Skip to main content

FUTURE NO.1? KEVIN/MARCUS RACE TO 2ND SUPERSERIES TITLE OF 2016

Indonesia’s Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon only needed 33 minutes in Sunday’s rematch of the India Open final to edge compatriots Pratama/Suwardi, winning the Australian Open in Sydney, which is already their second Superseries title of the year.
 
Kevin Sanjaya Sukamuljo, Marcus Fernaldi Gideon
Indonesian Kevin Sanjaya Sukamuljo, with his latest-announced VICTOR JETSPEED S 12 racket, captured second Superseries title of the year  in Sydney alongside Marcus Fernaldi Gideon. (Credit: Badmintonphoto)
 
The India Open and Australian Open wins are Kevin/Marcus’s first and second Superseries victory as a team. Marcus has previously lifted the trophy in Paris with Kido.
 
The victory puts the budding Indonesian pair, currently ranked no.12 in the world, the first to notch up two Superseries men's doubles titles in the 2016 season. Out of the six Superseries men’s doubles events already played this year, #TeamVICTOR won four of them, including the Superseries Premier level triumphs by Kim Gi Jung/Kim Sa Rang at Malaysia Open and Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong at Indonesia Open.
 
Next-generation Korean singles players Jeon Hyeok Jin also had a breakthrough week in Sydney, reaching his first career major final but lost in three games to Danish veteran Vittinghus, taking home a silver medal.
 
Jeon Hyeok Jin, Australian Open badminton
Korean men's singles rising star Jeon Hyeok Jin celebrates his 21st birthday on Monday.
 
Kevin Sanjaya Sukamuljo, Marcus Fernaldi Gideon
Marcus Fernaldi Gideon (L) and Kevin Sanjaya Sukamuljo become the first men's doubles team to win two Superseries titles in the 2016 season after a rematch of the 2016 India Open final. (Credit: Badmintonphoto)
 
Kevin Sanjaya Sukamuljo, Marcus Fernaldi Gideon
 
Kevin Sanjaya Sukamuljo, Marcus Fernaldi Gideon
 
Kevin Sanjaya Sukamuljo, Marcus Fernaldi Gideon
 
 
 
( Edit by VICTOR Badminton )

Comments

Popular posts from this blog

StuNed Scholarships - Study in Holland

Kali ini saya akan berbagi pengalaman mendaftar Beasiswa StuNed {Apa itu StuNed? habis ini saya jelaskan} awal mulanya saat saya melakukan laporan penelitian di Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional beberapa teman lagi ngomongin beasiswa ini, saya tidak tertarik sih awalnya karena lagi onfire di kementerian hehe, tapi karena akan ada pengangkatan eselon dan salah satu syaratnya sudah berpengalaman tentunya, selain itu harus minimal Master atau Doctoral maka saya iseng mencoba mendaftar StuNed {lagian pendaftaranya online dan tidak ada interviewnya jadi tidak menyita banyak waktu tinggal summit berkas "beres" habis itu tinggal tunggu pengumuman intinya pendaftaran hanya melihat berkas dan prestasi/pengalaman pendaftar} pendaftaran dibuka setiap tahun, setiap tanggal 1 April batas pendaftaran dan dibuka mulai 5 February kalau tidak salah. perlu diingat bahwa intake kuliah untuk beasiswa ini Antara bulan agustus sampai november ditahun yang sama dan hanya di kampus N…

Australia Awards Scholarship 2017 Shortlisting Result

Tulisan ini merupakan pengalaman pribadi dalam menembus beasiswa Australia Awards Scholarship. Saat ini saya sedang bekerja di Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional Republik Indonesia, yah saya sangat menikmati bekerja disini dan banyak ilmu dan pengalaman yang didapat tapi pada dasarnya saya dari SMA pengen bisa bekerja di Industry tapi saat itu belum dibuka recruitment calon pegawai yasudah saya di kementerian hehe. Sebetulnya habis lulus kuliah S1 saya binggung mau melanjutkan Master Degree atau Bekerja dahulu, dan ada kesempatan mendapat beasiswa KGSP dari pemerintah Korea Selatan setelah beberapa bulan kuliah di negeri ginseng saya mengundurkan diri alasannya Klik Disini Hasrat untuk sekolah di Luar Negeri sebetulnya masih sangat besar tapi banyak alasan mengapa saya harus tetap menetap sementara waktu di Indonesia untuk saat ini hehe. Saya suka iseng-iseng mendaftar beasiswa,  Pada bulan Januari 2017, saya telah mendapatkan Unconditional LoA ( Letter of Acceptance ) …

Pengalaman mendaftar StuNed 2017

Berbekal informasi dari teman, aku cari-cari lagi lebih mendalam segala informasi tentang S2 di Belanda. Setelah baca dan memilah-milih banyak website, artikel, dan blog banyak orang akhirnya aku melabuhkan pilihan ke Wageningen University and Research (WUR) program Environmental Sciences. Untuk beasiswa S2 ke belanda ada beberapa pilihan, diantaranya Netherlands Fellowship Programmes (NFP) dan Stuned. Tapi kedua beasiswa tersebut mengharuskan si pendaftar untuk mendapat LoA dari salah satu universitas di Belanda.
Selanjutnya. aku segera menyiapkan berkas untuk mendaftar ke WUR di sela-sela mempersiapkan berkas-berkas untuk Swedia. Sebetulnya waktu pendaftaran yang diberikan oleh pihak univ cukup panjang, namun waktu pendaftaran dibatasi bagi pendaftar yang ingin mendaftar beasiswa, terutama beasiswa NFP yang terlebih dahulu harus mendapat semacam invitation dari WUR (setelah mendapatkan LoA) untuk mendaftar beasiswa tersebut. Dokumen yang dibutuhkan memang ternyata gak ribet. Ga butuh…