Friday, January 05, 2018

Acephate atau Asefat



Acephate (C4H10NO3PS) dengan nama kimia N-(Methoxy-methylsulfanylphosphoryl) acetamide  berdasarkan International Union of Pure and Applied Chemistry disingkat (IUPAC) termasuk golongan organophosphate. Golongan  organofosfat dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan organik phosphates, phosphoris insecticides ,phosphates, phosphate  insecticides dan phosphorus esters atau phosphoris acid esters. Mereka adalah derivat dari phosphoric acid dan biasanya sangat toksik  untuk  hewan bertulang belakang. Golongan organofosfat struktur kimia dan cara kerjanya berhubungan erat dengan gas syaraf. Organofosfat  senyawa  kimia  ester  asam fosfat  yang  terdiri  atas 1 molekul  fosfat  yang  dikelilingi  oleh 2 gugus  organik  (R1 dan R2)  serta gugus (X) atau leaving group yang tergantikan saat organofosfat menfosforilasi asetil kholin. Gugus  X merupakan bagian yang paling mudah terhidrolisis. Gugus R dapat berupa gugus  aromatik  atau  alifatik. Pada umumnya gugus R adalah dimetoksi atau dietoksi. Sedangkan gugus X  dapat  berupa  nitrogen,  fluorida,  halogen  lain  dan  dimetoksi  atau dietoksi

Acephate  berspektrum  luas untuk  mengendalikan  hama-hama  penusuk-penghisap  dan pen gunyah seperti   aphids,   thrips,   larva   Lepidoptera   (termasuk   ulat   tanah), penggorok daun dan wereng. Acephate bekerja  sebagai kolinesterase inhibitor. Kolinesterase merupakan    enzim    yang bertanggung    jawab    terhadap    metabolisme asetil kolin   (ACh)   pada   sinaps   setelah   ACh   dilepaskan   oleh   neuron presinaptik.  ACh  berbeda  dengan  neurotransmiter  lainnya  dimana  secara fisiologis aktivitasnya    dihentikan  melalui  melalui  proses  metabolisme menjadi  produk  yang  tidak  aktif  yaitu  kolin  dan  asetat.  Adanya  inhibisikolinesterase akan menyebabkan ACh tertimbun di sinaps sehingga terjadi stimulasi yang terus menerus pada reseptor post sinaptik

Lipase dapat memecah sistem genetik yang dapat dijumpai di katalisator sebagai neurotransmiter pada ganglio simpatis maupun para sistestik, dimana molekul nikotinic nicotine dapat menyerap sistem penyususun RNA dan DNA serta OHP . didalam sistem molekul sistematik berperan dalam meningkatkan rangsangan Ach terhadap pentyusunan inhibitor, dimana sistem reseptornkolinergik . lipase berperan dalam proses memecah trisegliserida dan asam lemak serta FFA fatty acid dan sumber asam lemak yang terkandung dalam serine. Dalam sistem berikatan dengan reseptor kolig

ACh  dibentuk  pada  seluruh  bagian  sistem  saraf.  ACh  juga  dapat dijumpai  di  otak  khususnya  sistem  saraf  otonom.  Ach berperan  sebagai neurotransmiter pada ganglio simpatis maupun para simpatis, dimana Ach akan berikatan dengan reseptor kolinergik nikotinik. Inhibisi kolinesterase pada  ganglion  simpatis  akan  meningkatkan  rangsangan  simpatis  dengan manifestasi klinis midriasis, takikardia. Inhibisikolinesterase  pada  ganglion  parasimpatis  akan  menghasilkan  peningkatan rangsangan    saraf    para simpatis dengan manifestasi klinis miosis, hipersalivasi dan bradikardi. Besarnya  rangsangan  pada  masing-masing saraf  simpatis  dan  parasimpatis  akan  berpengaruh  pada  manifestasi  klinis yang   muncul.   ACh   juga   berperan   sebagai   neurotransmiter   neuron parasimpatis  yang secara langsung menyarafi jantung melalui saraf vagus, kelenjar  dan  otot  polos  bronkus.  Berbeda  dengan  pada  ganglion, reseptor kolinergik  pada  daerah  ini termasuk  sub tipe  muskarinik  (M).  Inhibisikolinesterase  secara  langsung  pada  pada organ-organ  ini  menjelaskan manifestasi klinis yang dominan parasimpatik pada keracunan organofosfat, dimana mdaerah tersebut merupakan target utama organofosfat.

Rumus empiris dari Acephate adalah (C4H10NO3PS) sedangkan rumus bangun dari Acephate dapat dilihat pada Gambar 2. Berikut ini:


Gambar 2. Gambar rumus bangun Acephate
Share:

0 komentar:

Post a Comment

안녕 하세요 감사합니다
Mannaseo pangapseumnida