Sunday, February 19, 2012

Kamu berminat melanjutkan studi S-2 ke luar negeri?

Kamu berminat melanjutkan studi S-2 ke luar negeri?
Berikut tips yang bisa kamu lakukan untuk mempercepat proses mendapatkan beasiswa ke luar negeri, tanpa harus menunggu lama. Caranya sebenarnya simpel dan mudah untuk dilakukan. Bahkan tidak sepenuhnya tergantung pada IPK atau skor TOEFL yang tinggi. Kamu hanya perlu konsisten dalam menjalankannya:

1.   Bangun koneksi dengan pelajar Indonesia di luar negeri sejak dini.
Teman-teman pelajar Indonesia di luar negeri memiliki peran yang sangat besar dalam membantumu mendapatkan beasiswa S-2 di luar negeri. Yang jelas, mereka sudah kuliah di sana. Mereka tahu berbagai informasi lokal yang mungkin tidak diketahui oleh pihak lain. Mereka juga bisa memandumu ke berbagai universitas yang menyediakan beasiswa paling cocok untukmu. Bagaimana cara termudah menjalin kontak dengan mahasiswa Indonesia di luar negeri? Kontak saja grup Persatuan Pelajar Indonesia (PPI), baik melalui Facebook, mailing list, ataupun website.
2.   Jalin hubungan dengan dosen yang bisa memberimu surat rekomendasi yang kuat.
Dosen yang memiliki pengalaman menjadi pembicara seminar internasional atau sudah menerbitkan jurnal internasional juga bisa membantumu. Jika mereka bisa memberikan surat rekomendasi yang positif, jalurmu untuk mendapatkan beasiswa S-2 di luar negeri akan makin cepat.
3.   Suka organisasi? Hal ini juga bisa memperbesar peluangmu mendapat beasiswa lho!
Banyak beasiswa S-2 di luar negeri, seperti Fulbright dan Chevening juga menilai keaktifanmu dalam berorganisasi. Oleh karena itu, cobalah untuk terlibat dalam satu-dua organisasi kampus. Pastikan juga kamu bisa mendapatkan sertifikat yang menunjukkan keaktifanmu. Jelas, sertifikat-sertifikat ini juga akan menjadi nilai plus saat melamar beasiswa.
4.   Usahakan untuk mempunyai pengalaman kerja ketika kuliah, walaupun cuma part-time.
Ada beberapa jurusan di luar negeri yang mensyaratkanmu untuk memiliki pengalaman kerja sebelum bisa mendaftar. Contohnya jurusan Manajemen dan Bisnis (MBA). Selain menjadi nilai plus saat melamar beasiswa, pengalaman bekerja juga akan mendewasakanmu. Kamu akan lebih luwes saat menghadapi orang lain dan juga memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan soft skill.
5.   Cobalah untuk melamar dulu ke universitas luar negeri. Setelah diterima, baru cari beasiswa!
Teknik ini sangat ampuh, namun masih sangat jarang dilakukan oleh mahasiswa Indonesia yang ingin mendapatkan beasiswa S-2 ke luar negeri. Kebanyakan dari mereka merasa takut untuk melamar ke universitas luar negeri jika belum ada jaminan finansial yang aman.
Hal ini harus dikoreksi. Faktanya, jika kamu sudah diterima di universitas luar, jalanmu untuk mendapatkan beasiswa akan lebih mudah daripada jika kamu harus melamar dari nol. Kamu bisa mengajukan beasiswa ke pemerintah, ke pihak swasta, ke pemerintah negara universitas tersebut, ke institusi pendidikan, ke profesor universitas, dan masih banyak lagi kemungkinan  lainnya.
Yang harus kamu tahu, ada banyak universitas yang mau menerima mahasiswa Indonesia tanpa berbagai syarat yang ribet. Kamu cukup mengirimkan dokumen, membayar pendaftaran universitas, dan menunggu hasilnya. Tidak perlu tes tertulis, bahkan banyak yang menggratiskan biaya pendaftaran.
Di mana saya bisa menemukan kontak pelajar Indonesia di luar negeri?
Bagaimana mendapatkan surat beasiswa yang akan memperbesar peluang meraih beasiswa hingga ratusan kali lipat?
Bagaimana cara praktis diterima di universitas luar negeri tanpa harus datang ke sana?
Di mana saya bisa mendapatkan beasiswa setelah dinyatakan diterima di universitas luar?

Nah, kalau kamu ingin mengetahui secara lengkap dan mendetail tips-tips seputar kuliah ke luar negeri, semua dijelaskan dalam buku "Jurus Kuliah ke Luar Negeri" (JKLN).
Share:

0 komentar:

Post a Comment

안녕 하세요 감사합니다
Mannaseo pangapseumnida