Saturday, June 09, 2018

"NANOTECH KATHASI" BERBASIS NANOTEKNOLOGI SOLUSI KEMANDIRIAN PANGAN INDONESIA 2020


Peningkatan pengetahuan dan penguasaan terhadap teknologi baru sangat dibutuhkan untuk persaingan di era perdagangan global baik oleh pemerintah maupun industri, selama ini yang menjadi kendalanya adalah penggunakan pupuk atau pestisida masih terbilang kurang efektif dikarenakan ukuran dari partikel masih berukuran mikro yang mana ukurannya lebih besar dari pada ukuran stomata tanaman, sehingga menyebabkan pupuk atau pestisida tidak masuk sempurna pada sasaran target dan sebagian terbuang. Dari permasalah tersebut bisa di analisa bahwa ukuran partikel dari stomata tanaman jauh lebih kecil dibandingkan dari ukuran partikel pupuk atau pestisida, Selain itu ukuran stomata tanaman yang kecil akan sangat sulit untuk menyerap unsur hara dalam pupuk dengan maksimal. Ukuran diameter stomata yang sangat kecil memaksa penyerapan unsur dalam pupuk membutuhkan waktu untuk memecah molekul yang besar menjadi molekul kecil sehingga ketika diaplikasikan ke tanaman tidak optimal karena sebagian terbuang atau menguap di udara.


Dari permasalahan diatas perlu adanya sebuah inovasi berupa teknologi untuk memecah partikel yang berukuran mikro menjadi ukuran nano [satu hingga 100 nm] dan memiliki kemampuan untuk mengontrol atau memanipulasi dalam skala atom, nanoteknologi itu sendiri dapat  meminimalkan penggunaan pupuk, pestisida dan kebutuhan lainnya dengan melakukan monitoring kondisi tanah seperti perakaran dan mengaplikasikannya langsung ke sasaran target sehingga tidak ada yang terbuang, Nanoteknologi dapat digunakan untuk mendegradasi residu pupuk baik itu di air, udara maupun di tanah melalui mekanisme fotokatalis oksida logam dengan menggunakan materi berbahan oksida semikonduktor seperti titanium oksida TiO2 dan Zinc oksida (ZnO). Materi ini dapat menyerap foton dan menginisiasi proses reduksi oksidasi redoks sehinga akan memecah molekul organik kompleks menjadi molekul yang lebih sederhana. Melalui proses fotokatalisis, residu pestisida dapat diubah menjadi mineral yang bermanfaat dan tidak membahayakan lingkungan.



Share:

0 komentar:

Post a Comment

안녕 하세요 감사합니다
Mannaseo pangapseumnida