Sunday, July 09, 2017

Study Abroad



Hal pertama yang dibutuhkan untuk kuliah ke LN itu keinginan yang kuat. Keinginan yang kuat bakal memandu kita untuk nemuin jalan yang inginkan, kaya the law of attraction nya the secret itu.
Siap dengan segala resiko akan pilihan kita untuk kuliah di LN karena kuliah ke LN itu kan bukan cuma sekedar bisa foto-foto di LN tapi lebih dari itu. Ada resiko yang mengikuti saat kita memilih untuk kuliah ke LN, misalnya ninggalin keluarga di Indonesia atau hidup mandiri di negeri orang. Belum lagi metode belajar yang mungkin beda dengan di Indonesia yang bikin kita harus belajar ekstra dibanding saat kuliah di Indonesia disamping harus menjalani penyesuaian supaya g kena culture shock. Jadi harus bener-bener dipertimbangkan apakah kita siap dengan pilihan kita untuk kuliah di LN.
Next pikirkan pembiayaannya, apakah mau pake biaya sendiri atau cari sponsor beasiswa. Klo pake biaya sendiri udah g masalah lah ya, tinggal daftar ke universitas aja πŸ˜‰ Klo kemampuan finansial masih kurang, mulai cari sponsor beasiswa. Tentukan apakah perlu beasiswa yang partial atau full, karena ada beberapa beasiswa yang hanya mengcover biaya kuliah saja tanpa biaya hidup ini termasuk yang disebut beasiswa partial atau atau beasiswa yang mengcover hampir seluruh kebutuhan kuliah si mahasiwa misalny uang kuliah, biaya hidup, tiket PP ini yang disebut full scholarship jadi si mahasiswa tinggal mikir belajar aja. So penting banget untuk yang mau apply beasiswa untuk lihat biaya apa saja yang dicover oleh pihak sponsor supaya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial kita.
Selain dari sisi pembiayaan, ada perbedaan beasiswa dari sisi pengurusannya. Ada beasiswa yang ditujukan kepada orang-orang yang udah bener-bener siap kuliah dari sisi akademis dan segala macem atau saya bilangnya beasiswa buat yang udah matang πŸ˜ƒ maksudnya beasiswa ini diberikan kepada orang-orang yang udah lulus di universitas dan memenuhi persyaratan untuk daftar beasiswa. Jadi sistemnya cari universitas dulu baru daftar beasiswanya atau ada batas waktu sudah harus melaporkan surat penerimaan universitas di sponsor setelah lolos beasiswanya, nah daftar universitasnya jadi urusan kita sendiri ga dibantu oleh pihak sponsor. Mereka hanya nyiapin pembiayaan aja, sponsor beasiswa yang nerapin sistem begini tuh misalnya Chevening dan StuNed. Satu lagi beasiswa buat pelamar yang memenuhi kriteria sponsor dan dibantu dipersiapkan untuk bisa diterima di universitas. Biasanya yang penting lulus beasiswa dulu terus dikasih kursus bahasa untuk yang TOEFL atau IELTS nya masih kurang dan kemudian dibantu untuk pendaftaran ke universitasnya. Yang sistem begini enak banget karena kita bener-bener dipandu dan dibantu untuk daftar  ke universitasnya, sponsor beasiswa yang nerapin sistem begini misalnya AAS, NZAS dan Usaid. Klo LPDP sendiri lebih mirip sistem yang pertama, cuma untuk program afirmasi diberikan bantuan kursus bahasa.
Klo udah tau jenis-jenis beasiswa yang ada terus gimana nentuin jurusan dan program studi yang mau diambil? Jadi kenali dulu minat kita, mudah-mudahan klo program studi yang kita ambil sesuai interest kita jadi lebih mudah ngjalaninnya. Klo udah tau minat kita bisa mulai searching di google, misal menggunakan kata kunci “best university for demography master degree” kan keluar tuh daftar kampus-kampus hasil search kita nah bisa deh cek di web universitasnya untuk info lebih lanjut. Cara lainnya pake website-website yang menampilkan profil-profil universitas, salah satu favorit saya hotcourses.co.id. Tinggal masukin kata kunci dan negara yang dituju keluar deh daftar universitas yang nawarin program studi yang kita cari. Bisa juga gunakan studifinder.nl untuk cari opsi program studi dan universitas di belanda atau cricos.education.gov.au untuk cek di australia. Gampang deh pokoknya, yang penting rajin-rajin searching aja. Klo udah dapet list universitas yang nawarin program studi yang kita mau, saya biasany ngecek ke web universitasnya lagi. Cek silabusnya, apakah mata kuliah yang ditawarkan cocok dengan harapan kita karena bisa jadi nama program studi yang sama pada beberapa universitas memberikan pendekatan yang berbeda. Contohnya Master of Public Policy pada universitas A mungkin akan terkonsentrasi pada masalah ekonomi, di universitas B konsen nya di lingkungan, dll. Jadi bener-bener mengenal program studi yang kita pilih itu penting banget. Klo udah melakukan perbandingan begitu biasanya pilihan kita akan mengerucut pada 3-5 universitas aja jadi lebih gampang klo mau fokus daftar kuliahnya. Cek minimal requirementnya dan jadwal pendaftaran jadi bisa prepare untuk daftar ke universitas.
Next adalah memulai. Mulai buat plan dan lakukan persiapan. Ikuti tes TOEFL untuk tau kemampuan bahasa inggris kita, klo masih kurang dari persyaratan beasiswa atau universitas, tingkatkan dengan belajar mandiri atau kursus. Saya pribadi mencari beasiswa yang memberikan kursus bahasa karena memang kemampuan bahasa saya masih sangat kurang πŸ˜… Tahun 2011 untuk pertama kalinya saya mengikuti tes TOEFL tanpa persiapan karena saya ingin mengetahui kemampuan bahasa inggris saya. Hasilnya biasa saja, pada test TOEFL selanjutnya saya melakukan persiapan hasilnya mengalami peningkatan walaupun tidak terlalu signifikan. Selanjutnya saya sudah tau yang kurang dari saya dan berharap kursus nanti bisa memperbaiki kekurangan saya dalam hal bahasa. Persiapkan berkas-berkas untuk mendaftar. Jangan malas, scholarship hunter itu dilarang malas πŸ˜‹ rajin blogwalking ke successful scholarship hunter dan bertanya sama yang sudah duluan lulus. Saya pribadi klo amunisi semangat sedang berkurang biasanya baca cerita-cerita sukses scholarship hunter yang kuliah di LN, lumayan membangkitkan semangat saya lagi dan menyadarkan saya ada yang mengalami hambatan lebih besar tetap semangat dan sukses masa saya yang baru beberapa kali gagal sudah mau nyerah aja.
Yang terakhir untuk mewujudkan mimpi kuliah ke LN jangan lupa banyak berdoa meminta ridho dari Yang Maha Segala-galanya. Jangan lupa minta restu dari orang tua dan pasangan (bagi yang sudah menikah). Pantang menyerah, jika gagal coba lagi, gagal lagi coba lagi, coba terus sampe kegagalan bosan dengan kita πŸ˜Š
Share: