Sunday, June 03, 2018

Benjolan-benjolan Non-kanker


Semua orang merasa khawatir akan berkembangnya kanker ketika muncul benjolan secara tiba-tiba pada area tubuhnya seperti payudara, leher, dan area genital. Tetapi tidak semua benjolan mengindikasikan kanker, bisa jadi hanya masalah kecil yang tidak berbahaya.

Jangan terlalu panik ketika Anda menemukan munculnya benjolan pada tubuh, kenali dulu jenis benjolannya. Seperti dilansir Self, Sabtu (9/2/2013) kondisi-kondisi kesehatan di bawah ini juga ditandai dengan munculnya benjolan, antara lain:

1. Nodul tiroid
Anda tidak perlu mengkhawatirkan benjolan kecil yang sedikit keras di leher bagian bawah, selama benjolan tersebut tidak menyakitkan atau berpindah tempat ke bagian leher yang lain. Hal ini disebut dengan nodul tiroid yang umumnya jinak.

Penyebab munculnya nodul tiroid belum diketahui, tetapi mungkin karena aktivitas kelenjar tiroid. Jika Anda mengalami beberapa gejala tiroid tambahan lain seperti rasa nyeri selain benjolan tersebut, segera periksakan ke dokter untuk mengobati gangguan yang mendasarinya dengan obat-obatan atau dengan yodium radioaktif untuk mengecilkan benjolan.

2. Kista
Bentuk kista seperti buah anggur dengan tekstur yang sangat lembut dan berupa kantung yang berisi cairan. Kista biasanya tumbuh di sekitar payudara atau area genital. Benjolan lembut di area genital mungkin terjadi karena terblokirnya saluran minyak hingga dapat menyebabkan kista epidermoid.

Jika muncul benjolan pada area tersebut dan terasa sensitif, kompres dengan air hangat dan terapkan krim antibiotik. Anda tidak perlu khawatir jika benjolan tidak menyebabkan rasa sakit, tetapi jika benjolan bertahan hingga lebih dari sebulan, segera periksakan ke dokter.

3. Lipoma
Lipoma adalah benjolan seperti bola cincin yang dapat bergerak dengan mudah. Benjolan ini berupa timbunan lemak yang muncul terutama pada kaki, batang dan lengan. Penyebab lipoma adalah genetik atau turunan dari keluarga yang umumnya tidak berbahaya.

Jika benjolan terasa menyakitkan karena telah mengenai pembuluh saraf atau darah, Anda mungkin memerlukan operasi ringan untuk menghapuskan benjolan tersebut.

4. Fibroadenoma
Fibroadenoma adalah benjolan bulat yang sangat mudah bergerak di dalam jaringan payudara. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi biasanya sangat sering terjadi pada wanita berusia 20 hingga 30 tahun. Dokter mungkin akan menyarankan untuk segera melakukan biopsi atau aspirasi jarum halus untuk mengkonfirmasikan bahwa hal tersebut tidak berbahaya.

Benjolan ini biasanya tidak berbahaya, tetapi jika fibroadenoma semakin besar dan membuat Anda merasa cemas, dokter dapat menghapusnya melalui proses operasi ringan.

5. Pembengkakan kelenjar getah bening
Kelenjar getah bening terletak pada ketiak dan leher (terutama di bawah rahang, belakang telinga dan di dasar tengkorak), serta di selangkangan. Jika muncul benjolan pada area tersebut, mungkin disebabkan oleh pembengkakan kelenjar getah bening.

Hal ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Pembengkakan akan menghilang sekitar tiga minggu, tetapi jika tidak kunjung menghilang, segera periksakan ke dokter.

6. Kista ganglion
Kista ganglion adalah kista tak bergerak, kenyal dan menyakitkan yang dapat terbentuk pada bagian atas kaki, bagian atas pergelangan tangan dan punggung tangan. Ukuran benjolan tersebut hanya sebesar kacang atau buah plum.

Penyebab munculnya benjolan tersebut biasanya disebabkan karena cedera, di mana kista berisi cairan sinovial, yang melumasi sendi dan tendon. Kista ganglion biasanya akan sembuh dengan sendirinya, tetapi jika benjolan tersebut tetap bertahan dalam waktu yang lama dan membatasi gerakan Anda, benjolan harus dikeringkan atau dihapus.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

안녕 하세요 감사합니다
Mannaseo pangapseumnida