampak" di belakang kita. maka syukuri apa yg sudah kita peroleh agar nikmat semakin ditambah

Setiap orang di dunia ini berlari di perlombaannya sendiri sendiri, jalurnya sendiri, dalam waktunya masing-masing. Allah punya rencana berbeda untuk masing-masing orang. Waktu berbeda untuk setiap orang. yang terpenting waktu yang ada pergunakan untuk berbuat baik bukan hanya untuk diri sendiri tapi untuk orang banyak.

Obama pensiun dari presiden di usia nya yg ke 55, dan Trump menjadi presiden di usianya ke 70. Anda di usia berapa ? Itu Rahasia Allah, kita terus mencoba !! Jangan iri kepada mereka atau mengejeknya yang justru membuang energi,  alokasikan energi untuk kepentingan yang baik saja Itu "Zona Waktu" mereka. Kita pun berada di "Zona Waktu" kita sendiri! Kita tidak terlambat. Kita tidak lebih cepat. Kita punya zona waktu sendiri.

Yang penting terus berusaha dan berkarya yang terbaik sehingga rencana2 indah Allah SWT atas hidup kita terjadi. Allah SWT pasti membuat semuanya indah pada waktunya.

Saturday, June 09, 2018

Program South Korea Friendship Batch 2 di Dankook University (Fully Funded)

OVERVIEW
Lomba essay Pemuda 2018 ini merupakan Lomba menulis yang diadakan oleh Studec International, untuk meningkatkan minat baca dan menulis generasi muda Indonesia. Saat ini, Indonesia mengalami kondisi yang sangat memprinhatinkan untuk indeks pemuda/I yang suka membaca dan menulis. Hasil survei UNESCO pada 2011 menunjukkan, indeks tingkat membaca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen. Artinya, hanya ada satu orang dari 1.000 penduduk yang masih ‘mau’ membaca buku secara serius. Bahkan, Most Literate Nations in the World pada Maret 2016 merilis pemeringkatan literasi internasional yang menempatkan Indonesia berada di urutan ke-60 di antara total 61 negara. Sedangkan pada World Education Forum yang berada di bawah naungan PBB, Indonesia menempati posisi ke-69 dari 76 negara. Dalam meningkatkan upaya membaca dan menulis ini, maka lomba essay ini dapat menjadi wadah generasi bangsa untuk menjadi agen perubahan dengan tulisannya.

TEMA LOMBA

“PERANKU UNTUK INDONESIA”

SYARAT DAN KETENTUAN LOMBA

  1. Peserta merupakan berkewarganegaraan Indonesia yang berusia 15-30 tahun. Tidak ada batasan jenjang pendidikan.
  2. Tulisan Essay merupakan atas nama perseorangan.
  3. Peserta dapat mengikutsertakan maksmial 3 tulisan essay.
  4. Naskah Essay yang dikirim bersifat orisinil. Essay yang diikutsertakan bukan saduran, terjemahan, plagiat atau pun murni menjiplak, baik sebagian maupun keseluruhan, dari naskah yang telah ada sebelumnya.
  5. Essay menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar (sesuai EYD).
  6. Essay tulis tidak mengandung hal yang dapat menyebabkan provokasi dan tidak mengandung unsur SARA.
  7. Essay yang terpilih sebagai pemenang, adalah menjadi hak milik Studec International dan dapat diperbanyak serta dipublikasikan (dengan tetap mencantumkan nama penulis) untuk kepentingan edukasi (non komersial) tanpa perlu mendapat izin dari sang pembuat essay tersebut, serta tanpa kompensasi materi/uang.
  8. Peserta wajib memahami dan menyepakati seluruh syarat lomba seperti yang tercantum di panduan ini. Dengan keikutsertaan, peserta dianggap telah menerima dan menyetujui seluruh persyaratan.
  9. Naskah yang tidak memenuhi syarat akan didiskualifikasi.

SISTEMATIKA PENULISAN

  1. Kertas berukuran A4.
  2.  Naskah Essay ditulis menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar (sesuai EYD) bertema “PERANKU UNTUK INDONESIA”.
  3. Ukuran, font dan spasi bebas
  4. Naskah Essay maksimal berisi 500 Kata (1 Halaman) dan tidak ada minimal.
  5. Mencantumkan nama lengkap pada pojok kanan atas kertas.
  6. Naskah Essay tidak mengandung hal yang dapat menyebabkan provokasi dan tidak mengandung unsur SARA.
  7. Naskah Essay yang dikirim bersifat orisinil. Essay yang diikutsertakan bukan saduran, terjemahan, plagiat ataupun murni menjiplak, baik sebagian maupun keseluruhan, dari naskah yang telah ada sebelumnya.

PENILAIAN ESSAY

Dewan Juri Essay adalah hak prerogative dari Studec International untuk menentukan Pemenang dalam lomba essay ini
Kriteria PenilaianBobot
Kesesuaian Tulisan dengan Tema30 /100
Kedalaman dalam menggali Tema20/100
Orisionalitas30/100
Pemilihan Bahasa , Kata (Diksi) dan emosional penulis yang berhubungan dengan tema20/100

HADIAH LOMBA

Pememang 1
– Mengikuti Program South Korea Friendship Batch 2 di Dankook University (Fully Funded)
Termasuk
– Voucher Tiket pesawat PP Jkt-Seoul
– Hotel, Akomodasi, Makan, Bus, Guide, Program
– Medali dan Sertifikat
Pemenang  2
– Fully Funded Program Edutour 2 Negara (Malaysia – Singapura)
Include : Hotel, bus, akomodasi, makan, guide
– Sertifikat
Pemenang ke 3 – 5
– Voucher Program senilai 1.000.000
– Sertifikat

TIMELINE

NoTanggalJenis Kegiatan
123 Mei – 20 Juni 2018– Pendaftaran Online
– Pembayaran Lomba
– Pengiriman Essay

225 Juni 2018Pengumuman TOP 10 Besar Essay
325 Juni – 20 Juli 2018Pengiriman E-Sertifikat dan E-Book kepada seluruh Peserta

410 Agustus – 15 Agustus 2018Pelaksanaan Program ke Korea Bagi Pemenang

METODE PEMBAYARAN

Biaya Pendaftaran Lomba Essay Sebesar IDR. 50.000
Dikirim ke Rekening atas nama YAYASAN STUDEC INTERNATIONALBRI ACCOUNT : 2046-01-000211-30-6KANTOR Cabang Kota Kasablanca Jakarta Selatan
Peserta wajib konfirmasi pembayaran maksimal 1×24 jam setelah melakukan pembayaran ke email lomba@studecinternational.com atau CP (085715248406) via WhatsApp dengan format sebagai berikut:
“Konfirmasi Pembayaran_NamaLengkap_Tanggal Pembayaran”

FORMAT PENGIRIMAN ESSAY


Malaikat Maut Mengintai Kita