Sunday, December 03, 2017

5 hal yang harus dilakukan di Hong Kong

Saya menonton sebuah film di bioskop berjudul Chasing The Dragon, yang merupakan salah satu film terbaik yang saya tonton tahun ini. Bagi saya, sebuah film dapat dikatakan cukup baik apabila tidak membuat saya ketiduran ketika menontonnya. Walaupun saya ketiduran ketika menonton Thor: Ragnarok, namun saya tetap terjaga ketika menonton Chasing The Dragon, walaupun film tersebut berdurasi lebih dari dua jam dan tayang pada jam pertunjukan terakhir malam itu.
Chasing The Dragon yang mengambil setting pada tahun 1960-an, adalah sebuah film aksi yang diangkat dari kisah nyata seorang (ahli kung-fu yang menjadi) anggota gang dan gembong narkoba terkenal bernama Ng Sik-ho atau Crippled Ho yang masuk ke Hong Kong sebagai imigran ilegal dari Cina daratan, di mana ketika itu Hong Kong masih berada di bawah kekuasaan Inggris.
Dalam perjalanan hidupnya, Ho yang dimainkan oleh Donnie Yen bertemu dengan sosok polisi korup bernama Lee Rock, yang diperankan oleh Andy Lau, yang kali ini muncul tanpa ditemani oleh Bibi Lung, dan Yuni Shara. Saat itu, mereka (Ho dan Lee, bukan Ho dan Bibi Lung) adalah penguasa Hong Kong, sebelum akhirnya Independent Commission Against Corruption (atau KPK-nya Hong Kong) muncul di tahun 1974. Tenang, tidak ada adegan koruptor kabur dan menabrak tiang listrik terus benjol sebesar bakpao supaya dapat masuk rumah sakit dan amnesia di film ini.

Selain adegan laga dan alur cerita menarik, yang membuat saya betah menonton film ini adalah diceritakannya sejarah Hong Kong pada dahulu kala, dari mulai dikuasai Inggris, tumbuh berkembang karena narkoba, hingga dipecah menjadi empat wilayah besar untuk menghindari pemusatan kekuasaan. Jadi yang membuat Hong Kong menjadi seperti sekarang ini salah satunya … adalah karena narkoba.
Kini, puluhan tahun berlalu, dan Hong Kong telah menjadi tempat yang nyaman untuk dikunjungi tanpa adanya perputaran narkoba besar-besaran dan kerusuhan antar gang seperti dalam film Chasing The Dragon; apabila kamu berminat mengunjungi Hong Kong untuk pertama kalinya, berikut saya pilihkan beberapa aktivitas yang dapat kamu lakukan di sana.

1. Bermain di Disneyland

Untuk yang baru pertama kali, mungkin Disneyland adalah alasan utama mengapa kamu mengunjungi Hong Kong. Bukanlah hal yang salah, terlebih apabila kamu adalah penggemar karya Walt Disney dan bermimpi untuk bermain bersama tokoh-tokoh Disney seperti Donald Duck, Mickey Mouse, Simba, Lilo & Stitch, juga Buzz Lightyear. Sayangnya, saya tidak menemukan Ariel dalam film The Little Mermaid, yang mungkin apabila dia muncul akan terlihat seperti suster ngesot daripada seorang putri duyung.
Disneyland terdekat dari Indonesia yang dibuka untuk umum mulai tahun 2005 ini, sekarang memiliki tujuh area utama yaitu: Adventureland, Grizzly Gulch, Mystic Point, Toy Story Land, Fantasyland, Tomorrowland dan Main Street U.S.A.
Hal yang tidak boleh terlewat ketika mengunjungi Disneyland Hong Kong adalah menyaksikan karnaval karakter Disney di sore hari dan pertunjukan kembang api spektakuler di malam harinya, yang tentunya lebih meriah daripada perayaan pesta pernikahan Kahiyang – Bobby.
Klik di sini untuk mendapatkan tiket diskon Disneyland Hong Kong

2. Berburu Diskon di Citygate Outlets

Pada kunjungan terakhir ke Disneyland Hong Kong, saya menyempatkan waktu untuk mampir ke Citygate Outlets yang terletak tak jauh dari Disneyland –yang sama-sama berada di Lantau Island, walaupun sedikit berbeda arah stasiun.
Bagi yang belum tahu, Citygate Outlets ini adalah gudangnya barang-barang diskon, lebih murah daripada diskonan Debenhams yang katanya akan tutup tahun ini.
Citygate Outlets Hong Kong
Brand terkenal yang terdapat di Citygate Outlets ini bervariasi, mulai dari Adidas, Coach, The North Face, Timberland, Kate Spade, hingga Furla dan Salvatore Ferragamo. Untuk daftar lengkapnya dapat dilihat di sini.

3. Mengunjungi Big Buddha

Tak jauh dari Citygate Outlets yang terdapat tepat di pintu keluar Stasiun Tung Chung, terdapat sebuah atraksi lain bernama Tian Tan Big Buddha, yang merupakan patung buddha raksasa setinggi 34 meter dan seberat 250 ton, itupun kalau belum bertambah berat lagi.
Perjalanan menuju Big Buddha sudah merupakan sebuah kesenangan sendiri, karena dari Stasiun Tung Chung, kamu harus melanjutkan perjalanan dengan menggunakan Cable Car selama 25 menit melewati pemandangan laut dan hutan (atau berjalan kaki apabila mampu) menuju Ngong Ping Village, tempat Big Buddha berada.

Dari Ngong Ping Village, apakah bisa langsung bertemu Big Buddha? Oh tentu tidak, karena kamu masih harus melewati desa buatan dengan berbagai atraksinya seperti Walking with Buddha, The Monkey’s Tale Theatre, The Ngong Ping Tea House, hingga International Cable Car Gallery, sebelum mendaki 240 anak tangga untuk bertemu dengannya.
Klik untuk mendapatkan tiket diskon cable car menuju Ngong Ping Village

4. Menikmati Keindahan Symphony of Light

Salah satu atraksi gratis yang terdapat di Hong Kong adalah Symphony of Light yang merupakan sebuah pertunjukan  koreografi cahaya dengan paduan musik, lampu-lampu gedung di Hong Kong Island dan Kowloon, cahaya laser warna-warni yang dipancarkan ke langit, serta kembang api yang meriah, walaupun tidak semeriah kembang api Disneyland Hong Kong. Ingat, ini gratis, jangan berharap terlalu banyak, nanti kecewa.
Pertunjukan ini dimulai pada pukul delapan malam setiap harinya dengan spot menonton utama berada di sekitar Tsim Sha Tsui Waterfront.
Symphony of Light Hong Kong
Symphony of Light Hong Kong (photo: Ryan Rahardi)
[DISCLAIMER] Walaupun dikatakan bahwa atraksi ini merupakan atraksi harian, namun pada kunjungan terakhir saya ke Hong Kong, atraksi ini sempat ditiadakan, dan kemungkinan karena adanya proyek renovasi di Tsim Sha Tsui Waterfront.

5. Mencoba Berbagai Moda Transportasi, Termasuk Feri ke Hong Kong Island

Dari film Catching The Dragon, saya mengetahui bahwa kini Hong Kong terbagi menjadi empat wilayah besar (dengan ratusan pulau kecil yang mengelilinginya) yang terdiri dari Kowloon Peninsula (yang merupakan salah satu daerah dengan penduduk terpadat di dunia), Hong Kong Island (yang nerupakan sentral bisnis Hong Kong, juga tempat tinggal para pekerja asing), New Territories (yang berbatasan langsung dengan Cina daratan), serta Lantau Island (tempat Big Buddha dan Disneyland berada), di mana untuk menghubungkan antar wilayah tersebut dibutuhkan berbagai moda transportasi tertentu.

Rasanya, belum ke Hong Kong kalau belum mencoba berbagai moda transportasi yang terdapat di sana, seperti tram di Hong Kong Island, MTR atau kereta api bawah tanah di Kowloon, dan Star Ferry yang menghubungkan Hong Kong Island dan Kowloon.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

안녕 하세요 감사합니다
Mannaseo pangapseumnida