Wednesday, July 12, 2017

Australia Awards Scholarship 2017 Shortlisting Result


Tulisan ini merupakan pengalaman pribadi dalam menembus beasiswa Australia Awards Scholarship. Saat ini saya sedang bekerja di Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional Republik Indonesia, yah saya sangat menikmati bekerja disini dan banyak ilmu dan pengalaman yang didapat tapi pada dasarnya saya dari SMA pengen bisa bekerja di Industry tapi saat itu belum dibuka recruitment calon pegawai yasudah saya di kementerian hehe. Sebetulnya habis lulus kuliah S1 saya binggung mau melanjutkan Master Degree atau Bekerja dahulu, dan ada kesempatan mendapat beasiswa KGSP dari pemerintah Korea Selatan setelah beberapa bulan kuliah di negeri ginseng saya mengundurkan diri alasannya Klik Disini
Hasrat untuk sekolah di Luar Negeri sebetulnya masih sangat besar tapi banyak alasan mengapa saya harus tetap menetap sementara waktu di Indonesia untuk saat ini hehe. Saya suka iseng-iseng mendaftar beasiswa,  Pada bulan Januari 2017, saya telah mendapatkan Unconditional LoA ( Letter of Acceptance ) dari The Australian National University, Auckland University of Technology, University of Adelaide. Karna jadwal nya berbarengan sama Beasiswa StuNed maka saya juga mendaftar beasiswa STUNED tapi dengan negara tujuan Belanda.  Prosesnya Klik Disini
Saya juga dikejar deadline Beasiswa Australia Awards Scholarship (Beasiswa AAS). Saya berniat melamar beasiswa ini karena memanfaatkan LoA hehe. Saya menyiapkan aplikasi ini selama 1 bulan penuh, saya ingin mengerjakannya sendiri tanpa bantuan teman-teman karena saya sedang bekerja di Jakarta. Aplikasi AAS cukup sederhana, ada beberapa pertanyaan mengenai visi dan misi kita ke depan, terutama tujuan kita kuliah dan rencana kita sepulang kuliah. Tentang kontribusi kita sepulang studi dari luar negeri harus kita pikirkan secara matang dari konsep hingga implementasi (pelaksanaan), harus bisa dilaksanakan secara nyata, bukan hanya teori atau di awang-awang.
Saya merasa saya memiliki peluang, karena memenuhi syarat minimal Bahasa Inggris yaitu IELTS 6.5. Dokumen tambahan yang saya sertakan adalah Surat Rekomendasi. Surat Rekomendasi ini adalah surat sakti. Saya mendapatkan surat rekomendasi dari dosen saya, yang kebetulan penerima beasiswa dari AAS dan beliau lulusan UNSW. Dosen tersebut mengenal saya dengan sangat baik dan bersedia menuliskan surat rekomendasi saya secara detail selama saya aktif kuliah di Malang. Selain itu saya juga mendapatkan Surat Rekomendasi dari Menteri Bappenas dimana tempat  saya bekerja di Jakarta. Pada pertengahan bulan June 2017 , akhirnya email yang saya tunggu datang juga. Saya ,mendapatkan email pemberitahuan bahwa saya lulus seleksi berkas dan dijadwalkan mengikuti interview di Surabaya. Saya rasa semua ini Berkat Bunda saya, beliau selalu mendoakan saya semoga setiap yang saya kerjakan lancar. saya yakin dan percaya Restu ibu adalah restu Allah SWT jika kamu memuliakan ibukmu maka Insyaallah kamu akan dimuliakan oleh Allah.  kalau kamu sering gagal minta maaflah kepada orang tuamu barang kali ada salah ucap dan membuat kesalahan itu yang selalu saya terapkan dalam kehidupan sehari hari hehe.
Tuhan pasti akan mendengar doa kita, jadi kita tidak boleh menyerah. Seleksi berkas membutuhkan ketelitian, essay diusahakan sesempurna mungkin dan original, bagi yang belum punya prestasi jangan berkecil hati, masih ada surat rekomendasi, saya mendengar juga bahwa Butet Manurung juga mencoba beasiswa ini lebih dari 1 kali. Sebetulnya saya mendaftar cuman mau mengisi waktu luang menunggu seleksi kerja di salah satu perusahaan BUMN di PT Petrokimia Gresik. Kerja di Industri adalah impianku dari kecil hehe kalau keterima saya akan resign di Kementerian dan Menunda rencana Kuliah lagi hehe . If you want to chat with me, you can contact me via Instagram Mr.wicaak. Selamat berjuang! Oh ya seleksi beasiswa AAS melalui Online sebetulnya tidak ada tips khusus karena tinggal isi form dan melengkapi essay beserta upload documents saja.



Share: