Saturday, June 03, 2017

IDIOM (Sebuah cerita yang sulit diutarakan dengan kata kata)

Ujian Dari Allah Buat Hambanya | Hari terus berganti hari. Kehidupan manusia juga terus berjalan pantas seiring dengan masa yang pantas berlari. Di celah-celah hari berwarna-warni  yang di jalani dan ditelusuri, tanpa  disedari atau tidak, manusia sebenarnya  telahpun menempuh berbagai ujian dan dugaan duniawi. Ujian-ujian yang diberi oleh Allah itu datang menyapa silih berganti dalam berbagai bentuk dan rupa. Setiap orang diuji olah Allah berbeda-beda mengikut tahap kemampuannya.

“Allah tidak membebani seseorang melainkan apa yang terdaya olehnya, ia mendapat pahala kebajikan yang diusahakannya dan ia juga menanggung dosa kejahatan yang dilakukan nya(Al-Baqarah: 286)

Allah telah menyatakan dengan jelas di dalam Al-Quran bahwa tidak akan sekali-kali menguji hamba-Nya diluar kemampuan hamba-Nya. Allah SWT mengetahui kita kuat dalam menghadapi ujianNya, oleh kerana itu  Allah memberikan  ujian itu ke atas diri kita. Di sini kita dapat lihat betapa sayang dan kasihnya Allah kepada kita sebagai hamba-Nya. 
Saya ingin berbagi cerita tentang kehidupanku, dimana saya dikenal type orang yang introvert yang selama ini tidak pernah berbagi tentang masalah pribadi kesiapapun, kali ini saya mencoba membagi nya, Allah SWT sedang mengujiku melalui bunda ku, iya ibu yang telah melahirkan ku dan merawatku selama ini, Jujur ini cobaan terberat dalam hidup ku, dari kecil sampai sekarang saya tidak pernah merasakan pahitnya kehidupan bak seperti Jalan Tol dimana impianku dan permintaanku selalu dikabulkan sama Allah SWT bahkan dikasih lebih dari yang ku minta, tiba-tiba Allah SWT mengujiku sebegitu dasyat melalui orang yang paling ku cintai didunia ini surga ku ada di kaki nya, siapa dia?, iya bunda ku, beliau terkena penyakit Tumor Payudara type Ganas stadium 2B, sudah masuk kategori menengah dimana stadium 4 puncak dari penyakit kanker tapi masih untung belum bermestatase, sebetulnya beliau sudah merasakan nya akhir 2015, tapi menyembunyikannya dariku takut aku khawatir, sebetulnya waktu itu aku ada firasat beberapa hari itu aku selalu bermimpi bunda ku. Mungkin tidak dimiliki semua orang, saya punya seperti mata batin atau firasat yang sangat kuat contoh nya jika saya kehilangan sesuatu jika gelisah barang tersebut akan hilang dan begitu juga sebaliknya.
Singkat cerita setelah lulus S1 di University of Brawijaya March 2015 saya mendapatkan beasiswa Korean Government Scholarship Programme (KGSP) Beasiswa dari pemerintah Korea fully funded. Saya diterima di Seoul National University atau SNU kampus terbaik 1 di South Korea dan terbaik 2 di Asia setelah University of Tokyo Japan, iya saya sangat bersyukur 

Setelah saya kembali ke Indonesia saya langsung pulang ke Banyuwangi karena di korea saya kepikiran orang tua, iya benar ternyata, orang tua saya berantem ada konflik di keluarga kami, ceritanya di paragraph bawah ya, saya meminta maaf kepada bunda karena tidak bisa melanjutkan Master saya diluar negeri, iya saya sangat dekat sekali dengan Ibuku, apapun yang ku alami selalu kuceritain padahal Ibuku sakit kala itu tapi terlihat tegar dan tidak menampakan ke saya, ada yang aneh di pikiran saya, saya disuruh mendaftarkan diri di kampus Wageningen University recommendation dari Ibuku, iya saya daftar kala itu saya berusaha tidak membantah meskipun cuman "ah" saya ikuti maunya beliau, setelah saya mendapat LoA Unconditional intake September 2016 dari Kampus terbaik 1 didunia dibidang pertanian, pusat research terbaik didunia saya sangat Bangga bisa diterima di WUR, saya mendaftarkan beasiswa Netherlands fellowship Programme (NFP) Alhamdulilah keterima beasiswa langsung dari Pemerintah Belanda (prosesnya nanti saya ceritakan) 



Setelah proses operasi selesai tidak langsung selesai, Ibuku harus menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali bayangkan saja kemoterapi itu sangat sakit, nyeri, mual, karena membunuh semua sel sel baik yang aktif maupun sel kankernya efeknya semua rambut akan rontok (saya tidak tega mengupload foto, melihat Ibuku gundul saja selalu nangis), dirumah bapakku berantem terus sama adek dan main tangan, saya tidak tinggal diam saya melaporkan ke komisi perlindungan perempuan dan anak Dinas Banyuwangi dan kepolisian, jadi keluarga kami dilindungi oleh Pemerintah, ketua Komisi perlindungan perempuan dan anak istri dari bupati Banyuwangi dan beliau datang kerumah,. 
Dari pada masalah ini terus berlanjut dan mengganggu kesehatan Ibuku, akhirnya bercerai dipengadilan agama toh selama ini yang bekerja bunda ku, tapi bapakku menggugat Harta gono gini, oke saya ladeni, berapa yang diminta akan ku usahakan, dengan syarat jangan ganggu kami, dibenak saya kok ada orang seperti ini sudah tidak tanggung jawab tapi sangat kejam. Saya mengkonfirmasi bahwa saya membatalkan mengambil beasiswa NFP, alhamdulilah Allah masih sayang sama kami, saya diterima kerja di Kementerian perencanaan dan Pembangunan Nasional Republic of Indonesia di Jakarta seleksinya sangat ketat ada 8 tahapan cuman diambil 2 orang saja, gajinya buat tambah berobat bunda tapi seminggu atau 2 minggu sekali saya pulang ke Banyuwangi. 
Alhamdulilah Allah SWT sangat sayang sama keluarga kami, meskipun ibu saya sakit ada seorang laki-laki baik, sholeh insyaallah (lama dipondok pesantren, Ustazd, menyayangi kita dengan ikhlas karena Allah, saya bisa merasakan itu) teman Ibuku dan akhirnya jadi ayahku, iya kami memanggilnya dengan sebutan ayah, 2016 ibu saya menikah lagi dengan ayah Ismail, melihat raut wajahnya bunda bersinar sinar saya sangat bahagia, semangat hidupnya seketika naik baik baterai di change kami selalu sholat berjamaah Subhanallah Lantunan ayat ayat Al-Quran sangat merdu dan membuat Air mataku metetes. Kalau nenek masih hidup pasti merestui. 

Puisi buat Bunda

Ibu..
Engkau inspirasiku..
Aku berkelena ke ujung dunia
Bayangmu selalu ada disampingku
Secerca harapan darimu
Ku jadikan pedoman di setiap langkahku
Dalam doamu selalu tersebut namaku
Kau tameng dalam hidupku
Kau penyemangat terbaik dalam hidupku
Kau bagai malaikat tanpa sayap untukku
Engkau segalanya untukku
Aku tanpamu bagai angin tanpa arah
Engkau bagai lautan samudera
Tempat mencurahkan segala kegundahan hati

Ibu...
Terimakasih atas kasih sayangmu
Terimakasih atas perjuanganmu
Terimakasih atas perhatianmu
Terimakasih atas setiap tetesan keringat yang tercurah untuk anakmu
Terimakasih atas pengorbananmu

Ibu..
Maafkan amarahku
Maafkan keegoisanku
Maafkan kenakalanku
Maafkan aku atas airmatamu
Ibu.. engkau cahaya penerang dalam hidupku
Jika orang bertanya padaku siapa pahlawanku? 
Pastilah engkau Ibu jawbanku..

Kami jadi keluarga yang bahagia, saya tidak khawatir lagi ketika kembali kejakarta sudah ada ayah yang merawat tapi tetep saya pulang setiap minggunya, kalau teringat bapakku aku sangat membencinya tega teganya memperlakukan perempuan seperti itu apa tidak membayangkan ibunya gimana kalau dibegitukan, tapi ayahku selalu menasihati ku agar tidak membenci bapakku malah disuruh mendoakan supaya sadar, kami sangat akrab seperti layaknya anak dan ayah, saya berpikir jodoh itu rahasia Allah tidak ada seorangpun yang tahu, dan entah kapan dipertemukan, semoga ayahku ini jodohnya bunda ku diakhirat kelak, Aamiin 

Lyrics Muhasabah Cinta 

Lirik ini menceritakan orang yang di diagnosis terkena penyakit dan betapa indahnya nikmat Sehat 

Wahai pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dari Mu
Kupasrahkan semua pada Mu

Tuhan baru kusadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini ku harapkan cinta Mu

Reff
Kata kata cinta terucap indah
Mengalir berdzikir di kidung do’a ku
Sakit yang kurasa biar
Jadi penawar dosaku

*
Butir butir cinta air mataku
Terlihat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya Illahi Muhasabat cintaku

Tuhan kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku dengan Mu






Saya masih bekerja di BAPPENAS sampai sekarang Alhamdulilah saya masih bisa pulang kampung rutin, Ibuku sebulan sekali harus mengambil obat hormones di Rumah sakit DKT jember selama 5 tahun setelah 5 tahun Insyaallah sudah bersih dari sel sel kanker, saya mendaftar Beasiswa LPDP 2016 melalui Beasiswa Afirmasi Prestasi Magister Luar Negeri intake September  2016 Alhamdulilah keterima. 

(Nanti prosesnya saya akan tulis beserta berkas-berkasnya karena semua berkas and so on ada di Banyuwangi semua,  saya memutuskan mengundurkan diri dari beasiswa yang familiar ini karena masa berlaku beasiswa ini 1 tahun setelah ditetapkan menjadi Awardee dan banyak alasan nanti saya ceritakan, dan saya mencoba mendaftar beasiswa StuNed prosesnya Klik Disini Alhamdulilah keterima Master ditempuh selama satu tahun di University of Twente Netherlands dengan jurusan environmental and energy management karena saya bekerja di kementerian di Deputy Kemaritiman dan Sumber Daya Alam di Devisi Lingkungan Hidup, dan saya tertarik dengan issues Environment, di sisi lain bunda saya masih perlu berobat selama 5 tahun dan sekarang kurang 3 tahun lagi, saya ingin selalu mendampingi beliau, Saya percaya rezeki tidak akan kemana semua sudah tertulis kok, muliakan ibukmu maka Allah SWT akan memuliakanmu Insyaallah. 







Alhamdulilah awal tahun kemaren saya diundang ke korea Fully Funded sebagian Pembicara di Korea University, karena saya banyak menerbitkan penelitian saya ke jurnal internasional dan dilirik banyak professor Luar Negeri sampai banyak menawari saya beasiswa, tapi maaf saya masih mau Fokus sama keluarga ku dulu dan Carrier, banyak perusahaan yang menawari ku juga, insyaallah kalau diperbolehkan resign dari Bappenas saya akan pindah ke PT. PETROKIMIA Groub tapi saya sudah terlanjur mendaftar PT. PETROSIDA Gresik yang mana anak perusahaan Petrokimia jadi saya harus bertanggung jawab dan harus menyelesaikan tahapan seleksi ini baru memberi jawaban ke PT. PETROKIMIA,  jadi saya semakin dekat untuk pulkam karena masih di Kawasan Jawa Timur, tapi semua masih nunggu persetujuan Menteri Bappenas 


Ibuku sekarang sudah bugar, hari ke hari semakin gendud hehe kelihatan bahagia sama ayah, terima kasih ya Allah telah mengirimkan imam keluarga yang mengayomi dan saya banyak belajar dengan beliau tentang ikhlas, sabar dan memaafkan, sungguh setelah hujan lebat turun pelangi yang indah. Kemaren saya sempat shock karena 2 artis Indonesia meninggal dunia karena penyakit kanker karena sudah stadium akhir, bagi teman teman siapa pun jangan takut untuk memeriksakan sejak dini ya biar segera diobati. Semoga cerita ini dapat menginspirasi kita semua. 

Saya akan sering menulis, jangan lupa sering kunjungi blog ku ya teman teman dan tunggu cerita cerita ku Selanjutnya. Tunggu waktu longgar untuk menulis karena banyak tugas di kementerian dan diundang sebagai Pembicara di kampus kampus. 

Saat ini 2017 saya mencoba mendaftar beasiswa LPDP kembali dengan jurusan berbeda, dan insyaallah saya akan kuliah setelah masa berobat bundaku sembuh total, karena kebijakan dulu masa berlaku beasiswa ini hanya 1 tahun terhitung ditetapkan menjadi Awardee jadi saya harus membuat surat pengunduran beasiswa ini karena waktu itu bunda ku sangat butuh saya daripada aku belajar tidak tenang dan takut tidak bisa menjalankan amanah beasiswa, akan tetapi kebijakan  sekarang dihitung dari kita mengikuti PK dan jadwal PK kita bisa menentukan sendiri jadi saya tertarik mendaftarkan kembali. 


Allah telah menyatakan dengan jelas di dalam Al-Quran bahawa Dia tidak akan sekali-kali menguji hambaNya diluar kemampuan hambaNya. Allah SWT mengetahui kita kuat dalam menghadapi ujianNya, oleh kerana itu  Allah memberikan  ujian itu ke atas diri kita. Di sini kita dapat lihat betapa sayang dan kasihnya Allah kepada kita sebagai hambaNya.
Allah menguji seseorang bukan kerana Allah benci kepada kita tetapi percayalah  Allah menguji kita kerana Dia sangat kasih kepada kita. Cuma kita sebagai hambaNya, adakala tidak mampu bertahan dan bersabar dalam menghadapi ujianNya.
Hakikatnya saat ini, saat kita sedang mengecapi bahagia, ada berjuta manusia di luar sana yang sedang dihujani ujian atau dihimpit pelbagai derita. Ada di kalangan  manusia di luar sana yang saat ini sedang diuji dengan kehilangan orang tersayang. Tidak kurang juga ada manusia yang diuji apabila apa yang diingini dan diharapkan tidak terjadi dan diberi.
“ Kenapa aku yang diuji ? “
“ Mengapa aku diuji sebegini ?”
“ Ujian ini sangat berat. Aku tak mampu…”
Mungkin ini adalah antara persoalan dan keluhan yang meniti di bibir atau berlegar di fikiran kita sebagai seorang hamba saat dihimpit dengan secebis ujian. Kadangkala  tanpa sedar dan niat  kita juga  terlanjur marah pada DIA kerana menghujani kita dengan pelbagai ujian.
Tetapi, apabila kita menenangkan diri dan bermuhasabah  kembali, tenyata sebenarnya dengan ujian yang diberi kita adalah hamba yang beruntung . Mengapa saya katakan begitu? Kerana ujian hanyalah diberi oleh Allah kepada hamba-hambanya yang terpilih. Hamba-hambanya yang dikasihi dan disayangiNya. Dan jangan kita lupa bersama ujian itu juga ada pertolongan dari Allah sepertimana yang dinyatakan di dalam Al-Quran:

Adakah patut kamu menyangka bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum sampai kepada kamu (ujian dan cobaan) seperti yang telah berlaku kepada orang-orang yang terdahulu sebelum kamu? mereka telah ditimpa kepapaan (kemusnahan harta benda) dan serangan penyakit, serta digoncangkan (dengan ancaman bahaya musuh), sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman yang ada bersamanya: “Bilakah (datangnya) pertolongan Allah?” Ketahuilah sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat (asalkan kamu bersabar dan berpegang teguh kepada agama Allah). ( Al-Baqarah: 214)
Sebagai manusia biasa, kita pastinya tidak akan mampu menjangka bilang kah ujian itu akan muncul tiba. Walau bagaimanapun, jika kita mengetahuinya, apalah kudrat kita sebagai seorang hamba yang kerdil lagi penuh dosa untuk menolak ujian-ujian yang bakal menyapa  itu.
Jika direnungkan kembali, kita semua pastinya pernah dan akan ditimpa ujian dari yang Maha Esa, tetapi saat ujian itu tiba, mampukah kita menjadi manusia yang bersyukur dengan ujian itu dan memandangnya sebagai hadiah pemberian Allah?
Manusia itu sifatnya pelupa, Ada masanya dalam melayari kehidupan di dunia, kita lalai dan leka pada hakikat yang nyata bahwa kita hanyalah hamba DIA yang Esa. Jadi apakah sebenarnya yang mampu membangkitkan manusia dari kelalaian dan kealpaan ini? UJIAN. Ya, Ujian. Ujian atau pernah yang menjengah dalam kehidupan kita itulah sebenarnya yang mampu mengejutkan kita dari mimpi dunia yang panjang.
Allah Tuhan yang Maha Mengetahui. Mungkin tanpa ujian-ujian dan dugaan yang dikirimkan khas oleh DIA untuk kita, kita masih lagi menjadi seorang hamba yang hanyut dan lemas dalam lautan kelalaian. Apa yang paling utama sebenarnya adalah “ hadiah ” itu dikirimkan oleh Allah bertujuan untuk menilai sejauh mana keimanan kita terhadapNya sepertimana yang dijelaskannya di dalam Al-Quran:

Patutkah manusia menyangka bahawa mereka akan dibiarkan dengan hanya berkata: “Kami beriman”, sedang mereka tidak diuji (dengan sesuatu cubaan)? (Al-Ankabut: 2)

Justru, marilah kita sama-sama bermuhasabah dan menilai kembali segala prasangka buruk yang mungkin pernah bermain di fikiran kita saat kita diuji. Inilah saatnya bagi kita, saya dan anda yang sedang membaca, merubah fikiran kita dan mula memandang ujian-ujian yang telah dan akan kita lalui sebagai sebuah ‘ hadiah’ dari Allah dan bukan lagi satu bebanan. Apabila kita benar-benar menyedari hakikat ini, maka kita akan menjadi seorang hamba yang bersyukur dengan segala ujian yang diberi.

Share:

0 komentar:

Post a Comment

안녕 하세요 감사합니다
Mannaseo pangapseumnida