Skip to main content

MENULIS KOREPONDENSI E-MAIL KE PROFESSOR


Masih kebingungan soal bagaimana menulis korespondensi e-mail ke Professor di Universitas luar negeri? Tulisan ini akan mencoba membahasnya dengan jelas.
Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya memahami terlebih dahulu kenapa kita perlu korespondensi melalui e-mail dengan Professor di Universitas luar negeri. Bagi yang semangat berburu beasiswa studi ke luar negeri, pastikan paham soal beasiswa yang dikejar dan tingkatan degree yang dicari

Untuk kategori S2, pertama, bila beasiswanya tidak meminta LOA sebagai salah satu persyaratan di depan, korespondensi dengan professor di Universitas luar negeri tidak terlalu perlu dilakukan. Dalam beasiswa jenis ini akan ada tahap tersendiri untuk melamar universitas di negara yang dituju dan pihak beasiswa akan membantu prosesnya. Korespondensi e-mail boleh dilakukan bila sekedar ingin mengenal dan ngobrol dengan professor di kampus yang dituju. 

Kedua, bila beasiswanya meminta LOA sebagai persyaratan yang harus dipenuhi di awal, sebaiknya lakukan korespondensi dengan salah satu Professor di universitas yang dituju. Kenapa? Harapannya nanti ketika kita mengirimkan aplikasi lamaran ke universitas, si Professor bisa menjadi penguat dan memberikan sedikit rekomendasi untuk kita pada komite seleksi mahasiswa baru di jurusan tersebut.
Untuk kategori S3, mau akan melamar beasiswa yang minta LOA atau pun tidak, sebaiknya tetap berkorepondensi dengan Professor di universitas luar. Di jenjang S3, kita harus memastikan kalau ada Professor yang tertarik dengan topik penelitian kita dan bersedia menjadi pembimbing nanti ketika studi. Studi S3 itu jantungnya adalah penelitian, yang membuat studi terus berjalan, sekali ada masalah dengan penelitian, studi bisa terganggu. Jadi, memastikan ada Professor yang ahli di bidang yang akan diteliti serta memastikan persetujuan dia untuk membimbing sangat penting demi kelanacaran studi nanti.

Ketika mempersiapkan berkas, saya mulai buka website berbagai universitas di negara-negara luar, seperti Australia, Kanada, Amerika, dan Inggris. Saya buka informasi tentang program yang ingin dilamar, kemudian membaca profil para professor yang mengajar, pelajari research interest mereka lewat curriculum vitae yang tersedia. Biasanya di CV, lengkap dijelaskan tentang topik penelitian yang diminati si Professor sekaligus artikel-artikel yang sudah ditulisnya. Setelah menemukan Professor yang kira-kira sesuai dengan topik penelitian kita, cari dan baca artikel dan buku yang beliau tulis, ini akan berguna sebagai bahan mengawali pembicaraan saat korespondensi lewat e-mail nanti. Waktu itu saya kirimkan e-mail ke lebih dari lima universitas di negara yang berbeda beserta dengan research proposal yang sudah dibuat, ada yang membalas dan ada yang tidak. Itu biasa. Makanya, kita perlu menebar e-mail sebanyak-banyaknya agar respon yang didapat tidak nihil.

Setelah mendapatkan respon dari Professor dan beliau menunjukkan ketertarikkan pada penelitian kita, minta mereka tuliskan sebuah surat persetujuan untuk menjadi pembimbing kita saat studi di universitas tersebut nanti. Surat ini bisa digunakan untuk salah satu dari dua hal: pertama, kita bisa lampirkan bersama dengan aplikasi lamaran ke universitas untuk mendapatkan LOA, dan kedua, kita bisa lampirkan surat itu dalam aplikasi lamaran beasiswa tertentu sebagai penguat. Contohnya, saya dulu mendapatkan surat persetujuan dari seorang Professor di satu universitas di Australia, lalu saya lampirkan surat itu di aplikasi beasiswa Australia Awards yang saya lamar.
Bagaimana menulis e-mail yang baik?
Menyusun kalimat bahasa Inggris yang baik untuk berkorespondensi dengan Professor di Universitas luar terkadang bisa membuat kepala pusing. Kalimat yang dibuat harus singkat, dapat, dan jelas, sekaligus pastikan tidak ada kesalahan Grammar. Kesan pertama lewat tulisan haruslah sempurna. Bila topik penelitian bagus dan si Professor tertarik, namun dia melihat ada kesulitan dari segi bahasa, apalagi setelah melihat skor TOEFL atau IELTS si calon mahasiswa yang rendah, kemungkinan terbesar kampus akan menerima dengan syarat, umumnya diminta mengikuti kursus bahasa Inggris di kampus sebelum studi di mulai.


Dear Prof XYZ,
Your paper titled, “Market reaction in European Capital Market….” really fascinated me. I found it very inspiring. (you can also talk which part are inspired you or about his other paper) My name is Agung Wicaksono from Indonesia bla bla bla...
I have written a research proposal and I am wondering if you are keen to provide me some feedback on my research proposal. Your feedback and inputs to my research proposal would be very much appreciated. And I also wonder if you are recruiting MSc students in my area of research interest.

Attached are my research proposal and my CV. Looking forward to your reply at your most convenient time.
Contoh e-mail ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan, tapi setidaknya kalimatnya sudah singkat, padat, dan jelas. Saya juga mengadopsi kalimat-kalimat di e-mail ini ketika menyebarkan e-mail ke professor di berbagai kampus di luar. Pastikan kalimat e-mailnya selesai dulu, baru kemudian mulai mencari Professor yang pas, lalu mulai kirimkan e-mail.
Bagaimana mencari kontak Professor?


Buka website universitas yang dituju. Cari bagian Department atau Degree, buka, kemudian cari nama jurusan yang diminati. Setelah menemukan jurusan yang diminati dan dibuka, di halaman tersebut akan tersedia semua penjelasan tentang mata kuliah, sistem belajar, termasuk Faculty Members. Di bagian Faculty Members ini, di website universitas lain namanya bisa berbeda, tersedia informasi tentang semua Professor yang mengajar di jurusan tersebut beserta kontak mereka. Alamat e-mail mereka bisa ditemukan dengan mudah di bagian ini.

Comments

Popular posts from this blog

TEST DI PT PETROKIMIA GRESIK

Siapa yang belum tau Petrokimia Gresik? Petrokimia Gresik adalah salah satu perusahaan yang berlokasi di Gresik kota Industri, BUMN dan masa depan terjamin, top. Tapi ya masuknya tentu saja tidak gampang, hehe.

Petrokimia ini buka sekitar bulan November 2015, kita isi biodata kita di web nya dan lengkapin berkasnya, kalo lolos seleksi berkas akan diundang untuk tes Akademik. Saya mengambil lokasi tes di Universitas Brawijaya, Malang tempat saya menimba ilmu selama 3 tahun 4 bulan hehe. Sebetulnya saya ikut cuman menambah pengalaman saja karena saya mendapat beasiswa S2 KGSP di Korea, jadi sambil menunggu berangkat saya ikut mendaftar kerja buat nambah pengalaman, ini rangkaian tahapan seleksinya 




Tes Akademik

Tes akademik ini isinya adalah soal seputar Pertanian, banyak soal tentang biokimia dan fisiologi tanaman, ada beberapa soal teori yang sangat dasar, masih berhubungan dengan pupuk-pupuk dan ada juga hitungan yang kalo disodorin soalnya sekarang juga saya tidak yakin bisa ngerjain. …

TES DI PT. PETROSIDA GRESIK

Hallo kali ini saya ingin berbagi pengalaman mendaftar di PT. Petrosida Gresik yang mana anak perusahaan dari PT. Petrokimia Gresik. Suatu ketika di groub angkatan HPT jurusan selama kuliah S1 di University of Brawijaya, tiba tiba teman ku sekelas ngasih informasi kalau Petrosida lagi recruitment, dia ngasih informasi kalau recruitment dilakukan online banyak upload Surat keterangan sehat, CV atau curriculum vitae, Scan ijazah, scan transcript nilai, Toefl atau kemampuan bahasa inggris minimal 450, Akreditasi kampus minimal A.
Waktu itu aku tidak tertarik karna masih on fire di kementerian dan lagi nyusun conference buat thesis saya di Korea hehe. Kebetulan saya mendapat beasiswa KGSP atau Korean Government Scholarship Programme dari pemerintah Korea, tidak terikat sih kalau sudah lulus kembali ke Indonesia silahkan kalau mau bekerja di Korea di fasilitasi, pengenya sih kerja di Luar negeri karna culture nya enak banget, orangnya profesional dan sangat menghargai waktu. Tapi orang tua …

MENDAFTAR BEASISWA BELANDA

Berbekal informasi dari teman, aku cari-cari lagi lebih mendalam segala informasi tentang S3 di Belanda. Setelah baca dan memilah-milah banyak website, artikel, akhirnya aku melabuhkan pilihan ke Wageningen University and Research (WUR) program Environmental Sciences.

Untuk beasiswa S3 ke belanda ada beberapa pilihan, diantaranya Netherlands Fellowship Programmes (NFP) dan Stuned. Tapi kedua beasiswa tersebut mengharuskan si pendaftar untuk mendapat LoA dari salah satu universitas di Belanda.

Selanjutnya. saya segera menyiapkan berkas untuk mendaftar ke WUR di sela-sela mempersiapkan berkas-berkas untuk Hungaria. Sebetulnya waktu pendaftaran yang diberikan oleh pihak universitas cukup panjang, namun waktu pendaftaran dibatasi bagi pendaftar yang ingin mendaftar beasiswa, terutama beasiswa NFP yang terlebih dahulu harus mendapat semacam invitation dari WUR untuk mendaftar beasiswa tersebut.

Dokumen yang dibutuhkan memang ternyata sedikit ribet. tidak butuh surat rekomendasi maupun proposa…

AUSTRALIA AWARDS SCHOLARSHIP (AAS)

Tulisan ini merupakan pengalaman pribadi dalam menembus beasiswa Australia Awards Scholarship. Saat ini saya sedang bekerja di Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional Republik Indonesia, yah saya sangat menikmati bekerja disini dan banyak ilmu dan pengalaman yang didapat tapi pada dasarnya saya dari SMA pengen bisa bekerja di Industry tapi saat itu belum dibuka recruitment calon pegawai yasudah saya di kementerian hehe. 

Sebetulnya habis lulus kuliah S1 saya binggung mau melanjutkan Master Degree atau Bekerja dahulu, dan ada kesempatan mendapat beasiswa KGSP dari pemerintah Korea Selatan.  Hasrat untuk sekolah di Luar Negeri sebetulnya masih sangat besar tapi banyak alasan mengapa saya harus tetap menetap sementara waktu di Indonesia untuk saat ini hehe.

Saya telah mendapatkan Unconditional LoA (Letter of Acceptance) dari The Australian National University, Auckland University of Technology, University of Adelaide. Karna jadwal nya berbarengan sama Beasiswa StuNed maka saya juga…

StuNed Scholarships - Study in Holland

Kali ini saya akan berbagi pengalaman mendaftar Beasiswa StuNed saat saya melakukan laporan penelitian di Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional beberapa teman lagi ngomongin beasiswa ini, saya tidak tertarik sih awalnya karena lagi onfire di kementerian hehe, tapi karena akan ada pengangkatan eselon dan salah satu syaratnya sudah berpengalaman tentunya,

selain itu harus minimal Master atau Doctoral maka saya iseng mencoba mendaftar StuNed {lagian pendaftaranya online dan tidak ada interviewnya jadi tidak menyita banyak waktu tinggal summit berkas "beres" habis itu tinggal tunggu pengumuman intinya pendaftaran hanya melihat berkas dan prestasi /pengalaman pendaftar} pendaftaran dibuka setiap tahun, setiap tanggal 1 April batas pendaftaran dan dibuka mulai 5 February kalau tidak salah. perlu diingat bahwa intake kuliah untuk beasiswa ini Antara bulan agustus sampai november ditahun yang sama dan hanya di kampus Netherlands atau Belanda saja karena beasiswa ini dari p…

TES PSIKOLOGI BAUM TEST

Tulisan ini di buat untuk membantu teman-teman yang sedang kebingungan ketika akan menghadapi tes psikologi, khususnya tes menggambar pohon (BAUM Test). Jujur, penulis sering ditanyai oleh teman tentang bagaimana seharusnya menggambar pohon ketika tes psikologi? Pohon apa yang sebaiknya di gambar? Apakah ada perbedaan penilaian antara tes menggambar pohon ketika masuk sekolah/ kuliah dengan masuk kerja? Nah. Kali ini penulis mencoba untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut melalu tulisan ini. Silahkan di cermati baik-baik ya....

BAUM Test merupakan alat ukur psikologi. Fungsi dari BAUM Test ini sendiri pada umumnya terdiri dari 2, pertama untuk keperluan industri (seleksi kerja) dan yang kedua klinis, biasanya digunakan untuk mendiagnosa permasalahan psikologi (asesmen psikologi). Di awali oleh Goodenough pada tahun 1926 yang mengembangkan suatu prosedur yang terstandarisasi untuk mengevaluasi inteligensi anak-anak, di awali dengan menggambar seorang manusia (draw a man). Kemudian…

MENGAPA HARUS MAPRES ?

Beberapa waktu belakangan saya mendapat beberapa pertanyaan dan juga diundang ke beberapa sesi atau seminar untuk sharing tentang kompetisi Mapres (Mahasiswa Berprestasi), tentang manajemen waktu, kiat presentasi ilmiah dan hal terkait mapres lainnya. Pada saat yang bersamaan, karena sudah mulai bekerja full-time di kementerian, tidak semua sesi sharing yang bisa saya datangi, terutama pada hari kerja.
Mungkin ada yang pernah menyentil bahwa orang yang ikut Mapres adalah orang yang `ambi` (walau saya sering gagal mengerti kenapa kata ambi atau ambisius sering memiliki konotasi negatif bagi banyak orang Indonesia setidaknya yang saya temui) dan seolah tidak peduli akan lingkungan. Padahal kata Ambisius sendiri (Menurut KBBI) berarti berkeinginan keras untuk mencapai suatu cita-cita atau harapan. Tidak ada elemen kekerasan atau pelanggaran terhadap hak orang lain dalam kata yang disebut ambisius. Klik disini

Karena itulah, tulisan ini saya tulis untuk berbagi pengalaman dan perspektif ten…