Monday, February 10, 2020

Chlorpyrifos (C9H11Cl3NO3)

Chlorpyrifos (C9H11Cl3NO3) dengan nama kimia O,O-diethyl-O-(3-5-6-trichloro-2 pyridinyl phosphorothioate) berdasarkan International Union of Pure and Applied Chemistry disingkat (IUPAC) termasuk kedalam golongan senyawa organofosfat yang digunakan sebagai insektisida pada komoditas pertanian, rumah tangga, dan bangunan komersial.
Tabel 1. Insektisida Grou1B IRAC.
Main Group and Primary Site of Action
Chemical 
Sub-group
Active Ingredients
1
Acetylcholinesterase
(AChE) inhibitors
Nerve action
{Strong evidence that
action at  this protein is
responsible for
insecticidal effects}
1A
Carbamates
Alanycarb, Aldicarb, Bendiocarb, Benfuracarb,
Butocarboxim, Butoxycarboxim, Carbaryl, Carbofuran, Carbosulfan, Ethiofencarb, Fenobucarb, Formetanate, Furathiocarb, Isoprocarb, Methiocarb, Methomyl, Metolcarb, Oxamyl, Pirimicarb, Propoxur, Thiodicarb, Thiofanox, Triazamate,Trimethacarb, XMC, Xylylcarb
1B
Organophosphates
Acephate, Azamethiphos, Azinphos-ethyl, Azinphos-methyl, Cadusafos, Chlorethoxyfos, Chlorfenvinphos, Chlormephos, Chlorpyrifos, Chlorpyrifos-methyl, Coumaphos, Cyanophos, Demeton-S-methyl, Diazinon, Dichlorvos/ DDVP, Dicrotophos, Dimethoate, Dimethylvinphos, Disulfoton, EPN, Ethion, Ethoprophos, Famphur, Fenamiphos, Fenitrothion, Fenthion, Fosthiazate, Heptenophos, Imicyafos, Isofenphos, Isopropyl O-(methoxyaminothio-phosphoryl) salicylate, Isoxathion, Malathion, Mecarbam, Methamidophos, Methidathion,
Mevinphos, Monocrotophos, Naled, Omethoate, Oxydemeton-methyl, Parathion, Parathion-methyl, Phenthoate, Phorate, Phosalone, Phosmet, Phosphamidon, Phoxim, Pirimiphos- methyl, Profenofos, Propetamphos, Prothiofos, Pyraclofos, Pyridaphenthion, Quinalphos, Sulfotep, Tebupirimfos, Temephos, Terbufos, Tetrachlorvinphos, Thiometon, Triazophos, Trichlorfon, Vamidothion





Pestisida golongan organofosfat mulai diteliti pada abad 19 oleh Jean Louis Lassaigne dan Philippe de Clermont. Penelitian lebih lanjut dilakukan oleh kimiawan Jerman Willy Lange dan Gerde von Krueger pada tahun 1930an yang berhasil menemukan pengaruh senyawa tersebut pada sistem saraf kolinergik dengan gejala paparan kesulitan bernafas dan pandangan kabur. Senyawa organofosfat dapat  menurunkan  populasi  serangga secara  cepat  dengan sifat resistensi rendah pada hama sasaran sehingga senyawa ini banyak digunakan untuk menggantikan senyawa organoklorin. Sampai saat ini organofosfat masih merupakan insektisida yang paling banyak digunakan di seluruh dunia (Zulkarnain, 2010). Senyawa golongan organofosfat merupakan turunan dari asam fosfat yang dapat dibedakan menjadi turunan alifatik seperti tetraetilpiriofosfat, azordin, diklorovos, mevinfos, dan metamidofos, turunan fenil seperti parathon, profenofos,  sulprofos,  dan  turunan  heterosoklik  seperti diazinon,  azinfosmetil, Chlorpyrifos (Minton dan Murray, 1988).
Chlorpyrifos  adalah  insektisida  golongan  organofosfat  yang  bersifat  non-sistemik  dan  bekerja  ketika terjadi  kontak  dengan  kulit,  termakan,  atau  terhirup (WHO,  2002). Cara kerja Chlorpyrifos  menghambat kolinesterase atau disebut enzim asetilkolinesterase adalah suatu enzim yang terdapat didalam membran sel terminal syaraf kolinergik juga terdapat pada membran lainnya, seperti dalam plasma darah, sel plasenta yang berfungsi sebagai katalis untuk menghidrolisis asetilkoline menjadi koline dan asetat. Asetilkoline adalah suatu agen yang terdapat dalam fraksi ujung syaraf dari sistem syaraf yang akan menghambat penyebaran impuls dari neuron ke ganglion.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

안녕 하세요 감사합니다
Mannaseo pangapseumnida