Saturday, July 08, 2017

Tips Mengikuti Test FGD (Focus Group Discussion)


Hampir semua perusahaan atau institusi yang menggelar rekrutmen melalui jalur-jalur bergengsi untuk akselerasi karir seperti MT (Management Trainee) atau ODP (Officer Development Program), dan mungkin beberapa perusahaan memiliki "nama" rekrutmennya sendiri, di salah satu tahapannya biasanya terselip sebuah tahap yang bernama FGD (Focus Group Discussion) atau LGD (Leaderless Group Discussion). Banyak yang gagal di tahap ini karena tahapan ini salah satu tahapan yang krusial karena menentukan cara kita memimpin dalam suatu diskusi, Karena jiwa leadership sangat penting,  Saya ingin share pengalaman saya FGD saya ketika mendaftar di pemerintahan Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional dan Alhamdulillah diterima Bekerja,  oh ya satu lagi bahasa yang digunakan dalam FDG berbeda beda tiap perusahaan, ada yang minta in Bahasa atau bahkan dalam bahasa Asing. Nanti saya ceritakan pengalaman FGD di Perusahaan Industri (Alhamdulilah saya baru selesai menyelesaikan seleksi PT. PETROKIMIA GROUB) dan nanti saya tulis tips agar Lulus sampai tahap akhir

Bagi kalian yang belum pernah sama sekali mengikuti FGD, aku akan kasih gambaran singkat mengenai apa sih sebenarnya FGD itu dan apa aja kira-kira yang menjadi poin penilaian dari proses diskusi tersebut. Baiklah, based on my experience yang telah mengikuti beberapa kali FGD di 5 perusahaan yang berbeda FGD adalah sebuah tes yang mengelompokkan peserta seleksi atau rekrutmen ke dalam beberapa kelompok kecil yang berisikan 5 - 10 orang. 

Apa saja yang dinilai dalam FGD? Sejujurnya saya tidak berani menjamin bahwa yang saya tulis mengenai poin penilaian FGD ini 100% benar bin akurat karena aku belum pernah sama sekali, Ya! Belum pernah sekalipun menjadi juri atau pengawas dalam FGD hehehe. Morover, mengingat latar belakang pendidikanku yang tidak berbau psikologi dan tidak berhubungan dengan ilmu ke-HRD-an, jadi lagi-lagi aku nggak njamin kalau ini 100% akurat.


Pertama,

Inisiatif. Peserta yang memiliki inisiatif dalam membuka diskusi, memberikan solusi, dan mengingatkan masalah waktu, biasanya akan mendapat poin lebih dari pengawas. Adanya inisiatif juga menunjukkan bahwa peserta memiliki leadership dan confidence yang baik.

Kedua,

Ide atau solusi yang ditawarkan. Untuk membuat ide dan solusimu dinilai secara komprehensif oleh pengawas maka jangan sekali-sekali meremehkan kertas kosong yang diberikan kepada kita para peserta sebelum diskusi dimulai. Tuangkan dalam kertas tsb poin-poin mengenai situasi dan masalah yang sedang dihadapi perusahaan, ditambah juga ide dan solusimu terhadap masalah tersebut. Semakin kreatif dan relevan ide dan solusimu, anda boleh berharap untuk mendapat nilai lebih di mata pengawas.


Ketiga,

Penyampaian ide dan solusi dalam diskusi. Nah ini, pengawas juga akan melihat bagaimana kita menyampaikan ide dan solusi kita dalam proses diskusi. Jika anda terlalu memaksakan kehendak biasanya akan mengurangi nilai anda. Begitu pula jika anda kurang jelas dalam menyampaikan ide atau mungkin kurang percaya diri. Usahakan proporsional dalam menyampaikan ide, tapi tetap terlihat meyakinkan. Jika ada tools seperti papan tulis akan sangat baik jika anda dapat memanfaatkannya untuk mempresentasikan ide anda kepada peserta lain.



Keempat,

Kemampuan mengarahkan diskusi. Jujur ini bagian tersulit dalam sebuah FGD. Dalam satu kelompok terdapat 5 atau 10 orang yang pastinya memiliki 5 atau 10 ide yang berbeda. Kalau anda berhasil melakukan poin keempat ini, asal bukan dengan cara memaksakan kehendak atau melalui cara-cara yang menyebalkan, saya jamin anda akan melangkah ke tahap setelah FGD. Tapi jika anda tidak dapat melakukannya, jangan kemudian berkecil hati. Masih banyak poin lain yang dijadikan pertimbangan. Hehehe.


Kelima,

Kepedulian. Kalau memang di dalam diskusi sangat tidak memungkinkan untuk melakukan poin keempat karena ada salah satu orang atau beberapa dari peserta diskusi yang sangat mendominasi dalam FGD, maka anda dapat melakukan poin kelima ini yang relatif lebih mudah, yakni peduli dengan peserta lain yang mungkin terlihat tidak terlalu aktif atau belum menyampaikan pendapatnya.

Melihat poin-poin penilaian di atas kira-kira apa saja yang harus kita lakukan atau persiapkan? Nah ini masuk ke bagian tips dan trik.


TIPS DAN TRIK LOLOS FGD

1. Tulis secara concise (singkat, padat, jelas) mengenai poin-poin situasi dan masalah yang kamu temukan di dalam bacaan. Jadi biasanya kan bacaan itu buanyaaaak ya, dan masalahnya terlihat rumit. Nah, supaya kamu nggak pusing-pusing amat ringkaslah bacaan tsb dalam sebuah poin-poin. Biasanya saya menulis di dalam kertas kosong itu seperti di bawah ini


IDENTIFIKASI SITUASI DAN MASALAH

a. .......

b. .......

c. .......


Setelah itu baru kamu coba untuk menulis poin-poin dari ide dan solusimu terhadap masalah-masalah di atas.

SOLUSI TERHADAP PERMASALAHAN

a. .......

b. .......

c. .......

Ingat, solusi sebisa mungkin cerdas, kreatif, out of the box, unik tapi tetap relevan dengan situasi yang ada. Jangan kemudian terlalu muluk-muluk sehingga tidak feasible dan terlihat sulit dalam tataran implementasinya. Jangan terlalu panjang juga nulis di kertas kosong. Di kertas itu hanyalah rangkuman dari segudang ide dan solusi yang kamu miliki. Baru nanti ketika proses diskusi sudah dimulai silahkan elaborate sebaik-baiknya.

2. Kalau memang anda inisiator yang baik, coba buka diskusi tersebut karena ini akan menambah poin inisiatif. Tapi jika anda adalah tipe orang yang wait and see jangan khawatir, karena poin inisiatif masih banyak kok. Misal ketika jalannya diskusi mulai tidak fokus anda bisa ingatkan lagi teman-teman anda untuk back to the topic. Atau mungkin ada dari mereka yang berdebat berkepanjangan anda bisa mencarikan win-win solution untuk mereka. Kadang juga ada peserta yang bertele-tele dalam menjelaskan pendapatnya, anda dapat mengingatkannya. Kalau anda melihat ada peserta yang kurang aktif, anda juga bisa membangkitkan rasa percaya dirinya. Dan masih banyak lagi. Pokoknya be active sajalah maka anda akan dengan mudah melakukan inisiatif.

3. Sampaikan pendapat dengan bertanya. Hehehe. Inilah tips paling ampuh dalam setiap diskusi yang pernah aku jalani. Kenapa? Karena dengan melakukannya aku menjadi berbeda dengan peserta yang lain. Mostly, peserta menyampaikan pendapatnya dengan statement "menurut saya, bla bla bla," atau "dalam pandangan saya sebaiknya, bla bla bla." Tapi kalau aku menyanpaikan pendapatku dengan bertanya, "bagaimana menurut teman-teman, kalau bla bla bla." Nah, dapet kan poinnya? Hehehe. Kalau anda melakukannya anda bisa mendapatkan beberapa poin sekaligus yakni yang pertama kepedulian karena melalui pertanyaan seperti itu anda tidak terkesan egois. Berbeda jika menggunakan "menurut saya, dalam pandangan saya, saya pikir sebaiknya." Kemudian poin yang kedua yakni kemampuan mengarahkan diskusi karena dari pertanyaan itu juga dapat membuat peserta yang lain memperhatikan anda.  Lewat pertanyaan itu, hampir bisa dipastikan akan langsung ada yang menanggapi atau bahkan menyanggah pendapat anda. Yang terakhir anda juga akan dapat poin plus karena mampu menyampaikan pendapat secara elegan.

4. Debatlah rekan anda yang tidak sepandangan dengan anda secara elegan. Kalau bisa malah apresiasi dulu pendapatnya, misalkan dengan kata-kata "Saya melihat pendapat saudara X ini merupakan pendapat yang brilian, hanya saja bla bla bla." Kemudian jangan pernah sekalipun anda terlihat emosi atau meledak-ledak. Sampaikan sanggahan anda secara smart dan komprehensif. Tunjukkan bahwa pendapat dia baik tapi pendapat anda lebih baik. Got it?

5. Jika waktu diskusi sudah hampir habis, ingatkan pada seluruh peserta. Kalau memang pada saat itu masih belum menemukan sebuah solusi bersama yang kongkrit maka ingatkan kembali teman-teman anda untuk mencapai kata sepakat. Arahkan mereka pada sebuah kesimpulan. Tidak harus anda yang menyimpulkan, tapi dengan anda mengingatkan teman-teman untuk membuat kesimpulan sudah menjadi poin plus untuk anda.

6. Be confident, smart, dan meyakinkan. Untuk dapat melakukannya, anda harus berpenampilan sebaik mungkin. Anda juga harus memiliki wawasan yang luas dengan memperbanyak bacaan mengenai perusahaan dan masalah apa yang sedang di hadapi perusahaan saat ini. Dari situ anda juga bisa mulai memikirkan apa kira-kira masalah yang diangkat dalam FGD dan solusi apa yang dapat anda tawarkan sehingga dalam FGD anda terlihat smart dan menyakinkan.

7. Jangan terlalu mudah terbawa arus tapi jangan juga terlalu kaku alias terlalu kukuh pada pendapat dan pendirian anda. Jika anda di debat usahakan jangan langsung mengiyakan. Kalau begitu caranya anda akan dicap oleh pengawas sebagai orang yang kurang teguh pendirian dan mudah terbawa arus. Upayakan sebaik mungkin agar pendapat anda juga diterima oleh forum. Tapi jika setelah 2 atau 3 kali anda menjelaskan pada forum ternyata pendapat anda tidak mereka terima maka hargailah pendapat yang diterima oleh forum. Jangan sampai ketika akhir diskusi anda menyatakan bahwa pendapat anda yang paling benar sementara mayoritas peserta diskusi tidak sependapat dengan anda.

8. Berdoa. Hehe. Jangan sampai ketinggalan soal yang satu ini. Kadang kita terlalu pede, merasa bisa, merasa sudah ngerti banget tips tips di atas, tapi lupa banyakin doa. Yakinlah bahwa segala sesuatunya Allah SWT yang akan menentukan. Termasuk lolos tidaknya kita dalam tahap FGD. Jadi usaha iya, doa juga jangan lupa ya.

Yups. Mungkin inilah artikel singkat mengenai tips dan trik lolos tes FGD.  Saya mohon maaf jika artikel ini masih kurang komprehensif dalam mengulas bagaimana cara kita untuk mudah lolos pada tes FGD. Namun saya berharap artikel ini dapat membantu teman-teman yang masih buta mengenai FGD, ataupun sering mengalami kegagalan dalam tes FGD.
Share: