Monday, November 13, 2017

Recruitment Petrokimia Kayaku

LOWONGAN PEKERJAAN
Perusahaan Agrochemical yang tergabung dalam Group BUMN membutuhkan tenaga muda yang potensial dengan kualifikasi sebagai berikut :
1. S1 TEKNIK INDUSTRI
2. S1 PSIKOLOGI
3. D3 PERTANIAN
4. D3 TEKNIK ELEKTRONIKA
Dengan persyaratan :
1. Nilai IPK diutamakan > 3,00 & menguasai Bahasa Inggris lisan / tulis.
2. Diutamakan dari Universitas/Politeknik dengan Akreditasi A / B.
3. Belum menikah, maksimal umur 27 tahun dan Sehat Jasmani Rohani.
4. Jenis kelamin Laki-laki (No. 1, 3 & 4) dan Perempuan (No. 2).
5. Menguasai Program Ms. Office.
6. Lamaran diterima/masuk paling lambat 23 November 2017.
- Via Pos         :
PT Petrokimia Kayaku
Jl. Jendral A. Yani PO BOX 107, Gresik 61119
(Telp. 031-3981815 / 3981831 ext. 907)
- Via email     :
Judul email : Nama_Jurusan (contoh: Bayu Adi_Pertanian)
Keterangan :
- Keputusan Tim Rekrutmen bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
- Waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan PT Petrokimia Kayaku.
- Rekrutmen ini tidak dipungut biaya apapun.
Gresik, 13 November 2017
TIM REKRUTMEN

PT PETROKIMIA KAYAKU
Share:

Sunday, November 12, 2017

Working Holiday Visa Australia 2017

Working Holiday Visa Australia 2017


Travel Blog Reservasi – Kamu ingin liburan ke Australia? Tak ada salahnya untuk mengajukan visa berlibur dan bekerja (Work Holiday Visa), karena dengan menggunakan visa ini kamu bisa berlibur lebih lama di Australia dan sambil bekerja, namun telah terjadi beberapa perubahan untuk WHV 2017.
Sebelum membahas lebih lanjut persyaratan yang dibutuhkan untuk membuat Working Holiday Visa dan perubahannya, ada baiknya kita “kenalan singkat” terlebih dahulu.
Working Holiday Visa (WHV) terdiri dari dua yaitu WHV (Subclass 462) dan WHV (Subclass 417). Keduanya dibagi berdasarkan negara tempat tinggal. Jadi, jika kamu warga negara Indonesia maka kamu menggunakan Work and Holiday Visa (Subclass 462).
Setelah sudah “kenalan singkat” dengan Working Holiday Visa. Kamu pasti penasaran, bagaimana membuat Working Holiday Visa dan persyaratannya? Yuk! Kita bantu ulas di artikel ini:

Syarat untuk mendapatkan Working Holiday Visa

  1. Telah berusia 18 tahun atau belum berusia 30 tahun pada saat pengajuan permohonan surat rekomendasi.
  2. Memiliki kualifikasi setingkat perguruan tinggi, atau telah menjalani pendidikan di perguruan tinggi setidak-tidaknya 2 (dua) tahun pendidikan.
  3. Belum pernah mengikuti program bekerja dan berlibur sebelumnya.
  4. Memiliki paspor yang berlaku sekurang-kurangnya 12 bulan.
  5. Memiliki tingkat kemahiran berbahasa Inggris sekurang-kurangnya tingkat fungsional.
  6. Tidak disertai oleh anak-anak di bawah umur.
  7. Memiliki sejumlah dana seharga tiket pergi pulang dan untuk membiayai keperluan selama masa awal tinggal di Australia.
  8. Surat Rekomendasi berlaku 1 (satu) bulan sejak tanggal dikeluarkan.
  9. Permohonan Surat Rekomendasi tidak dapat diwakilkan. 

Untuk mendapatkan surat rekomendasi, saat diundang untuk wawancara, kamu perlu melampirkan

  1. Form Identitas (download di sini)
  2. Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  3. Akte Kelahiran
  4. Paspor dengan masa berlaku minimal 12 bulan
  5. Ijazah perguruan tinggi minimal Diploma III, atau Surat Keterangan sebagai mahasiswa aktif setidaknya 2 tahun, dilengkapi Kartu Mahasiswa (KTM) dari perguruan tinggi bersangkutan;
  6. Memiliki sertifikat kemampuan berbahasa Inggris IELTS dengan minimal score 4.5. Pertanyaan umum yang sering ditanyakan adalah apakah sertifikat TOEFL atau TOEIC bisa digunakan? Sayangnya tidak bisa karena harus IELTS.
  7. Surat keterangan / Jaminan Bank atas kepemilikan dana sejumlah AUD $ 5000 (lima ribu Dollar Australia) atau yang setara;
  8. Pas foto terakhir berwarna ukuran 4 x 6 sebanyak 1 lembar, latar belakang putih.
Catatan:
  1. Pada saat wawancara untuk membawa seluruh persyaratan asli dan fotokopi.
  2. Berkas fotokopi dimasukkan dalam map warna biru dengan urutan seperti di atas.
  3. Tidak dipungut biaya selama proses pengeluaran surat rekomendasi
  4. Sertifikat bahasa Inggris dalam bentuk prediction TIDAK DITERIMA.

Syarat Working Holiday Visa terbaru 2017

Berdasarkan data yang dikutip dari australiaplus.com, untuk 1 Januari 2017 akan terjadi perubahan di mana usia para pekerja yang biasa disebut backpacker yang mengajukan visa diperluas hingga 35 tahun. Tak hanya itu biaya untuk membuat visa juga turun menjadi $390 atau sekitar Rp3,9 Juta. (Hanya berlaku untuk WHV 417).

Lalu, jika persyaratannya sudah siap, berikut proses pembuatan Working Holiday Visa

Pertama, kamu memerlukan surat rekomendasi dari imigrasi Indonesia. Untuk mendapatkan surat rekomendasi kamu harus mengikuti persyaratan yang sudah diulas di atas dan mendaftarkan di sini.
Kedua, jika kamu sudah melakukan registrasi, maka tahap selanjutnya cek jadwal wawancara di sini. Cek nama kamu, waktu dan lokasi untuk wawancara, jangan lupa juga membawa persyaratan asli dan fotokopi.
Ketiga, apabila kamu sukses dalam tes wawancara, kamu akan mendapatkan surat rekomendasi. Surat rekomendasi akan dikirim ke alamat email kamu. Surat ini berlaku selama 1 bulan setelah diterima, dan surat inilah yang akan memungkinkanmu untuk mengajukan aplikasi Working Holiday Visa di imigrasi Australia.
Jika kamu tidak lolos dalam tes wawancara, maka kamu bisa mengulangi tes kembali dan masuk dalam waiting list.
Setelah proses di Imigrasi Pusat Indonesia selesai, maka langkah selanjutnya adalah mengirimkan dokumen persyaratan visa ke AVAC. AVAC (Australia Visa Application Centre)yang merupakan pusat pengajuan visa Australia. Selanjutnya AVAC akan meneruskan ke Australian Embassy dan dalam satu minggu berikutnya kamu akan menerima surat rujukan untuk melakukan medical checkup di rumah sakit terpilih yang ditentukan oleh Australian Embassy.  Medical Checkup ini umumnya hanya rontgen saja.
Setelah mendapatkan hasil medical checkup, maka hasil tersebut bisa kamu kirim ke kedutaan dan tunggu waktu sekitar seminggu, maka kamu akan menerima email yang menyatakan kalau paspor kamu sudah bisa digunakan untuk keluar masuk Australia dalam waktu satu tahun.
Share:

Saturday, November 11, 2017

Syngenta is Recruiting!

Syngenta is Recruiting!

Syngenta, a leading global agriculture company, is looking for talents (agriculture graduates) who are passionate in agriculture  and have:
·   Leadership capability;
·   Long-term  perspective;
·   Growth-oriented mind;
·   Interpersonal and communication skills;

to work in a supportive and dynamic team in Bringing Plant Potential to Life as:

·   Agronomist / Junior Agronomist

This role is to provide supports to growers in order to increase their agriculture  production and profitability with Syngenta's technologies of seeds and crop protection.



·   Account Executive / Junior Account Executive

This role is to manage distribution  and provide supports and services to channel partners in order to increase Syngenta's businesses and to make  Syngenta's agriculture technologies are available  to farmers.

Visit our campus recruitment booth :
USU, Medan - 15 Nov 2017
UNILA, Lampung - 23 Nov 2017
UNPAD, Bandung - 4 Dec 2017

Read detail information by joining the Syngenta Talent Community at https://kenexa.avature.net/syngentacareers

Submit your application and resume to careers.id@syngenta.com or devirianty.emerentia@syngenta.com

See the great things we do at https://www.syngenta.com/

In Syngenta we recognize that diversity and inclusion is important to our business. We embrace the unique perspective and capabilities of our employees, which will help us continue to drive innovation and achieve our business goals. Our culture enables us to create an environment of involvement, respect and connection with the communities where we operate - benefitting individual employees and the company.
Share:

Wednesday, November 08, 2017

Beasiswa AFDF Asia Foundation di Asia dan Amerika Serikat 2018


Tahun ini Asia Foundation kembali membuka penawaran beasiswa dalam bentuk fellowship di beberapa negara Asia. Pelamar Indonesia salah satu yang mendapat kesempatan mengikuti program Asia Foundation Development Fellows (AFDF) ini. Bentuk beasiswa yang ditawarkan berupa kegiatan pengembangan skill kepemimpinan serta pembekalan pengetahuan mendalam tentang Asia serta tantangan pembangunannya. Para kandidat terpilih akan menjalani pembelajaran intensif, kursus singkat, konferensi, serta studi tur di negara Asia (Korea Selatan dan Sri Lanka) serta Amerika Serikat.

Pelamar terbuka bagi Anda lulusan S1, S2, maupun S3. Dengan catatan Anda memiliki pengalaman profesional pada bidang-bidang keahlian yang menjadi perhatian Asia Foundation, seperti pemerintahan dan hukum, pembangunan ekonomi, pemberdayaan perempuan, lingkungan, dan kerjasama regional. Pelamar bisa saja dari LSM, pegawai pemerintah, pembuat kebijakan, pengusaha sosial, wartawan, pemerhati lingkungan, akademisi, serta kandidat berbakat dan berdedikasi lainnya pada bidang lain untuk mendaftar.

Beasiswa AFDF Asia Foundation 2018 akan berlangsung di Korea Selatan, Sri Lanka, dan Amerika Serikat. Di Korea, peserta akan mengikuti program pelatihan kepemimpinan yang berlangsung pada 14 – 21 April 2018. Kemudian dilanjutkan dengan workshop yang berlangsung di Sri Lanka pada 21 – 29 April 2018. Selanjutnya peserta akan mengikuti dialog kepemimpinan serta kegiatan pertukaran yang berlangsung di Amerika Serikat pada 16 September – 1 Oktober 2018.

Yang menarik dari kegiatan tersebut adalah semua biaya ditanggung oleh Asia Foundation. Meliputi biaya pelatihan, transportasi lokal dan tiket pesawat pp, penginapan dan makan, biaya visa, serta asuransi kesehatan dan kecelakaan. Selain itu, masing-masing peserta juga akan mendapatkan bantuan dana hingga $5.000 untuk pengembangan profesionalisme mereka. Menarik bukan?

Persyaratan:

1. Memiliki rekam pengalaman dan prestasi terkait dengan bidang keahlian Asia Foundation, yakni pemerintahan dan hukum, pembangunan ekonomi, pemberdayaan perempuan, lingkungan, dan kerjasama regional
2. Pemimpin yang bijaksana, berkomitmen, terhormat dan inspirasional dalam bidang profesional mereka serta di dalam komunitas yang lebih luas
3. Memiliki karakter dan integritas pribadi yang luar biasa
4. Berusia di bawah 40 tahun per 1 Januari 2018
5. Fasih dalam bahasa Inggris (hasil ujian TOEFL tidak diperlukan)
6. Bersedia dan dapat berpartisipasi dalam semua komponen program pada tanggal program yang ditentukan
7. Penduduk tetap atau warganegara dari negara berikut di mana Asia Foundation memiliki program: Afghanistan; Bangladesh; Cambodia; China; India; Indonesia; Japan; Korea; Laos; Malaysia; Mongolia; Myanmar; Nepal; Pakistan; Philippines; Singapore; Sri Lanka; Thailand; Timor-Leste; and, Vietnam.

Dokumen aplikasi:

1. Informasi pribadi
2. Essay
3. CV/resume (maksimal 3 halaman)
4. Copy transkrip akademik
5. Video singkat pengenalan diri (3-4 menit)
6. (2) surat rekomendasi

Informasi pribadi, essay, dan surat rekomendasi dapat dilengkapi langsung secara online di aplikasi online setelah membuat akun. Untuk CV, copy transkrip akademik, dan video pengenalan diri disiapkan sendiri kemudian diunggah ke aplikasi online. Penjelasan lebih teknis tertera di panduan yang bisa diunduh di link pendaftaran di bawah.

Pendaftaran:

Pelamar terlebih dahulu membuat akun di laman pendaftaran Asia Foundation (http://bit.ly/2lF57JZ). Lihat “Apply Now” pada bagian bawah laman tersebut. Kemudian log in untuk melengkapi aplikasi online yang mereka sediakan.

Pengajuan aplikasi beasiswa Asia Foundation 2018 paling lambat 20 November 2017. Hasil seleksi akan diumumkan pada pertengahan Januari 2018.

Kontak:

Asia Foundation Development Fellows Staff:
Davey M. Kim
Senior Program Officer
Tel (direct): 415-743-3389
development.fellows@asiafoundation.org
www.asiafoundation.org
Share:

Sunday, November 05, 2017

Hidup Lebih Baik yang Belum Tentu Disambut Baik

*Hidup Lebih Baik yang Belum Tentu Disambut Baik (Begitulah Shifting Terjadi)...*
oleh Prof. Rhenald Kasali


Mungkin inilah zaman pertemuan dua generasi yang paling membingungkan sepanjang sejarah. Ini bukan soal generasi kertas vs generasi  digital semata. Melainkan soal di mana dunia kita berada, sehingga ekonomi menjadi berubah arah dan banyak yang bangkrut. Ini juga bukan soal kebijakan ekonomi, ini soal teknologi yang mengubah platform hidup, ekonomi dan kehidupan.

Saya menyebutnya shifting, tetapi sebagian besar ekonom “tua” menyebutnya resesi, pelemahan daya beli dan seterusnya. Saya menyebut apa yang dilakukan generasi Nadiem Makarim sebagai inovasi, bahkan disruption. Tetapi manajer-manajer “tua”, bilang mereka “bakar uang.”  Mereka bilang retail online kecil, tapi anak-anak kita bilang “besar”..

Saya bilang mereka punya “business model,” tetapi regulatornya bilang itu sebagai industri predator. Maka regulasinya pun berpihak ke masa lalu.

Hari semakin petang saat satu persatu usaha konvensional berguguran, tetapi saya belum melihat yang tua ikhlas menerima proses shifting ini. Mengakui belum, blame jalan terus, tetapi usaha-usaha lama bakal berguguran terus.

 *Dari Armada laut ke retail dan bank* 

Tiga tahun lalu kita membaca tentang keributan dalam industri jasa angkutan penumpang taksi. Di sini mulai ramai pertempuran antara ojek pangkalan vs. Gojek. Lalu antara pengemudi angkot dengan Gojek. Disusul demo sopir taksi melawan taksi online.

Tahun lalu, korbannya adalah angkutan laut dan hotel. Produsen kapal asal Korea (Hanjin) meminta perlindungan bangkrut. Lalu disusul oleh Maersk dan Hyundai. Setelah itu Rickmers Group (Jerman), Sinopacific Dayang, Wenzhou Shipping dan Zhejiang (China). Jumlah kapal yang dibutuhkan oleh perdagangan dunia sudah berubah menyusul penggunaan telekomunikasi dan aplikasi baru yang serba tracking dan perubahan pola peletakan industri global.

Setelah itu tahun ini kita melihat empat industri: Mainan anak-anak, retail, perbankan dan industri-industri tertentu. Level of competition meningkat, dan pendatang-pendatang tertentu masuk dengan platform baru. Industri mainan anak-anak Indonesia mengeluh penjualannya drop 30%, karena masih mengandalkan mainan berbahan plastik. Jangankan mainan anak-anak seperti itu, boneka Barbie saja pun kena imbas. Bahkan Toy ‘R’ Us di Amerika mengajukan pailit.

Sementara industri mainan anak-anak konvensional kesulitan, industri pembuatan game online di Indonesia berkembang pesat. Diduga omsetnya mencapai USD 10 juta.

Kita juga membaca satu per satu retail di Indonesia menutup outletnya. Terakhir Debenhams dan Lotus. Tapi nanti dulu, itu bukan cuma terjadi di sini. Di USA, tahun ini saja sudah 1430 toko milik Radio Shack yang ditutup, lalu 808 outlet milik toko sepatu Payless, 238 outlet Kmart, 160 toko Crocs (sepatu), 138 outlet JC Penny, 98 Sears, 68 Macy’s, 70 outlet CVS, 154 toko untuk Walmart, 128 outlet Michael Kors dan seterusnya.

Dari Jepang pagi ini saya mendengar Mizuho bank akan mengurangi 19.000 dari 50.000 karyawannya setelah keuntungannya banyak dimakan fintech.  Ini sejalan dengan bank-bank nasional yang mulai melakukan hal serupa, minimal tak lagi membuka cabang baru.

Jadi kalau kita melihat baru beberapa toko besar yang ditutup di sini, dan mulai sepinya belanja di Glodok dan toko grosir Tanah Abang, maka sesungguhnya itu belum seberapa. Ini baru tahap awal. Nanti, saya bisa ceritakan bahwa, brand pun berubah bagi millennials: Branded (luxuries) akan menjadi public brand.

 *Bencana atau peluang* 

Shifting tentu berbeda dengan krisis atau resesi yang lebih banyak dipandang sebagai bencana yang amat memilukan. Shifting dapat diibaratkan Anda tengah bermain balon eo’. Masih ingatkah balon yang terdiri dari dua buah dan berhubungan. Kalau yang satu ditekan, maka anginnya akan pindah ke balon yang besar dan berbunyi eo’, eo’ …

Ya seperti itulah. Angin berpindah, lalu ada yang terkejut karena terjepit dan ruangnya hampa. Manusia-manusianya akan bertingkah polah mirip cerita Who Moved My Cheese. Manusianya bolak-balik kembali ke tempat yang sama dan berteriak-teriak marah: Kembalikan keju saya! Kembalikan! Duh, siapa yang mencurinya? Siapa yang memindahkannya?

Padahal, menurut Ken Blanchard & Johnson yang menulis perumpamaan itu, keju adalah symbol dari apa saja yang membawa kebahagiaan. Ia bisa berupa kue, pekerjaan, kekasih, kekayaan, perusahaan, atau bahkan keterampilan. Dan semuanya tak abadi, bisa pindah atau dipindahkan “ke tempat” lain.

Dan di dalam cerita itu disebutkan ada dua ekor tikus yang selalu bekerja dan mencari “keju” itu ke tempat lain. Anda yang mempunyai “Shio” tikus barangkali punya perilaku yang sama: Tak bisa diam di tempat. Nah, keduanyalah yang menemukannya. Ternyata di tempat lain itu ada keju-keju lain yang sama nikmatnya dan jauh lebih besar.

Mereka menuding resesi atau daya beli itu ibarat “manusia” tadi. Tidak bisa melihat keju yang telah berpindah ke tempat lain. Ia hanya mengais rejeki di tempat yang sama. Resesi atau lemahnya daya beli, kalau balon, maka itu diibaratkan satu balon yang mengempis atau kalau krisis, balonnya pecah.

Dan harap diketahui kita baru saja berada di depan pintu gerbang Disruptions. Saya harap Anda sudah membaca bukunya. Dalam proses disruption itu, teknologi tengah mematikan jarak dan membuat semua perantara (middlemen) kehilangan peran. Akibatnya margin 20-40% yang selama ini dinikmati para penyalur (grosir – retailer) diserahkan kepada digital marketplace (± 5%), seperti Tokopedia, Bukalapak, OLX, dan konsumen. Konsumen pun menikmati harga-harga yang jauh lebih terjangkau.

Ditambah lagi, kini generasi millennials telah menjadi pemain penting dalam konsumsi. Dan tahukah Anda, setidaknya satu dari beberapa anak Anda telah menjadi wirausaha baru. Mereka beriklan di dunia maya seperti di FB dan IG, dan mendapatkan pelanggan di sana, berjualan di sana, dan perbuatannya tidak terpantau regulator bahkan orang tua mereka sekalipun.

Di era ini, para pengusaha lama perlu mendisrupsi diri, membongkar struktur biaya, bukan bersekutu dengan regulator, mengundang kaum muda untuk membantu meremajakan diri, agar siap bertarung dengan cara-cara baru. Biarkan saja kaum tua meratapi hari ini dengan mengatakan daya beli, krisis, atau resesi.

Dunia ini sedang shifting. Orang tua-orang tua muda sedang memangku cyber babies, kaum remaja terlibat cyber romance. Mereka belajar di dunia cyber, dan menjadi pekerja mandiri. Dan masih banyak hal yang akan berpindah, bukan musnah. Ia menciptakan jutaan kesempatan baru yang begitu sulit ditangkap orang-orang lama, atau orang-orang malas yang sudah tinggal di bawah selimut rasa nyaman masa lalu.

 *Ayo nikmati shifting ini.* 
Share:

Sunday, October 15, 2017

LOMBA ESSAY SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS

LOMBA ESSAY SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS

LOMBA ESAI NASIONAL "PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN (SDG)"

Mengangkat Tema: Pembangunan Berkelanjutan (SDG)
Terbuka bagi pemuda/i Se-Nasional
PENDAFTARAN www.bit.ly/REGLENSDG
PEDOMAN LOMBA www.bit.ly/PEDOMANLENSDG
HADIAH
JUARA 1
- Paket Liburan South Korea Periode 15 Februari (include Tiket Pesawat PP, Hotel, Tranportasi, Makan, Guide)
- Medali Emas
- Voucher 100.000 StudBack
- Sertifikat
JUARA 2
- Studitour 3 Negara (Singapura, Thailand dan Malaysia)
- Medali Perak
- Voucher 100.000 StudBack
- Sertifikat
JUARA 3
- Uang Tunai
- Medali Perunggu
- Voucher 100.000 StudBack
- Sertifikat
JUARA HARAPAN 1,2,3
- Medali
- Voucher 100.000 StudBack
- Sertifikat
SEMUA PESERTA
- E-SERTIFIKAT
- E-book "How to Get Sponsor for Joining International Events"
IG : eventhunterindonesia
WA : +6281289064817
Line@ : bit.ly/LINEOAEHI
WEB: eventhunterindonesia.com


Share:

Saturday, October 14, 2017

TRAINING FOR INTERNATIONAL YOUTH FUTURE LEADERS

TRAINING FOR INTERNATIONAL YOUTH FUTURE LEADERS

TRAINING FOR INTERNATIONAL YOUTH FUTURE LEADERS

Amsterdam, the Netherlands,  from 18 – 23 February 2018


ABOUT

Each person has their own strengths and weaknesses. Some people spend all their lives doing jobs based on their weaknesses. At the same time if you determine correctly what your strengths are and try to build your future career based on what you do well then success may await! That is one of the basics of becoming a Future Leader.
We invite Future Leaders to come to this training. It will help them to determine their own strengths, to understand yourself better and to find out what you do the best. The training will allow each person to determine their own competitive advantages – and will also discover how to utilize your strengths.
Each person is unique. Each person has a unique set of qualities. During the training for future leaders we will analyse the personality of each person and try to determine their strengths and weaknesses. If you do a job which requires the use of your weaknesses – most probably you will never be the best in that job. However, knowing what your strengths are you can chose a job based around your strengths. You will be able to plan your future career in accordance with your strengths and not your weaknesses!
The training for Future Leaders will allow you to realize your strong points, enhance them and find the ways to base your career on youth strengths.
The training will take place in Amsterdam (the Netherlands) from 18 – 23 February 2018.
The training is designed for International Youth Future Leaders who want to understand better what they do the best and find the right direction for their future career!

PROGRAM

The training will be conducted by a professional business trainer, holder of MBA degree.
The training is designed using the following methodologies:
Sessions – sessions where the trainer will elaborate on the following topics – if something is our weakness we can never be the best to do the work where we use this weakness. Yes, we can work on it and improve it but if something is your weakness you will never be the best doing that. At the same time if you know what is your strengths and do the job based on it – that is where you will be successful.
Tests – a number of tests and assessment trying to determine various personal and professional skills and qualities. The tests and assessments will allow every person to have a better understanding of own character. After each test the trainer will analyze with the group the outcomes of the test.
Reflection – the participants will have the reflection sessions where they will be asked to share the express themselves and reflect on the previous events.
Group work – group activities where each person will demonstrate own skills of working in the group. Moreover, during the group work participants often will be asked to provide peer assessment to each other.
Feedback – the participants will receive regular feedback from the trainer and from other members of the group. Thanks to this feedback they will be able to see how their behavior looks for people around.
The methodology used during the training will allow each person to understand better his/her own professional and personal qualities. The trainer will provide individual feedback and recommendations to each participant.
The most important objective of the training is to understand own strengths and to discuss how they can be developed and used in a future professional work.
The strengths of each person – his or her competitive advantages – are the tools which will help to a person to become a Future Leader. This training to provide each person the tolls which will help him/het to become a future leader.

PRICE

The program fee is 550 euro and the registration fee is 50 Euro.
The program fee includes:
  • Accommodation (in Amsterdam)
  • The course (including all the cost materials)
  • Meals (breakfast, lunch and coffee-breaks)
The tickets to and from the Netherlands, Visa, travel insurance and extra meals are not included in the price. The participants need to purchase their tickets additionally.

APPLY

Eligibilty:
  1. All nationalities
  2. Must be between 15 – 30 years old
  3. Able to travel to Amsterdam during the traning
  4. Able to afford the program fee and others expenses
  5. Physical healthy
In order to apply for the program – please REGISTER ONLINE
Or send an email to the following address – ayfn.hq@gmail.com
Please indicate the following information in the text of the email:
Subject : “Training for International Youth leaders”
Attachments (mandatory):
  • Curriculum vittae
  • Copy of passport
  • Essay on “The reasons why you would like to join the program and the expectations you have from the program”
Please send a copy of the email to – setiawan.ayfn@gmail.com 
Deadline of registration is 5 December 2017
First come and first serviced basis. Only for 20 participants.

VISA

We provide a visa invitation for the visa to the Netherlands. Please note – visa invitation is not a visa – with the invitation that we will send, you will still need to go to the closest Dutch Consulate and apply for a visa.
Together with the visa invitation you will need to provide other documents – usually those documents include passport, passport size photo, filled application form, insurance, proof of means, proof of work/study and other documents. The list of the documents might slightly differ depending on the country where you apply for a visa. Please check the website of the closest Dutch Consulate to see what is the list of the documents you need to prepare.
In most of cases before applying for a visa you need to make an appointment at the Consulate. Some times you can only make an appointment 1-2 months in advance. We recommend you to contact the Consulate as soon as possible to make an appointment.
The fee for the visa might differ depending on the country where you apply – you might have your visa free of charge or might need to pay for it 35 or 60 euro. Those are the fees in case you apply for a visa directly at the Consulate. If you apply via Visa Center of the Dutch Consulate, Visa Center, Travel agency or another organization – those organizations might charge extra fees for their services.
If you submit all the requested documents on time the chance for the rejection of a visa is very small. In our experience the visas are mostly rejected if an applicant provides false information to the Consulate. This could be the major reason for rejections. We kindly ask you to check the documents before the application and make sure you only provide the correct information to the Consulate and in that case you most probably will receive a visa without any difficulties.
And of course if you have any questions regarding the visa application procedure we would be happy to assist at any stage of your application!

ORGANIZER

This program will be conducted by our partner, namely The Netherlands School for Innovative Education, Group of Utrecht Consulting, Amsterdam, The Netherlands.
Share: