Skip to main content

Beasiswa: Australia Awards Scholarships (AAS)


Australia Awards Scholarships merupakan beasiswa internasional yang bergengsi yang didanai oleh Pemerintah Australia. Beasiswa ini menawarkan kesempatan bagi para calon pemimpin untuk melakukan studi, penelitian dan pengembangan keprofesian di Australia. Australia Awards Scholarships dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, hubungan pendidikan, serta hubungan jangka panjang yang positif antara Australia, negara tetangga dan masyarakat global. Australia Awards mengembangkan potensi kepemimpinan dan mendorong hubungan jangka panjang dengan memberdayakan jaringan global dari individu-individu berbakat melalui pengalaman pendidikan berkualitas di Australia. 
Australia Awards Scholarships di Indonesia telah didukung oleh pemerintah Australia selama lebih dari 60 tahun. Tujuan program Australia Awards di Indonesia adalah untuk meningkatkan pembangunan di Indonesia melalui kontribusi dari profesional yang berkualitas internasional serta hubungan yang kuat dan positif dengan Australia. Australia Awards memberikan kesempatan untuk belajar di tingkat pasca sarjana (Master dan PhD) di universitas pilihan di Australia.

MANFAAT BEASISWA :
Australia Awards Scholarships ditawarkan selama periode minimum yang dibutuhkan oleh peserta untuk menyelesaikan program akademik yang ditentukan oleh institusi pendidikan di Australia, termasuk semua pelatihan persiapan. Secara umum, penerima beasiswa akan mendapatkan:
  • Pelatihan sebelum keberangkatan di Indonesia (PDT);
  • Tiket pesawat pulang pergi ke lokasi PDT di Indonesia;
  • Uang saku selama di Indonesia;
  • Biaya visa, dan biaya pemeriksaan media dan rontgen;
  • Dana penunjang pada saat kedatangan;
  • Biaya kuliah;
  • Bantuan untuk biaya hidup;
  • Pengantar Program Akademik;
  • Asuransi Kesehatan selama periode beasiswa;
  • Dukungan akademis tambahan;
  • Biaya penerbangan reuni (hanya untuk penerima beasiswa yang tidak membawa keluarga ke Australia, dengan masa studi minimal dua tahun); dan
  • Tunjangan kerja lapangan – untuk program riset dan master dimana kerja lapangan merupakan komponen wajib dalam penelitian.
PROGRAM STUDI :
Bidang studi yang diprioritaskan yaitu:
  • Institusi ekonomi dan infrastruktur yang efektif;
  • Pembangunan manusia untuk masyarakat yang produktif dan sehat; dan
  • Masyarakat yang inklusif melalui pemerintahan yang efektif.
  • Informasi lengkap mengenai sektor prioritas dan bidang studi terkait dapat dilihat di: www.australiaawardsindonesia.org
PERSYARATAN :
Pelamar dari Indonesia harus memenuhi kondisi tertentu:
  • Mendaftar untuk bidang studi yang masuk dalam area prioritas pembangunan (lihat “Bidang Studi Prioritas” di atas);
  • Mempunyai IPK minimal 2,9;
  • Untuk pelamar dari Area Fokus Geografis dan kelompok difabel yang mempunyai IPK 2,75 atau lebih dan skor IELTS 5,0 (atau TOEFL dan PTE akademik yang setara);
  • Untuk pelamar program Master – mempunyai kemampuan bahasa Inggris minimal 5,5 untuk IELTS (atau 525 untuk TOEFL berbasis kertas atau 69 untuk TOEFL berbasis internet atau 42 untuk PTE akademik);
  • Untuk pelamar program PhD – mempunyai kemampuan bahasa Inggris minimal 6,0 untuk IELTS (atau 550 untuk TOEFL berbasis kertas atau 79 untuk TOEFL berbasis internet atau 50 untuk PTE akademik);
  • Sudah menerima gelar sarjana, jika mendaftar untuk program Master dan memegang gelar Master apabila mendaftar untuk program PhD;
  • Bagi pelamar program PhD, sudah mendapatkan surat persetujuan dari universitas di Australia untuk bidang studi yang mereka ajukan.
  • Bagi pelamar PhD sebaiknya telah menyelesaikan program Master dengan minimal 25% komponen penelitian.
DOKUMEN PENDUKUNG :
Dokumen yang harus diserahkan:
  • Salinan akta kelahiran atau yang setara;
  • Bukti kewarganegaraan seperti KTP atau halaman informasi pada paspor;
  • Daftar riwayat hidup terbaru;
  • Sertifikat perguruan tinggi resmi (yang disahkan);
  • Transkrip nilai perguruan tinggi resmi (yang disahkan);
  • Hasil tes bahasa Inggris IELTS atau TOEFL atau PTE akademik terbaru (asli) – hasil tes yang diperoleh tahun 2016 atau 2017 dianggap baru;
  • Pelamar beasiswa Master harus melampirkan sertifikat/transkrip DIII jika menggunakan sertifikat/transkrip DIV atau Sarjana Ekstensi;
  • Pelamar beasiswa PhD harus melampirkan sertifikat/transkrip Sarjana;
  • Referensi akademis dari pembimbing Master bagi pelamar program Doktor; dan
  • Pelamar program PhD dan Master yang studinya akan mencakup sekurang-kurangnya lima puluh persen penelitian wajib melengkapi rincian proposal penelitian di formulir aplikasi;

PENDAFTARAN :
Baca Profil Australia Awards di Indonesia dan klik bagian Cara Mendaftar di situs Australia Awards di Indonesia:
Daftar secara online di: https://oasis.dfat.gov.au/
Setelah mendaftar di OASIS, silakan lengkapi Additional Information for Online Application di situs Australia Awards di Indonesia: www.australiaaawardsindonesia.org dan cantumkan nomor registrasi OASIS

DEADLINE :
30 April 2017

PENGUMUMAN :
Semua peserta akan menerima pemberitahuan hasil seleksi pada akhir Agustus 2017.

SUMBER :

Comments

  1. Halo kak...
    Mau bertanya, dimana kita bisa melihat nomor registrasi OASIS? Saya dapat e-mail "Your Application (AAS1916xxx)" apakah ini nomor registrasi OASISnya?
    Saya sudah submit untuk form application yg di situs OASIS. Dan sekarang saya ingin melanjutkan untuk melengkapi Additional Information for Online Application di situs Australia Awards Indonesia, tapi saya bingung dengan OASIS ID nya.
    Mohon Infonya kak. Thanks.

    ReplyDelete

Post a Comment

안녕 하세요 감사합니다
Mannaseo pangapseumnida

Popular posts from this blog

StuNed Scholarships - Study in Holland

Kali ini saya akan berbagi pengalaman mendaftar Beasiswa StuNed {Apa itu StuNed? habis ini saya jelaskan} awal mulanya saat saya melakukan laporan penelitian di Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional beberapa teman lagi ngomongin beasiswa ini, saya tidak tertarik sih awalnya karena lagi onfire di kementerian hehe, tapi karena akan ada pengangkatan eselon dan salah satu syaratnya sudah berpengalaman tentunya, selain itu harus minimal Master atau Doctoral maka saya iseng mencoba mendaftar StuNed {lagian pendaftaranya online dan tidak ada interviewnya jadi tidak menyita banyak waktu tinggal summit berkas "beres" habis itu tinggal tunggu pengumuman intinya pendaftaran hanya melihat berkas dan prestasi/pengalaman pendaftar} pendaftaran dibuka setiap tahun, setiap tanggal 1 April batas pendaftaran dan dibuka mulai 5 February kalau tidak salah. perlu diingat bahwa intake kuliah untuk beasiswa ini Antara bulan agustus sampai november ditahun yang sama dan hanya di kampus N…

Australia Awards Scholarship 2017 Shortlisting Result

Tulisan ini merupakan pengalaman pribadi dalam menembus beasiswa Australia Awards Scholarship. Saat ini saya sedang bekerja di Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional Republik Indonesia, yah saya sangat menikmati bekerja disini dan banyak ilmu dan pengalaman yang didapat tapi pada dasarnya saya dari SMA pengen bisa bekerja di Industry tapi saat itu belum dibuka recruitment calon pegawai yasudah saya di kementerian hehe. Sebetulnya habis lulus kuliah S1 saya binggung mau melanjutkan Master Degree atau Bekerja dahulu, dan ada kesempatan mendapat beasiswa KGSP dari pemerintah Korea Selatan setelah beberapa bulan kuliah di negeri ginseng saya mengundurkan diri alasannya Klik Disini Hasrat untuk sekolah di Luar Negeri sebetulnya masih sangat besar tapi banyak alasan mengapa saya harus tetap menetap sementara waktu di Indonesia untuk saat ini hehe. Saya suka iseng-iseng mendaftar beasiswa,  Pada bulan Januari 2017, saya telah mendapatkan Unconditional LoA ( Letter of Acceptance ) …

Pengalaman mendaftar StuNed 2017

Berbekal informasi dari teman, aku cari-cari lagi lebih mendalam segala informasi tentang S2 di Belanda. Setelah baca dan memilah-milih banyak website, artikel, dan blog banyak orang akhirnya aku melabuhkan pilihan ke Wageningen University and Research (WUR) program Environmental Sciences. Untuk beasiswa S2 ke belanda ada beberapa pilihan, diantaranya Netherlands Fellowship Programmes (NFP) dan Stuned. Tapi kedua beasiswa tersebut mengharuskan si pendaftar untuk mendapat LoA dari salah satu universitas di Belanda.
Selanjutnya. aku segera menyiapkan berkas untuk mendaftar ke WUR di sela-sela mempersiapkan berkas-berkas untuk Swedia. Sebetulnya waktu pendaftaran yang diberikan oleh pihak univ cukup panjang, namun waktu pendaftaran dibatasi bagi pendaftar yang ingin mendaftar beasiswa, terutama beasiswa NFP yang terlebih dahulu harus mendapat semacam invitation dari WUR (setelah mendapatkan LoA) untuk mendaftar beasiswa tersebut. Dokumen yang dibutuhkan memang ternyata gak ribet. Ga butuh…