Skip to main content

Transitive and Intransitive Verb

Transitive and Intransitive Verb


Transitive Verb
Transitive Verb adalah suatu bentuk kata kerja (verb) yang memerlukan objek dalam kalimat. Objek diperlukan oleh kata kerja (verb) agar makna dari subjek dan kata kerja tersebut menjadi lengkap. Kata kerja Transitive tidak dapat berdiri sendiri dalam kalimat tanpa adanya kata benda (noun) atau pun kata ganti (pronoun) yang melenngkapinya.
Contoh Kata Kerja Transitive (Transitive Verb)
Kata Kerja Transitive merupakan kata kerja yang aktif, contohnya yaitu:
  • Make (membuat)
  • Need (membutuhkan)
  • Want (menginginkan)
  • Kick (menendang)
  • Throw (membuang/ melempar)
  • Put (meletakkan)
  • Rent (menyewa)
  • Love (mencintai)
  • Learn (mempelajari)
  • Buy (membeli)

Contoh Kalimat menggunakan Transitive Verb
  • My mother needs me to help her buy some clothes for the party at her friend’s house. (Ibu saya memerlukan saya untuk membantunya membeli beberapa pakaian untuk sebuah pesta di rumah temannya)
    • Transitive Verb: needs
    • Objek: me
  • The girl in pink put her little bag on the bench in the park two days ago. (Anak perempuan yang memakai baju pink meletakkan tas kecilnya di atas sebuah kursi di sebuah taman dua hari yang lalu)
    • Transitive Verb: put
    • Objek: her little bag
  • A boy threw the ball at me when I was walking through a basketball field last week. (Seorang anak laki – laki melempar bola ke arah saya dengan tidak sengaja ketika saya sedang berjalan melewati lapangan bola basket minggu yang lalu)
    • Transitive Verb: threw
    • Objek: the ball
  • My families and I eat something delicious together on weekend every month. (Keluarga saya dan saya makan sesuatu yang lezat bersama pada akhir pekan setiap bulan)
    • Transitive Verb: eat
    • Objek: something delicious
  • We rent our car to the students who want to conduct a research in a village for three days. (Kami menyewakan mobil kami kepada para siswa yang ingin mengadakan penelitian di sebuah desa selama tiga hari)
    • Transitive Verb: rent
    • Objek: our car
Intransitive Verb
Intransitive Verb merupaka kata kerja (verb) yang tidak memerlukan kata kerja dan dapat berdiri sendiri sengan subjek dalam sebuah kalimat.

Contoh Kata Kerja Intransitive (Intransitive Verb)
Contoh Intransitive Verb yaitu:
  • Go (pergi)
  • Sit (duduk)
  • Look (melihat)
  • Sleep (tidur)
  • Rise (terbit/ bangkit)
  • Grow (tumbuh)
  • Die (mati)
  • Fall (jatuh)
  • Smile (tersenyum)
  • Cry (menangis)
  • Wait (menunggu)
  • Sneeze (bersin)
  • Come (datang)
  • Work (bekerja)
  • Laugh (tertawa)

Contoh Kalimat menggunakan Intransitive Verb
  • Caleb slept very late last night because of studying hard for the national examination. (Caleb tidur sangat larut kemarin malam karena belajar sangat keras untuk ujian nasional)
  • The maple seed that i planted a week ago now grows up a little by showing one little leaf. (Biji buah maple yang saya tanam satu minggu yang lalu sekarang tumbuh sedikit dengan adanya satu daun kecil)
  • The last leaf on my oak tree falls down which means that the winter is coming closer. (Daun terakhir di pohon oak saya jatuh yang menandakan bahwa musim dingin akan segera tiba)
  • smile from ear to ear when I finish my seminar and I get a good mark. (Saya tersenyum lebar ketika saya menyelesaikan seminar saya dan mendapatkan nilai yang bagus)
  • My friends and I will go to some places in London to spend our summer holiday there. (Teman – teman saya dan saya akan pergi ke beberapa tempat di London untuk menghabiskan liburan musim panas kami di sana)

Perbedaan Transitive dam Intransitive Verb
  • Transitive Verb = memerlukan objek
  • Intransitive Verb = tidak memerlukan objek

Selain itu, terdapat beberapa kata kerja yang dapat dipakai Transitive atau pun Intransitive Verb.
Contoh:
Verb: eat
  • Transitive: I eat an apple a day to get the doctor away. (Saya makan satu apel satu hari agar tidak sakit)
  • Intransitive: She eats in her room since she is angry with her sister so she does not want to see her at the dining table. (Dia makan di kamarnya karena dia sedang marah dengan adiknya jadi dia tidak mau melihat adiknya di meja makan)

Demikianlah penjelasan mengenai Transitive dan Intransitive Verbs beserta contohnya. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan teman – teman semua. Terima kasih.

Comments

Popular posts from this blog

StuNed Scholarships - Study in Holland

Kali ini saya akan berbagi pengalaman mendaftar Beasiswa StuNed {Apa itu StuNed? habis ini saya jelaskan} awal mulanya saat saya melakukan laporan penelitian di Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional beberapa teman lagi ngomongin beasiswa ini, saya tidak tertarik sih awalnya karena lagi onfire di kementerian hehe, tapi karena akan ada pengangkatan eselon dan salah satu syaratnya sudah berpengalaman tentunya, selain itu harus minimal Master atau Doctoral maka saya iseng mencoba mendaftar StuNed {lagian pendaftaranya online dan tidak ada interviewnya jadi tidak menyita banyak waktu tinggal summit berkas "beres" habis itu tinggal tunggu pengumuman intinya pendaftaran hanya melihat berkas dan prestasi/pengalaman pendaftar} pendaftaran dibuka setiap tahun, setiap tanggal 1 April batas pendaftaran dan dibuka mulai 5 February kalau tidak salah. perlu diingat bahwa intake kuliah untuk beasiswa ini Antara bulan agustus sampai november ditahun yang sama dan hanya di kampus N…

Australia Awards Scholarship 2017 Shortlisting Result

Tulisan ini merupakan pengalaman pribadi dalam menembus beasiswa Australia Awards Scholarship. Saat ini saya sedang bekerja di Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional Republik Indonesia, yah saya sangat menikmati bekerja disini dan banyak ilmu dan pengalaman yang didapat tapi pada dasarnya saya dari SMA pengen bisa bekerja di Industry tapi saat itu belum dibuka recruitment calon pegawai yasudah saya di kementerian hehe. Sebetulnya habis lulus kuliah S1 saya binggung mau melanjutkan Master Degree atau Bekerja dahulu, dan ada kesempatan mendapat beasiswa KGSP dari pemerintah Korea Selatan setelah beberapa bulan kuliah di negeri ginseng saya mengundurkan diri alasannya Klik Disini Hasrat untuk sekolah di Luar Negeri sebetulnya masih sangat besar tapi banyak alasan mengapa saya harus tetap menetap sementara waktu di Indonesia untuk saat ini hehe. Saya suka iseng-iseng mendaftar beasiswa,  Pada bulan Januari 2017, saya telah mendapatkan Unconditional LoA ( Letter of Acceptance ) …

Pengalaman mendaftar StuNed 2017

Berbekal informasi dari teman, aku cari-cari lagi lebih mendalam segala informasi tentang S2 di Belanda. Setelah baca dan memilah-milih banyak website, artikel, dan blog banyak orang akhirnya aku melabuhkan pilihan ke Wageningen University and Research (WUR) program Environmental Sciences. Untuk beasiswa S2 ke belanda ada beberapa pilihan, diantaranya Netherlands Fellowship Programmes (NFP) dan Stuned. Tapi kedua beasiswa tersebut mengharuskan si pendaftar untuk mendapat LoA dari salah satu universitas di Belanda.
Selanjutnya. aku segera menyiapkan berkas untuk mendaftar ke WUR di sela-sela mempersiapkan berkas-berkas untuk Swedia. Sebetulnya waktu pendaftaran yang diberikan oleh pihak univ cukup panjang, namun waktu pendaftaran dibatasi bagi pendaftar yang ingin mendaftar beasiswa, terutama beasiswa NFP yang terlebih dahulu harus mendapat semacam invitation dari WUR (setelah mendapatkan LoA) untuk mendaftar beasiswa tersebut. Dokumen yang dibutuhkan memang ternyata gak ribet. Ga butuh…