Skip to main content

MAWAPRES, ARE YOU BRAVE ENOUGH?


Ada banyak spekulasi yang beragam diluar sana saat saya berdiskusi atau tidak sengaja mendengar tentang Mahasiswa Beprestasi (Mawapres). Beberapa waktu yang lalu saat saya duduk lesehan menikmati masakan nasi padang sekitar UB, ada beberapa mahasiswa yang duduk bersebelahan dengan saya berkata kurang lebih seperti ini, "Eh, kandane rika meh daptar mawapres yak? lha mbuh nyong jek bingung, kayane angel (Eh, katanya kamu mau daftar mawapres? blom tau, kayaknya susah deh). Ketakutan serupa ternyata juga banyak dialami mahasiswa lain saat saya beberapa kali diundang untuk mengisi workshop atau diskusi mengenai mawapres.

Hal ini sontak mengingatkan saya akan "kegagapan" saya dulu pada saat awal-awal mengikuti mawapres. Saat itu mindset yang ada dalam pikiran saya adalah mawapres hanya untuk kalangan mahasiswa "eksklusif" dengan IPK 4.0, aktif, dan menang lomba sana-sini. Saya merasa saya bukan golongan dari mahasiswa seperti itu dan mungkin belum siap terlibat di kompetisi itu (ditambah lagi, apa iya mahasiswa pertanian seperti saya bisa bersanding dengan mahasiswa kedokteran, HI, hukum, dll?). Apalagi setelah saya cari tahu kandidat dari fakultas lain ternayata ada yang sudah mempersiapkannya bahkan sejak hampir setahun yang lalu dan melakukan pelatihan panjang, yah... it made me feel so small. Beruntung waktu itu saya dekat dengan mbak/mas senior yang terus menyemangati dan memotivasi saya. Sedikit demi sedikit saya mencoba mematahkan ketakutan itu dan memulai langkah berani, resiko kalah atau malu? ah.. itu dipikir nanti saja dan lagian saya juga sudah terbiasa kalah dan sedikit malu hahahaha, setidaknya saya unggul untuk masalah berani bersaing dan berani bekerja ekstra. Seperti kata Andresen dalam puisinyaTake The Leap,

Realize, you have some "skills", it is time to put into practice
Give joy to a face full of tear and sadness, really.
...
Also, two help with all the good things we do in this journey
let go off the luggage from all our past lives, really.
...
Create your own life and not just survive

Ya.. kira-kira itu yang saya lakukan untuk berani menjejakkan kaki sampai sejauh ini, self-motivation (terus memotifasi diri). Hasil memang penting, tapi bukan yang terpenting. Bagi saya, bercumbu dengan proses adalah kenikmatan tersendiri.

***

Jadi, apa pentingnya ikut Mawapres?

Jujur saja, kompetisi ini memang tidak sesederhana kompetisi lain. Dibutuhkan waktu berbulan-bulan dan jenjang seleksi dari jurusan sampai nasional. Penilaianpun dilakukan berdasarkan Karya Tulis Ilmiah, Bahasa Inggris, Kemampuan Unggulan (dibuktikan dengan 10 sertifikat yang diunggulkan), psikologi, dan IPK (tidak dinilai di tingkat nasional). Entah kebetulan atau apa, saya bersyukur dulu saya dari semester awal mengikuti beberapa organisasi dan mewakili beberapa lomba (itung-itung biar sertifikat yang udah didapat nggak nganggur, hehe). Walaupun proses seleksi panjang dan penilaiannya diambil dari banyak aspek, tapi dalam praktiknya nggak berat-berat amat, rasanya persis kalau lagi dapat tugas kuliah, yang penting tidak banyak mengeluh.. cause there's nothing in vain. So, ada beberapa alasan untuk mengikuti kompetisi ini.

1. Measuring Self-Bravery

Alasan paling awal adalah untuk mengukur keberanian diri. Kita, terutama kawan-kawan FP UB, tidak hidup sendirian di dunia ini, melainkan terus bersaing setiap hari, setiap saat. Hanya mereka lah yang berani yang akan mendapatkan konfidensi atau kepercayaan diri yang kuat untuk bersaing. Jangan pernah mengasumsikan bahwa persaingan itu hanya terjadi di kampus dan dalam lingkup akademi saja, namun persaingan dapat terjadi dalam bentuk yang bermacam-macam. Dengan mengikuti mapres, paling tidak kita sudah mempersiapkan mental dan keberanian untuk bersanding dengan para mahasiswa dari universitas-universitas ternama.

2. A Very Big Chance to Explore Your Skill and Knowledge

Seperti alur seleksi yang telah ditetapkan, Mawapres tidak hanya menilai hard-skill saja, tetapi juga soft-skill. Setelah tiga atau empat tahun menimba ilmu di universitas, ini adalah waktu yang paling tepat untuk mengetahui sejauh mana kualitas "produk" kita dan seluas apa pengalaman kita. Produk yang saya maksud adalah pemikiran yang dituangkan dalam bentuk tulisan karya ilmiah, sedangkan pengalaman yang dibuktikan dengan speech (pidato) berbahasa Inggris yang dilakukan secara impromtu (serta merta), Forum Group Discussion, dan pengalaman lain yang terekam dalam sertifikat.

3. Direct Contribution to People and Being Paragon

Mengikuti mawapres secara tidak langsung akan membuka kesempatan bagi kita untuk berkontribusi kepada orang lain dalam bentuk motivasi. Alumni kompetisi mawapres biasanya akan diundang untuk mengisi beberapa acara tentang bagaimana tips untuk berprestasi. Disini sebisa mungkin menjadi contoh yang baik yang mampu menginspirasi banyak orang, walaupun (biasanya saya menyampaikan bahwa) menjadi mapres bukanlah akhir dari kreatifitas, karena selama kita hidup selama itulah kita diwajibkan belajar. Kontribusi lain adalah kontribusi yang ditujukan untuk universitas, tempat dimana kita menimba ilmu, mendapatkan teman-teman yang baik, dan tempat dimana kita mempersiapkan bekal untuk meraih cita-cita. Kalau kita tidak bisa membantu dalam bentuk nyata untuk mengembangkan kampus, paling tidak kita ikut membantu mengharumkan namanya di kancah nasional maupun internasional.

4. Self-Satisfaction and Make Your Parents Smile

Dapat mengikuti Mawapres adalah kepuasan tersendiri, setelah usaha yang keras, maka sebenarnya tidak ada ikhtiar yang sia-sia, pasti ada rasa lega dan puas dalam hati. Namun diatas itu semua, jika sudah berusaha semaksimal mungkin, hal yang paling memuaskan adalah seeing our parents smile and hearing their prayer. Pasti akan ada seuntai senyum dan sepilin doa itu yang akan membuat kita

beberapa waktu yang lalu ketika jam kuliah ilmu penyakit tanaman ada dosen saya memberikan motivasi yang menarik tentang mahasiswa beliau sangat muda sebut saja mas Fery dan pemotivator kayaknya hehe, saya ingat ketika beliau bilang jangan jadi Mahasiswa yang biasa biasa saja jadilah Mahasiswa berbeda sejak itu saya berfikir aku harus lebih berbeda lagi dari sebelumnya. manfaatkan statusmu selagi menjadi Mahasiswa jangan menyesal dikemudian hari kata Pak Aminudin :) 

Dengan keyakinan dan usaha yang keras hingga mengantarkan saya menjadi Mawapres Utama Fakultas Pertanian 2014 dan 5 Besar Mawapres Universitas Brawijaya 2014 serta terbaik di beberapa kategori penilaian. 

Semua itu tidak terlepas dari Izin Allah SWT, Ridho Orang tua, teman teman yang membantu saya, dosen pembimbing yang banyak memberikan masukan serta dosen2 yang selalu memberikan motivasinya.
Berkat teman2 saya bisa mengejar ketertinggalanku dalam kuliah karna sering dispen 
SELAMAT BERKONTRIBUSI DAN BERJUANG DI MAHASISWA BERPRESTASI BERIKUTNYAMAWAPRES, ARE YOU BRAVE ENOUGH?

Comments

Popular posts from this blog

TEST DI PT PETROKIMIA GRESIK

Siapa yang belum tau Petrokimia Gresik? Petrokimia Gresik adalah salah satu perusahaan yang berlokasi di Gresik kota Industri, BUMN dan masa depan terjamin, top. Tapi ya masuknya tentu saja tidak gampang, hehe.

Petrokimia ini buka sekitar bulan November 2015, kita isi biodata kita di web nya dan lengkapin berkasnya, kalo lolos seleksi berkas akan diundang untuk tes Akademik. Saya mengambil lokasi tes di Universitas Brawijaya, Malang tempat saya menimba ilmu selama 3 tahun 4 bulan hehe. Sebetulnya saya ikut cuman menambah pengalaman saja karena saya mendapat beasiswa S2 KGSP di Korea, jadi sambil menunggu berangkat saya ikut mendaftar kerja buat nambah pengalaman, ini rangkaian tahapan seleksinya 




Tes Akademik

Tes akademik ini isinya adalah soal seputar Pertanian, banyak soal tentang biokimia dan fisiologi tanaman, ada beberapa soal teori yang sangat dasar, masih berhubungan dengan pupuk-pupuk dan ada juga hitungan yang kalo disodorin soalnya sekarang juga saya tidak yakin bisa ngerjain. …

TES DI PT. PETROSIDA GRESIK

Hallo kali ini saya ingin berbagi pengalaman mendaftar di PT. Petrosida Gresik yang mana anak perusahaan dari PT. Petrokimia Gresik. Suatu ketika di groub angkatan HPT jurusan selama kuliah S1 di University of Brawijaya, tiba tiba teman ku sekelas ngasih informasi kalau Petrosida lagi recruitment, dia ngasih informasi kalau recruitment dilakukan online banyak upload Surat keterangan sehat, CV atau curriculum vitae, Scan ijazah, scan transcript nilai, Toefl atau kemampuan bahasa inggris minimal 450, Akreditasi kampus minimal A.
Waktu itu aku tidak tertarik karna masih on fire di kementerian dan lagi nyusun conference buat thesis saya di Korea hehe. Kebetulan saya mendapat beasiswa KGSP atau Korean Government Scholarship Programme dari pemerintah Korea, tidak terikat sih kalau sudah lulus kembali ke Indonesia silahkan kalau mau bekerja di Korea di fasilitasi, pengenya sih kerja di Luar negeri karna culture nya enak banget, orangnya profesional dan sangat menghargai waktu. Tapi orang tua …

MENDAFTAR BEASISWA BELANDA

Berbekal informasi dari teman, aku cari-cari lagi lebih mendalam segala informasi tentang S3 di Belanda. Setelah baca dan memilah-milah banyak website, artikel, akhirnya aku melabuhkan pilihan ke Wageningen University and Research (WUR) program Environmental Sciences.

Untuk beasiswa S3 ke belanda ada beberapa pilihan, diantaranya Netherlands Fellowship Programmes (NFP) dan Stuned. Tapi kedua beasiswa tersebut mengharuskan si pendaftar untuk mendapat LoA dari salah satu universitas di Belanda.

Selanjutnya. saya segera menyiapkan berkas untuk mendaftar ke WUR di sela-sela mempersiapkan berkas-berkas untuk Hungaria. Sebetulnya waktu pendaftaran yang diberikan oleh pihak universitas cukup panjang, namun waktu pendaftaran dibatasi bagi pendaftar yang ingin mendaftar beasiswa, terutama beasiswa NFP yang terlebih dahulu harus mendapat semacam invitation dari WUR untuk mendaftar beasiswa tersebut.

Dokumen yang dibutuhkan memang ternyata sedikit ribet. tidak butuh surat rekomendasi maupun proposa…

AUSTRALIA AWARDS SCHOLARSHIP (AAS)

Tulisan ini merupakan pengalaman pribadi dalam menembus beasiswa Australia Awards Scholarship. Saat ini saya sedang bekerja di Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional Republik Indonesia, yah saya sangat menikmati bekerja disini dan banyak ilmu dan pengalaman yang didapat tapi pada dasarnya saya dari SMA pengen bisa bekerja di Industry tapi saat itu belum dibuka recruitment calon pegawai yasudah saya di kementerian hehe. 

Sebetulnya habis lulus kuliah S1 saya binggung mau melanjutkan Master Degree atau Bekerja dahulu, dan ada kesempatan mendapat beasiswa KGSP dari pemerintah Korea Selatan.  Hasrat untuk sekolah di Luar Negeri sebetulnya masih sangat besar tapi banyak alasan mengapa saya harus tetap menetap sementara waktu di Indonesia untuk saat ini hehe.

Saya telah mendapatkan Unconditional LoA (Letter of Acceptance) dari The Australian National University, Auckland University of Technology, University of Adelaide. Karna jadwal nya berbarengan sama Beasiswa StuNed maka saya juga…

StuNed Scholarships - Study in Holland

Kali ini saya akan berbagi pengalaman mendaftar Beasiswa StuNed saat saya melakukan laporan penelitian di Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional beberapa teman lagi ngomongin beasiswa ini, saya tidak tertarik sih awalnya karena lagi onfire di kementerian hehe, tapi karena akan ada pengangkatan eselon dan salah satu syaratnya sudah berpengalaman tentunya,

selain itu harus minimal Master atau Doctoral maka saya iseng mencoba mendaftar StuNed {lagian pendaftaranya online dan tidak ada interviewnya jadi tidak menyita banyak waktu tinggal summit berkas "beres" habis itu tinggal tunggu pengumuman intinya pendaftaran hanya melihat berkas dan prestasi /pengalaman pendaftar} pendaftaran dibuka setiap tahun, setiap tanggal 1 April batas pendaftaran dan dibuka mulai 5 February kalau tidak salah. perlu diingat bahwa intake kuliah untuk beasiswa ini Antara bulan agustus sampai november ditahun yang sama dan hanya di kampus Netherlands atau Belanda saja karena beasiswa ini dari p…

TES PSIKOLOGI BAUM TEST

Tulisan ini di buat untuk membantu teman-teman yang sedang kebingungan ketika akan menghadapi tes psikologi, khususnya tes menggambar pohon (BAUM Test). Jujur, penulis sering ditanyai oleh teman tentang bagaimana seharusnya menggambar pohon ketika tes psikologi? Pohon apa yang sebaiknya di gambar? Apakah ada perbedaan penilaian antara tes menggambar pohon ketika masuk sekolah/ kuliah dengan masuk kerja? Nah. Kali ini penulis mencoba untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut melalu tulisan ini. Silahkan di cermati baik-baik ya....

BAUM Test merupakan alat ukur psikologi. Fungsi dari BAUM Test ini sendiri pada umumnya terdiri dari 2, pertama untuk keperluan industri (seleksi kerja) dan yang kedua klinis, biasanya digunakan untuk mendiagnosa permasalahan psikologi (asesmen psikologi). Di awali oleh Goodenough pada tahun 1926 yang mengembangkan suatu prosedur yang terstandarisasi untuk mengevaluasi inteligensi anak-anak, di awali dengan menggambar seorang manusia (draw a man). Kemudian…

MENGAPA HARUS MAPRES ?

Beberapa waktu belakangan saya mendapat beberapa pertanyaan dan juga diundang ke beberapa sesi atau seminar untuk sharing tentang kompetisi Mapres (Mahasiswa Berprestasi), tentang manajemen waktu, kiat presentasi ilmiah dan hal terkait mapres lainnya. Pada saat yang bersamaan, karena sudah mulai bekerja full-time di kementerian, tidak semua sesi sharing yang bisa saya datangi, terutama pada hari kerja.
Mungkin ada yang pernah menyentil bahwa orang yang ikut Mapres adalah orang yang `ambi` (walau saya sering gagal mengerti kenapa kata ambi atau ambisius sering memiliki konotasi negatif bagi banyak orang Indonesia setidaknya yang saya temui) dan seolah tidak peduli akan lingkungan. Padahal kata Ambisius sendiri (Menurut KBBI) berarti berkeinginan keras untuk mencapai suatu cita-cita atau harapan. Tidak ada elemen kekerasan atau pelanggaran terhadap hak orang lain dalam kata yang disebut ambisius. Klik disini

Karena itulah, tulisan ini saya tulis untuk berbagi pengalaman dan perspektif ten…