Saturday, April 22, 2017

TOEFL And TOEFL

Siapa ingin kuliah ke luar negeri? Wah pasti langsung berebut untuk angkat tangan nih Gooders. Merasakan dinginnya salju di telapak tangan, bertemu rekan mahasiswa dari berbagai belahan dunia, ah siapa yang tak mau. Salah satu syarat mutlak untuk bisa kuliah ke luar negeri adalah lancar berkomunikasi dalam Bahasa Inggris. Tes untuk mengukur kemampuan berbahasa Inggris ini ada berbagai macam, dua di antaranya adalah TOEFL dan IELTS. TOEFL merupakan akronim dari Test of English as a Foreign Languange. Sementara IETS merupakan akronim dari International English Language Testing System (IELTS).   Apa perbedaan keduanya? Adakah di antara Gooders yang sedang bingung memilih akan mengambil tes yang mana? Simak artikel di bawah ini ya.
Tujuan
TOEFL
Tujuan utama dari TOEFL adalah untuk menentukan kemampuan seseorang berbicara, membaca, memahami, dan menulis dengan cukup baik untuk mengikuti perkuliahan yang berbasis bahasa Inggris. Pertanyaan-pertanyaan, bahan bacaan, dan bahan mendengarkan, semua dirancang untuk masuk ke tingkat perguruan tinggi.
IELTS
Sementara, tujuan dari IELTS adalah untuk membuktikan Anda memiliki standar tertentu dalam bahasa Inggris. Program IELTS dirancang untuk mereka yang ingin bekerja atau melanjutkan studi di luar negeri. IELTS ini diakui oleh institusi pendidikan di Inggris, Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Hongkong, Irlandia, Afrika Selatan, dan sejumlah badan profesional lainnya di seluruh dunia.
Struktur
TOEFL
Sistem pendftaran TOEFL, biasanya dapat diambil secara online atau secara langsung di tempat yang telah ditentukan. Bila diambil secara online, pendaftar memiliki waktu empat jam untuk menyelesaikan tes membaca, mendengar, menulis, dan berbicara. Setiap tes memiliki batas waktu sendiri. Tes secara langsung serupa strukturnya dengan tes online, tetapi memiliki lebih banyak pada ujian tes tertulisnya dibandingkan dengan tes berbahasa. Keduanya serupa, hanya formatnya yang berbeda.
Versi internet, TOEFL memiliki skor tertinggi 120 dan terendah 0. Sedangkan versi tercetak (secara langsung) berkisar antara skor 310 dan 677 dengan poin berbeda tiap bagian, tetapi tidak termasuk bagian menulis pada nilai akhir.
IELTS
Pendaftar yang mengambil tes IELTS biasanya diminta untuk melengkapi empat modul (berbicara, menulis, membaca, dan mendengarkan). Setelah itu, para pendaftar akan menerima sebuah berkas atau skor yang ditampilkan pada formulir laporan IELTS. Skor tertinggi bernilai 9, ini berarti orang tersebut benar-benar kompeten di semua bidang.
Tes mendengar dan berbicara sama pada kedua versi tes akademik dan ujian umum, tetapi untuk tes membaca dan menulis tidak. Ujian IELTS memakan waktu 2 jam 45 menit. Tes mendengarkan, membaca, dan menulis harus diselesaikan pada hari yang sama. Sedangkan tes berbicara membutuhkan waktu seminggu, sebelum atau setelah tes tertulis.

Pelajar dengan bahasa yang berbeda
Standar
TOEFL
Untuk mendaftar program sarjana, universitas di dunia umumnya mensyaratkan skor TOEFL iBT 79-80 atau sama dengan skor 550 paper based TOEFL. Sedangkan untuk program pasca sarjana (S2 dan S3), skor yang dibutuhkan mencapai 110-115 atau setara dengan 600-650 skor based paper TOEFL.



IELTS
Sementara itu untuk skor IELTS, dibutuhkan band scale dalam rentang 6.0 – 6.5 untuk program sarjana dan band scale 7.0 – 7.5 bagi peminat program pascasarjana.
Setelah mengetahui perbedaan di antara keduanya, piihan ada di tanganmu. Tentukan tujuanmu mengambil tes Bahasa Inggris. Setelah tahu tujuannya maka periksa apa yang diminta oleh sekolah atau tempat kerjamu itu.


Share: