Saturday, April 22, 2017

Setiap Orang Dilahirkan “ISTIMEWA”

Sering sekali beberapa orang menanyakan kepada saya saat dalam forum diskusi ataupun forum kajian ilmiah.
“Saya takut tidak bisa Mas
“Saya tidak Percaya Diri
“Saya belum siap”
“Saya bukan siapa-siapa”
“Tapi kalau nanti ditertawakan teman-teman bagaimana Mas?”
“Hmm, bisa tidak ya Mas? Padahal saya pengen sekali bisa”


Saya menjadi teringat cerita seorang sahabat saya saat saya kelas 3 SMA di Banyuwangi. Suatu ketika tiba-tiba teman saya menangis saat bercerita tentang ketakutan dan prediksi suramnya masa depan yang akan ia jalani nantinya, terutama berkaitan dengan cita cita besarnya untuk terus dapat menuntut ilmu hingga jenjang perguruan tinggi.
Sebagai seorang sahabat yang berkewajiban untuk saling mengingatkan dan menasehati dalam kebaikan, tentu saya bermaksud menasehati sahabat saya tersebut agar optimis dalam meraih masa depannya, karena setiap orang pastinya telah diberikan kuota tersendiri oleh Allah. Namun, tahukah kawan, tanggapan apa yang saya dapatkan dari kawan saya tersebut?
Dengan menitikkan air mata, beliau menjawab kurang lebihnya sebagai berikut.“Mas, saya dan Mas itu sangat berbeda. Mas berkata demikian, karena mas telah memiliki hal yang dibanggakan, mas punya prestasi dan mas itu pintar. Sedangkan saya?? Saya bukan siapa-siapa. Dianggap apa-apa saja bukan. Bagaimana saya bisa mengejar mimpi-mimpi besar saya itu? Sepertinya tidak mungkin mas”.



Dengan tegas saya menjawab, TIDAK!!! Kita semua diciptakan Allah sama. Semua manusia memiliki keunggulan dan keunikannya masing-masing. Peluang Allah diberikan sama. Yang berbeda adalah pilihan orang tersebut. Apakah orang itu MAU untuk mengoptimalkan kapasitas yang dimiliki untuk menangkap peluang yang ada, ataukah membiarkan peluang itu berlalu begitu saja. Yakinlah, setiap orang memiliki kemauan yang kuat, pastilah Allah akan memberikan jalan. Sebenarn ya kuncinya adalah pada MAU, bukan MAMPU
Setelah percakapan itu, rupanya beliau mencoba belajar menepis ketakutan-ketakutannya untuk maju dan yakin serta percaya bahwa rahmad Allah selalu mengiringi setiap langkah ikhtiar yang dilakukan hambanya dengan kesungguhan. Singkat cerita, tahukah kawan apa yang terjadi kemudian?
Tak lama setelah itu saya mendengar bahwa beliau telah diterima di Fakultas Kedokteran di Universitas Brawijaya, dan akhirnya dipertemukan dengan saya dalam satu naungan beasiswa, ya sebuah rahmat untuk bisa menuntut ilmu yang ia mimpikan sejak dulu. Satu tahun setelah kami bertemu, suatu hari saya meminta tolong beliau untuk mengantar saya ke bandara karena suatu hal. Saat itu pula saya dengan mantap menatap beliau “Mas, bolehlah hari ini mas mengantar saya ke bandara, tetapi yakin dan berdo’alah suatu saat nanti mas yang akan diantar di bandara ini”. Alhamdulillah, mimpi beliau terwujud satu tahun kemudian, bahkan Allah langsung menghadiahkan penerbangan ke Korea untuk pertamakalinya beliau naik pesawat, Subhanallah, Maka nikmat Allah manakah yang kamu dustakan?
Saudaraku,setiap orang telah diciptakan oleh Allah dengan keistimewaan-keistimewaan pada diri Masing-masing. Maka bersyukurlah dengan apa yang ada pada diri kita sekarang.


Yakinlah saudaraku setiap orang memiliki kelebihan sendiri sendiri pada dirinya semua orang yang terlahir didunia sangatlah Istimewa dan kita semua adalah Juaranya taukah saudaraku kenapa kita disebut Juaranya karena kita berhasil mengalahkan Ribuan bahkan jutaan sperma yang akan membuahi ovum, kita mengalahkan saudara saudara kita yang lain berlomba lomba untuk dalam bertumbuh didalam Rahim ibu itu berarti kita sudah jadi JUARA
Share:

0 komentar:

Post a Comment

안녕 하세요 감사합니다
Mannaseo pangapseumnida