Sunday, January 07, 2018

Pengalaman mendaftar StuNed 2017


Berbekal informasi dari teman, aku cari-cari lagi lebih mendalam segala informasi tentang S2 di Belanda. Setelah baca dan memilah-milih banyak website, artikel, dan blog banyak orang akhirnya aku melabuhkan pilihan ke Wageningen University and Research (WUR) program Environmental Sciences. Untuk beasiswa S2 ke belanda ada beberapa pilihan, diantaranya Netherlands Fellowship Programmes (NFP) dan Stuned. Tapi kedua beasiswa tersebut mengharuskan si pendaftar untuk mendapat LoA dari salah satu universitas di Belanda.

Selanjutnya. aku segera menyiapkan berkas untuk mendaftar ke WUR di sela-sela mempersiapkan berkas-berkas untuk Swedia. Sebetulnya waktu pendaftaran yang diberikan oleh pihak univ cukup panjang, namun waktu pendaftaran dibatasi bagi pendaftar yang ingin mendaftar beasiswa, terutama beasiswa NFP yang terlebih dahulu harus mendapat semacam invitation dari WUR (setelah mendapatkan LoA) untuk mendaftar beasiswa tersebut. Dokumen yang dibutuhkan memang ternyata gak ribet. Ga butuh surat rekomendasi maupun proposal riset. Dokumen yang butuh effort lebih menurutku hanya motivation letter. Aku inget banget waktu itu aku submit pendaftaran di hari terakhir mendaftar dan itu aku lagi di liburan di Bali bersama dosen dan tim riset. Orang-orang mah pada tidur pas di mobil, aku berusaha ngerampungin berkas. Dasar emang deadliner hahaha. Jangan ditiru ya.

Oh ya, sebenernya aku ga pernah punya mimpi sebelumnya untuk S2 ke Belanda loh. Soalnya aku udah minder duluan. Orang-orang bilang katanya orang Indonesia tuh kalo milih negara untuk S2 ke luar negeri paling banyak ke Inggris atau Belanda. Otomatis saingannya banyak, jadi peluang untuk dapetinnya jadi lebih sedikit. Nah, sebenernya aku ga boleh mikir begitu sih ya. Kita kan gatau ya Allah mau ngasih kita rejeki kemana. Udah suudzon aja ama Allah ya 😦

Tapi aku tetep jadi kok akhirnya daftar untuk S2 ke Belanda hehehe. Setelah sekitar semingguan setelah submit aplikasi ke WUR, eh aku dapet email dari WUR. Aku ga berekspektasi itu isinya hasil pengumuman karena mikir kayaknya ga mungkin secepat itu hasilnya keluar. Aku pun saat itu masih nunggu pengumuman univ dan beasiswa tahap 1 untuk Swedia. Eh ternyata, pas aku buka emailnya Alhamdulillah aku dapet LoA dari WUR. Waaah seneng banget rasanya, aku langsung bilang ke mamaku waktu itu. Ada sedikit perasaan lega di hati. Setidaknya sudah ada satu tempat yang aman. Perjalanan kedepan masih panjang.
Tidak beberapa lama berselang, aku dapet semacam invitation untuk mendaftar beasiswa NFP. Saat itu, pendaftaran untuk Stuned juga akan segera dibuka. Namun karena deadline-nya lebih dekat NFP, aku merampungkan berkas untu NFP duluan. FYI, beasiswa NFP dan Stuned semacam kembar tapi tak sama. Dari segi besaran beasiswa, mereka berdua jumlahnya sama. Namun, dari segi sasaran dan tujuan beasiswa, bidang prioritas, sumber dana, dan tahapan seleksinya berbeda. Secara singkatnya, NFP adalah beasiswa yang diberikan oleh Dutch Ministry of Foreign Affairs dan dikelola oleh Nuffic untuk kalangan profesional dari 51 negara kriteria NFP. Sedangkan, Stuned merupakan beasiswa kerja sama bilateral pemerintah Belanda dengan Indonesia yang dananya dikelola oleh Nuffic Neso. Jadi, Stuned itu memang beasiswa khusus untuk orang-orang Indonesia, hanya orang-orang yang berkewarganegaraan Indonesia aja yang boleh daftar. Baik NFP maupun Stuned, semua proses pendaftaran dilakukan secara online.

Saat menyiapkan berkas untuk NFP, status aku sudah lolos tahap 1 beasiswa Swedish Institute dan untungnya sudah rampung untuk tahap 2 karena memang sudah deadline hehehe. Jadi, kondisinya masih harap-harap cemas untuk pendaftaran ke Swedia ditambah lagi pendaftaran univnya juga belum ada hasil.

Seleksi beasiswa NFP ini ada 2 tahap. Tahap pertama, berkas kita akan diseleksi oleh pihak universitas. Jika kita mendapat rekomendasi, kita akan lanjut ke tahap 2 dan berkas kita akan dioper untuk diseleksi oleh pihak kementrian Belanda. Barulah dari situ ditentukan lolos atau tidaknya aplikasi kita. Berkas yang dibutuhkan hanya employer statement yang sudah ada format tersendiri dari pihak NFP. Menurut aku, berkas ini yang jadi kunci aplikasi kita. Disitu kita harus bisa menjelaskan secara clear tentang organisasi atau instansi tempat kita bekerja dengan segala visi dan misinya, job desk kita disana apa, apa yang akan kita lakukan untuk organisasi atau instansi tersebut setelah mendapat ilmu dari universitas tujuan dan beasiswa NFP, serta kenapa butuh S2 dan juga beasiswanya. Jadi, butuh berpikir dalam-dalam untuk isi dokumen itu. Sisanya hanya isian tentang data diri dan beberapa pertanyaan mengenai motivasi mendaftar beasiswa NFP. Segala tentang NFP bisa diliat disini.

Jujur, ketika mendaftar beasiswa NFP aku bener-bener yang sudah pasrah banget ke Allah SWT karena udah minder duluan pas baca persyaratan dan segala macemnya. Sempet ragu juga dan merasa out of criteria karena tempat kerjaku bukan semacam organisasi resmi gitu dan hanya sekedar tim riset yang bekerja untuk suatu proyek. Akhirnya dosen aku pun menyarankan untuk melampirkan surat tambahan yang ditandatangani oleh dosen aku sebagai ketua riset yang menjelaskan bahwa kami hanya tim riset bukan organisasi resmi agar tidak ada kesalahpahaman di kemudian hari. Yaudah aku pasrah aja pas saat itu dan berdoa yang banyak dan minta didoain juga sama keluarga.

Rampung ngerjain berkas untuk NFP, aku pun mulai mencicil berkas untuk Stuned. Isiannya jauh lebih banyak dibanding NFP. Tapi untungnya bisa disave dan close lalu dikerjakan lagi nanti, kalau aplikasi NFP ga bisa. Jadi, kita harus isi kalau sudah siap upload dan submit. Perbedaannya lagi dengan NFP, di aplikasi Stuned ada isian untuk pengalaman organisasi, prestasi, dan list paper yang sudah dipublikasi. Bukti-bukti berupa sertifikat dan lainnya yang berkaitan juga mesti diupload. Motivation letter juga mesti diupload dengan template yang diberikan, jadi tidak hanya sekedar pertanyaan seperti ketika pendaftaran NFP. Format employer statement juga sudah diberikan, namun templatenya berbeda dengan NFP dan aku rasa isiannya lebih simple dibanding NFP.

Pengumuman itu datang juga, pengumuman Lulus beasiswa stuned. Selamat ya! ciee yang mau berangkat ke Belanda πŸ˜€

Proses Seleksi bisa di baca disini StuNed Scholarships 2017 - Study in Holland
Ups, tapi setelah itu ngapain ya? udah pengumuman terus harus ngapain? Berikut serpihan-serpihan kenangan yang masih saya ingat sesaat setelah mendapat beasiswa Stuned.
  1. Cari teman sepenanggungan sesama stuned awardee. Ini untuk memudahkan persiapan dan bisa berbagi info terkait keberangkatan. Dulu alhamdulillah temen-temen se-almamater saya banyak yang keterima, jadi bisa langsung gosip gosipan tentang apa ajah yang harus dipersiapkan. Kamu juga bisa posting di milis beasiswa, tanya ajah, siapa yang dapet beasiswa stuned batch ini. FYI, stuned awardee angkatan saya ada 96an. Saya gak tau deh stuned tahun ini berapa :D. Oia, setelah dapet temen sesama stuned awardee, buat group whatsapp or apapun  yang bisa memudahkan pertukaran informasi.
  2. Stuned ngasih waktu kamu untuk Berdiskusi dengan keluarga atau atasan, apakah kamu diizinkan untuk Mengambil beassiwa stuned apa gak. Nah, coba kamu sampaikan kabar gembira ini ke atasan dan keluarga dan liat respon mereka. So far, siapa sih yang gak seneng dapet beasiswa? hehehe, mostly mereka mendukung sih. Tapi in same cases, kayak misalnya kamu udah berkeluarga dan ternyata pasangan kamu punya rencana yang lain, itu kan musti didiskusikan secara matang tuh. Jangan lupa sholat istikharah juga, minta diberikan kemantapan hati untuk berangkat ke Belanda :D. Setelah merasa mantap, segera bales email pengumuman beassiwa yaaa, jangan lewat deadline!
  3. Cek paspor dan dokumen


Karena setelah ini kamu bakal ngurus visa dan izin tinggal di Belanda, ngecek tanggal berlakunya pasport perlu. Dulu ternnyata pasport saya nge pass banged tinggal 6 bulan masa berlakunya dan saya baru inget kemudian jadi banyak buang waktu ditengah2 persiapan hoho. Coba diliat lagi pasportnya, usahakan kamu punya pasport yang masih berlaku 2 tahun lagi biar gak ribet ngurus dokumen selama di belanda. Mending bersusah-susah urus dokumen di Indo deh daripada pontang panting di tengah kuliah buat ngurusin dokumen kita di Belanda!
Dokumen yang perlu di cek:
  1. Pasport, cek tanggal berlakunya, kalo kurang dari 2 tahun, mending segera perpanjang.
  2. Ijazah, coba di cek lagi, transkrip dan ijazah kamu udah ditranslate ke bahasa inggriskah? legalisirnya masih adakah? yook segera diurus kalo legalisirnya udah tinggal dikit. Dokumen ini berguna buat pengurusan daftar ulang dikampus setelah kamu sampai ke Belanda.
  3. Kartu keluarga, akte kelahiran, KTP, LOA ; coba cek lagi dimana kamu nyimpen  dokumen-dokumen keadministrasian kamu. Dokumen-dokumen ini penting buat ngurus Visa dan keimigrasian lainnya.
4. Beri tau kabar gembira ini ke universitas kamu. Ini contoh email yang saya kirim ke universitas:
Dear Student Service Center, 
My name is Agung Wicaksono and I will study in wageningen starting from September. 
I’ve got information from Nuffic neso Indonesia That I get Stuned scholarship. Therefore, would you tell me on boarding process that I must prepare? especially for MVV information and housing application. 

Thank you and best regards, 
Agung Wicaksono 


dan jawaban mereka:
5. Daftar kursus Bahasa Belanda
Ini sangat dianjurkan oleh Nesso. Lumayan juga loh ilmunya bermanfaat pas udah nyampe belanda. Durasi kursus biasanya 2 minggu full time, dari jam 8 sampe jam 3 sore. Buat daftarnya kamu tinggal kepoin ttg erasmus taalcentarum dan kirim email ke erasmus taalcentarum. Biasanya setelah itu mereka akan balas dan minta kamu attach LOA kamu. Buat tau lebih dalam ttg kursus ini, kamu bisa liat postingan saya atau kepoin beberapa sumber. Oia, tempat kursusnya ada di kedutaan belanda, di Jl. Kuningan deretan daerah kedutaan deeh. Kalo naik busway, turun di halte kuningan timur kayaknya.
6. Dateng Stuned gatering dan tanda tangan kontrak stuned, Pas tahun kemarin ada stuned gathering yang berisi pengarahan ttg beassiwa stuned. Gatheringnya di menara jamsostek, kantor Nesso. Disana sekalian kamu ttd kontrak beasiswa stuned. Nanti ada pemberitahuan ttg itu via email
7. Cari info housing; coba googling gimana cara dapet housing di kampus kamu. kepoin web universitas, googling dan gunain sosial media yang kamu punya. Coba tanya sama senior kampus juga.
7. Next Step nya ngapain? ngurus visa. Tapi waktu itu saya kira2 ngurus visa sebulan setelah pengumuman beasiswa
8. Legalisir dokumen ; kamu harus punya akte yang dilegalisir ke kemenkumham, kemendagri dan catatan sipil. Nah ini agak ribet nih ngurusnya. Dulu saya pake biro jasa ngurusnya, karena saya juga masih kerja saat itu #anaknyagakmauribet. Dulu saya pake jasa saharjo 39 dan biayanya sekitar 1,5 juta.
9. Ikut predeparture Nesso, Kayaknya tahun ini sekitar akhir Juli. Di acara ini kamu bakal kenalan sama sesama mahasiswa yang mau berangkat ke belanda. seru acaranya. Taun kemarin Pre departure nya ngedatengin artis-artis negeri van oranje. Dapet buku negeri Van oranje juga dan merchandise dari Nesso.
Itulah serpihan-serpihan kenangan yang saya inget tentang persiapan setelah mendapat pengumuman beassiwa Stuned. Buat tulisan lebih lengkapnya, Nanti ya, insyaAllah kalo saya udah lowong hehehe, a kepoin web kampus (ini perlu bangetttttt) buat tau tentang housing, visa, MVV dll. kepoin juga web dan sosmednya ppi belanda buat tau info tentang studi di Belanda. 
Sampai Jumpa di Belanda!
Share:

1 comment:

  1. Dear Mas Agung,

    Saya Vini dan sedang mengisi aplikasi untuk mendaftar beasiswa Stuned,
    Bisakah saya menanyakan email nya untuk menanyakan beberapa hal terkait beasiswa ini?

    ReplyDelete

μ•ˆλ…• ν•˜μ„Έμš” κ°μ‚¬ν•©λ‹ˆλ‹€
Mannaseo pangapseumnida