Sunday, January 21, 2018

Beasiswa LPDP, STUNED, NFP 2018


Oleh Dyah Ayu Kartika
Sebagian besar mahasiswa ISS mendapat beasiswa penuh untuk hidup di Belanda, tapi ada juga yang mendapat beasiswa parsial dan biaya sendiri atau self-funded. untuk teman-teman program master dari PPI kota Den Haag angkatan 2015-2016, semuanya disponsori beasiswa, antara lain Stuned, NFP, LPDP, Spirit, dan beasiswa unggulan DIKNAS. Di rubrik ini, kami akan menjelaskan pengalaman beasiswa yang mungkin bisa dipertimbangkan sebelum menjadi mahasiswa ISS.
  1. StuNed (Studeren in Nederland)
Stuned berada di posisi pertama di tulisan ini bukan karena bias penulis yang mendapatkan sponsor dari Stuned ya, hehe. Melainkan karena sebagian besar (6 orang) anggota PPI KDH tahun ini mendapat dana dari StuNed.
Stuned merupakan beasiswa hasil kerjasama bilateral antara pemerintah Indonesia dan Belanda sejak tahun 2000. Berdasarkan perjanjian tersebut, terdapat beberapa bidang-bidang prioritas (dapat dilihat diweb Stuned). Namun, bukan berarti mustahil untuk mendapatkan beasiswa ini jika jurusan kalian tidak termasuk dalam bidang prioritas. Sebagian besar jurusan-jurusan di ISS dapat dikategorikan dalam bidang prioritas ini.
Stuned tidak hanya mensponsori program master, tetapi juga short-course (individu) dan tailor-made training (grup). Untuk beasiswa master,  beasiswa ini meliputi biaya visa untuk ke Belanda, tiket perjalanan Jakarta-Belanda-Jakarta (dan biaya daerah asal ke Jakarta bagi yang berasal dari luar Jakarta), tuition fee, settlement allowance sebesar €275, biaya untuk materi perkuliahan sebesar €310, biaya hidup selama di Belanda sebesar €970 per bulan, asuransi, dan biaya penelitian hingga €850. Proses pembuatan visa dan pembelian tiket pesawat akan dibantu oleh pihak Stuned, Anda hanya datang dan mengikuti proses yang berlangsung. Hal ini juga berarti Anda tidak bisa memilih maskapai penerbangan karena Stuned sudah bekerjasama dengan airlines tertentu.
 Meskipun dalam website pihak Stuned mengatakan salah satu persyaratan adalah pernah bekerja selama 2 tahun, sejak tahun 2014, Stuned membuka kesempatan bagi fresh-graduate untuk mendaftarkan diri. Tahun 2015, terdapat ± 15 fresh-graduates yang mendapat beasiswa, dua diantaranya mahasiswa ISS. Persyaratan dan informasi yang lebih lengkap bisa dilihat dalam tautan berikut ini: 
Proses seleksi Stuned tergolong sederhana, cukup melengkapi dokumen yang diminta oleh pihak Stuned (tanpa wawancara). Sekitar 1-2 bulan sejak tenggat waktu pendaftaran, Anda akan mendapatkan pemberitahuan bahwa Anda (1) diterima, (2) menjadi cadangan, atau (3) ditolak. Setelah mengonfirmasi bahwa Anda menerima beasiswa ini, langkah selanjutnya adalah tandatangan kontrak. Perhatikan dengan seksama terkait kontrak ini karena  akan menjadi pegangan selama hidup di Belanda.
Terdapat tiga kegiatan yang wajib dihadiri jika menjadi Stuned Awardee, yaitu welcoming session, program akulturasi, dan pre-departure briefing. Welcoming session merupakan acara untuk memperkenalkan Stuned Awardee secara lebih dekat dengan Stuned dan orang-orang di belakang layarnya. Acara ini juga menjadi ajang pertemuan denga awardees lain. Program akulturasi merupakan program yang disusun untuk memberi pengetahuan terkait budaya dan bahasa Belanda selama satu minggu penuh dengan tujuan untuk meminimalisasi culture shock ketika awardee sampai di Belanda. Sementara itu, pre-departure briefing merupakan acara yang dibuat sebelum keberangkatan dimana kita dapat berkonsultasi dengan alumni universitas tujuan terkait kehidupan di universitas tersebut. Acara ini terbuka untuk semua calon mahasiswa yang akan berangkat ke Belanda, tidak eksklusif untuk Stuned saja.
Selama di Belanda, Anda akan mendapatkan uang untuk biaya hidup yang ditransfer oleh Erasmus (biasanya setiap tanggal 28) setiap bulannya. Mahasiswa yang disponsori Nuffic diwajibkan untuk tinggal di housing ISS selama program master berlangsung (16 bulan). Bagi yang tinggal di housing yang dimiliki ISS, uang yang ditransfer setiap bulan sudah dipotong untuk uang akomodasi. Tapi, sejak 2016, beberapa housing ISS dipindahtangankan ke pihak DUWO yang berarti setiap bulannya kita harus mentransfer uang sewa ke DUWO. Lebih lengkap terkait housing bisa dlihat di sini: http://www.iss.nl/prospective_students/accommodation_and_student_life/.  Pihak ISS juga akan otomatis memotong €100 dari uang materi perkuliahan untuk biaya fotokopi-print-scan yang tersimpan dalam student card kita sebesar €10 dan materi perkuliahan lainnya (buku dan jurnal yang tersedia online).

  1. NFP (Netherland Fellowship Program)
Beasiswa ini merupakan salah satu dari beasiswa yang disediakan pemerintah Belanda bagi pelajar-pelajar dari seluruh dunia. Terdapat lebih dari 50 negara yang menjadi sasaran dari beasiswa ini, termasuk Indonesia. Beasiswa ini juga memberi kesempatan yang besar bagi kandidat perempuan dan warga negara sub-sahara Afrika. Salah satu hal yang membedakan NFP dengan Stuned adalah sasaran beasiswa. NFP menyasar kepada para profesional baik dari pemerintah maupun non-pemerintah yang dibuktikan dengan adanya employer statement dalam syarat dokumen yang diberikan ke pihak nuffic. Employer statement ini juga menunjukkan bahwa kandidat akan tetap menerima honor selama masa studinya di Belanda.
Beasiswa NFP tidak hanya mencakup beasiswa untuk program master, tetapi juga short course, tailor made training, dan PhD. Beasiswa ini mencakup biaya visa dan tiket perjalanan Jakarta-Belanda-Jakarta, settlement allowance sebesar €275, tuition fee, biaya untuk materi perkuliahan sebesar €310, biaya hidup selama di Belanda sebesar €970 per bulan, dan asuransi. Perlu dicatat bahwa sejak tahun 2016, NFP tidak lagi menyediakan anggaran untuk riset bagi mahasiswanya.  Informasi lebih lengkap terkait persyaratan NFP bisa didapatkan di tautan berikut: http://www.nesoindonesia.or.id/beasiswa/netherlands-fellowship-programme-nfp.
Setelah mendapatkan Letter of acceptance, pihak ISS akan menginformasikan kepada Anda terkait kesempatan untuk disponsori oleh NFP serta detil terkait aplikasi beasiswa ini. Tahap berikutnya adalah melengkapi seluruh dokumen yang diminta dan mengirimnya ke pihak ISS. Anda akan diberi kabar oleh pihak ISS apakah Anda diterima atau tidak sebagai penerima beasiswa. Pastikan bahwa Anda diterima dengan meminta surat resmi yang mencantumkan nama Anda. Kemudian, Anda akan dikirimkan kontrak kosong antara Anda dengan pihak Nuffic. Jika setuju dan tidak ada hal yang perlu diperjelas lagi, Anda diharapkan menandatangani, men-scan, lalu mengirimkannya kembali ke pihak kampus. Selama proses administrasi, Anda hanya berhadapan dengan pihak admission office universitas.
Berbeda dengan Stuned yang diharapkan untuk hadir di berbagai kegiatan Neso, kandidat NFP tidak diwajibkan untuk mengikuti kegiatan apapun. Kandidat tetap diinformasikan terkait  pre-departure briefing yang diselenggarakan Neso Indonesia meskipun tidak wajib untuk mengikuti acara tersebut. Selama di Belanda, penerima NFP diperlakukan sama dengan penerima Stuned; mendapat biaya hidup setiap bulan, tinggal di housing ISS selama 16 bulan, dan mendapat uang untuk materi studi sejumlah €200 (setelah dipotong €100 oleh pihak ISS).

  1. Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI)
Tentu beasiswa ini tidak lagi asing bagi pemburu beasiswa. Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) yang lebih dikenal dengan beasiswa LPDP sudah menelurkan ribuan mahasiswa master maupun doktor untuk bersekolah di dalam maupun luar negeri meskipun usianya masih terbilang ‘muda’. Tahun ini, terdapat dua mahasiswa ISS yang mendapat sponsor dari LPDP, salah satunya sudah berkeluarga dan membawa keluarganya ke Belanda. Kehidupan dan pengalaman awardees BPI ini akan saya jelaskan dalam sesi ini.
BPI merupakan beasiswa yang berasal dari pemerintah Indonesia. Seperti halnya Stuned, BPI juga memiliki bidang prioritas, tetapi tidak berarti jurusan di luar bidang prioritas tidak akan diterima oleh beasiswa ini. BPI memiliki daftar nama universitas yang termasuk dalam universitas tujuan, salah satunya Erasmus University Rotterdam dimana ISS menjadi bagian darinya. Untuk menjadi awardee, BPI tidak mengharuskan seseorang untuk memiliki pengalaman bekerja akan tetapi terdapat batas usia maksimal, baik untuk program master maupun doktor. Selengkapnya bisa diakses di tautan ini: http://www.lpdp.kemenkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-magister-doktor/
BPI melakukan proses seleksi yang cukup ketat mengingat cakupan beasiswa yang sangat luas. Calon awardeeakan melewati tiga tahap seleksi sebelum berangkat ke negara tujuan. Tahap pertama adalah seleksi administrasi. Pada tahap ini, calon awardee diminta untuk menulis esai, mengisi formulir dari LPDP, dan menyertakan surat rekomendasi. Setelah itu, tahap kedua adalah wawancara, LGD, dan pembuatan esai di tempat. Tahap ketiga, adalah Persiapan Keberangkatan (PK) yang berisi serangkaian kegiatan untuk membangun nasionalisme dan memotivasi para awardee untuk kembali ke Indonesia selepas melesaikan studi di negara lain.
Dukungan dana yang diberikan BPI mencakup biaya visa, tiket perjalanan Jakarta-Belanda-Jakarta (dan biaya daerah asal ke Jakarta bagi yang berasal dari luar Jakarta), tuition fee, asuransi, settlement allowance sebelum keberangkatan sebesar €1200 yang dikonversikan ke rupiah dan dikirim ke rekening di Indonesia, settlement allowance setelah keberangkatan sebesar €1200, biaya hidup per bulan sebesar €1200 yang diberikan setiap triwulan, biaya materi perkuliahan sebesar 10 juta rupiah, serta biaya penelitian sebesar 25 juta rupiah untuk master dan 75 juta rupiah untuk doktor. Uang penelitian ini akan dikirim langsung ke rekening universitas atau dikirim ke rekening awardee dengan sistem reimburse. Bagi awardee yang membawa keluarga, BPI memberikan dana keluarga sebesar 25% dari biaya hidup bulanan sesuai dengan jumlah anggota keluarga yang ikut ke Belanda (maksimal 2 orang). Awardee dipersilakan untuk membawa anggota keluarga lebih dari dua orang tetapi tidak ditanggung oleh LPDP. Tunjangan keluarga ini juga baru dihitung sejak bulan ketujuh awardeemenetap di Belanda. Diasumsikan pada bulan ketujuh, awardee sudah beradaptasi dengan baik sehingga bisa menerima kedatangan keluarga yang menetap di sana.  Tunjangan keluarga ini TIDAK termasuk tiket pesawat anggota keluarga Jakarta-Belanda-Jakarta dan asuransi anggota keluarga selama hidup di Belanda.
Bagi awardee LPDP yang mendaftar tanpa dilengkapi dengan Letter of acceptance dari universitas, pastikan LoA segera didapat karena kontrak dari LPDP baru diberikan setelah LoA didapat. Berdasarkan pengalaman mahasiswa ISS tahun ini, softcopy kontrak dan Letter of Sponsorship diberikan secara softcopy. Kontrak harus dicetak, rangkap dua, ditandatangan, diparaf setiap halaman, dan dikirimkan kembali ke pihak LPDP untuk ditandatangani oleh direktur LPDP. Kontrak yang sudah ditandatangani harus diambil di kantor LPDP. Sementara itu, Letter of Sponsorhip yang dikirimkan berupa form kosong yang harus diisi dan dikirimkan kembali dalam bentuk softcopy.
Sebelum berangkat, awardee bisa mengajukan tanggal keberangkatan untuk dicarikan tiket pesawat. Maskapai penerbangan yang dipilih oleh LPDP adalah Garuda Indonesia, meskipun ada kemungkinan juga menggunakan maskapai lain jika tidak ada opsi lain. Awardee juga dipersilakan untuk membeli tiket di luar mekanisme LPDP, misalnya menggunakan agen travel biasa. Salah satu mahasiswa ISS yang membawa keluarga memutuskan untuk tidak mengajukan tiket dari LPDP tetapi menggunakan agen travel biasa. Biaya yang dikeluarkan sebelumnya akan direimburse setelah awardee mendapatkan visa.
Biaya hidup akan dikirim ±10 hari setelah awardee mengajukan permohonan. Untuk itu, awardee diminta untuk mengisi form dan memberikan bukti bahwa awardee memang sedang berkuliah di universitas tersebut, biasanya dengan menyertakan screen capture nilai maupun mata kuliah yang sedang diambil. Saat ini, LPDP sudah menggunakan sistem simonev untuk mempermudah proses pencairan dana bagi penerima beasiswanya. 
Awardee hanya perlu mengunggah nilai sebelum tanggal 25 di bulan pengajuan dana di website simonev. Jika melewati deadline, awardee tetap bisa mengajukan pencairan dana menggunakan sistem form seperti yang dijelaskan sebelumnya.
Karena tidak berasal dari program Nuffic, awardee LPDP memiliki kontrak untuk menetap di housing yang disediakan ISS selama 12 bulan, setelah itu awardee diperkenankan untuk memperpanjang kontrak jika jumlah kamar masih mencukupi atau pindah ke apartemen atau housing lain di luar yang diselenggarakan ISS. Awardeejuga diharapkan untuk mentransferkan biaya sewa housing ISS ke rekening ISS, namun semenjak transisi kepemilikan housing antara ISS dengan DUWO, beberapa housing diserahkan ke pihak DUWO sehingga awardeejuga membayarkan biaya sewa kamar ke pihak DUWO.
Sementara itu, awardee yang membawa keluarga tidak dapat menetap di dalam housing ISS sehingga harus menyewa apartemen di luar. Pengurusan izin penyewaan rumah dilakukan dengan pihak IND Den Haag. Terdapat beberapa ketentuan yang harus dipersiapkan, terutama saldo di rekening bank Anda. Pemerintah daerah Den Haag mensyaratkan penyewa rumah memiliki saldo rekening yang sama atau lebih dari pendapatan bulanan (1400€) dikalikan lama tinggal. Penerima beasiswa LPDP bisa melampirkan Letter of Sponsorship sebagai jaminan kepada IND bahwa awardee memiliki pendapatan yang cukup untuk menghidupi seluruh anggota keluarga. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, tunjangan keluarga hanya didapat sejak bulan ketujuh hingga akhir masa studi. Untuk mengajukan klaim terkait tunjangan keluarga ini, Anda akan membutuhkan boarding pass keberangkatan anggota keluarga, visa, kartu identitas setempat, dan surat pernyataan dari pimpinan jurusan bahwa diperbolehkan membawa keluarga. Selama hidup di Belanda, setiap anggota keluarga harus memiliki asuransi. Jika Anda menyampaikan dari awal kalau akan membawa keluarga, proses pengajuan asuransi untuk mereka akan dibantu oleh admission office dan bisa di-reimburse secara berkala sebanyak 3 kali. Asuransi yang bekerjasama dengan ISS adalah AON dengan biaya 950€ per orang.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

안녕 하세요 감사합니다
Mannaseo pangapseumnida