Sunday, February 19, 2012

Menjadi Mahasiswa Mandiri

Image result for kemandirian
Banyak mahasiswa yang sukses secara akademik namun sukses memiliki Ekonomi Mandiri selama menjadi Mahasiswa. Lalu apa rahasia mereka?

Kembali menilik pada status kita sebagai seorang mahasiswa. Mahasiswa merupakan status strategis yang ‘mahal’ dan mencerminkan intelektualitas yang tinggi. Karenanya, seorang mahasiswa mestinya memiliki konsep kerja yang cerdas agar dapat tetap survive di era global. Banyak sekali alternatif varian kerja yang dapat dipilih oleh seseorang yang berstatus sebagai mahasiswa. Nah, agar tetap tercukupi secara ekonomi namun tetap eksis berprestasi, berikut tips dan triknya:
Bekerja sesuai dengan cita-cita
Semua orang pastinya memiliki cita-cita dan tujuan hidup. Dalam hal ini, semestinya pilihan kerja sampingan disesuaikan dengan cita-cita/ jabatan kita sebagai seorang Mahasiswa.

Mengajar les privat

Mengajar les private menjadi pilihan kerja sampingan yang saat ini cukup booming di kalangan mahasiswa. Betapa tidak? Hanya bermodalkan kehadiran fisik dan waktu sekitar 60-90 menit saja kita dapat memeroleh 35-60 ribu rupiah untuk setiap jam mengajarnya. Selain itu, mengajar les privat memiliki beberapa keuntungan baik materiil maupun non materiil. Keuntungan tersebut diantaranya, secara materiil dengan nilai ekonomi kita bisa dikatakan untung hampir 100%, dengan waktu yang singkat dan energi yang kita keluarkan tidak seberapa. Secara non materiil, mengajar les privat dapat mengasah skill komunikasi, mengingat pelajaran yang telah lalu, menambah relasi dan mengasah otak kita agar tetap belajar pelajaran yang telah lalu.

Mengajar ekstrakurikuler

Setiap sekolah baik negeri maupun swasta hampir semuanya memiliki kegiatan ekstrakurikuler sebagai kegiatan tambahan bagi siswa-siswinya. Bagi mahasiswa, ini menjadi peluang baru untuk dapat bekerja cerdas. Misal, seorang mahasiswa jurusan Elektronika dan Instrumentasi yang aktif di tim Robot kampus lalu mengajar ekstrakurikuler robotika di SMA, seorang mahasiswa jurusan kesehatan yang mengajar ekstrakurikuler PMR di SMP. Selain sebagai bentuk aplikasi pembelajaran yang telah kita peroleh di kampus, kegiatan ini juga dapat mengasah skill kita terutama yang berciat-cita sebagai dosen/ pendidik. Bagaimana biar bisa jadi guru ekstra kurikuler? Ada beberapa alternatif cara memang. Yang pertama dan paling mudah adalah ketika kita punya relasi di sekolah tersebut, sehingga kita bisa langsung mendapatkan info dari relasi kita saat ada lowongan. Yang kedua, untuk yang memiliki sekolah SMA yang jaraknya cukup dekat dengan sekolah, kamu juga bisa menawarkan diri ke guru SMA mu dulu untuk membimbing olimpiade, dll.

Asisten dosen/ Asisten Praktikum/ Asisten Lapangan

Menjadi asisten dosen adalah salah satu alternatif kerja cerdas yang sangat mendukung akademik kita. Selain mendukung kegiatan akademik, menjadi asisten dosen dapat meningkatkan relasi kita di kalangan dosen, meningkatkan eksistensi, serta secara tidak langsung menambak track record baik dalam lembar biodata hidup kita. Selain itu, bagi yang memiliki cita-cita menjadi tenaga kependidikan, sekali lagi ini dapat menjadi batu loncatan untuk semakin mendekatkan kita pada cita-cita tersebut. Manfaat lain yang kita dapatkan adalah, kita menjadi lebih expert dalam mata kuliah/ praktikum tersebut, karena mau-tidak mau kita harus belajar lebih ekstra dibandingkan dengan yang lainnya. Pastinya kita tidak mau kan dibialang asisten yang kurang berilmu? Jadi, bagi anda yang sering muncul penyakit malas belajar, asisten dosen juga dapat menjadi alternatif tantangan agar memicu kita untuk terus belajar.

Peneliti

Banyak dosen yang membuka lowongan sebagai asisten ataupun anggota peneliti. Ini juga dapat menjadi alternatif kerja yang sangat mengasyikkan bagi teman-teman yang hobby meneliti dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Selain kita enjoy menyalurkan hobi kita melalui peran sebagai peneliti, manfaat lain yang bisa kita dapatkan adalah; 1) nama kita akan dituliskan sebagai co-author dalam penelitian sehingga secara tidak langsung kita memiliki penelitian baru; 2) mendapatkan insentif sebagai peneliti, tentunya berbeda rasanya ketika kita mendapatkan gaji hasil jerih payah intelektualitas kita; 3) Mendapatkan eksistensi khusus di hadapan para dosen; 4) Berpeluang untuk ikut lomba lebih banyak.

Bekerja dengan passion, minat dan bakat

Bekerja dengan minat dan bakat akan membuat kita merasa ‘seolah-olah’ tidak bekerja karena kita menikmati proses bekerja yang kita lakukan, atau lebih tepatnya jika kita dikatakan bekerja dengan cinta/ keikhlasan. Contoh bekerja dengan passion, minat dan bakat yang kita miliki ini adalah, misal kita hobi dan memiliki keunggulan dalam public speaking, maka kita dapat mengoptimalkan kemampuan tersebut dengan menjadi MC, moderator, ataupun pengisi training. Bagi teman-teman yang memiliki suara bagus, dapat menjadi penyanyi yang siap diundang dalam acara-acara tertentu, dll.

Untuk memulai optimalisasi bakat ini memang yang pertama di perlukan action nyata untuk menyosialisasikan bakat kita kepada publik. “Promosi” ini dapat dilakukan melalui kegiatan lomba maupun dimulai dari kegiatan berskala kecil, seperti acara ulang tahun, pengajian, dll. Sebagai contoh, saya memiliki keunggulan di public speaking terutama dalam hal MC, maka saat ada tawaran siapa yang mau menjadi MC? Serta merta saya langsung menawarkan diri. Kunci utama dalam hal ini adalah your peak performance on first performance. Ingat, pertama kali penampilanmu akan menjadi kunci untuk kesuksesan selanjutnya.

Bekerja paruh waktu (part time)

Bekerja paruh waktu/ part time biasanya menjadi alternatif bagi mahasiswa yang memiliki cukup banyak waktu luang. Berbeda dengan beberapa tipe bekerja cerdas yang saya uraikan sebelumnya, pendapatan kerja part time dihitung dari jumlah jam yang kamu habiskan untuk bekerja. Kelemahan dari sitem kerja ini adalah:1) Membutuhkan waktu lebih banyak yang tidak seimbang dengan income yang di dapatkan; 2) Kurang fleksibel dalam hal waktu; 3) Membutuhkan energi fisik yang besar, menguras tenaga dan waktu; 4) Tidak mendukung kegiatan akademik sama sekali.

Enterpreuner muda mandiri

Berwirausaha selagi masih berstatus sebagai mahasiswa tidak ada salahnya. Wirausaha dapat dimulai dari hal-hal kecil seperti berjualan buku, bisnis kos-kosan, menjual makanan ringan, bisnis fotocopy, dll. Dalam hal ini yang paling pokok adalah tekat, niat dan nekat karena untuk mengawali wirausaha terkadang memang membutuhkan usaha yang lebih.

Kompetisi

Mengikuti lomba/ kompetisi dapat menjadi salah satu ajang untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas diri. Selain menguji dan meningkatkan kualitas diri, kompetisi juga secara tidak langsung menjadi passive income yang cukup “wow” bagi kantong mahasiswa. Hanya saja, untuk bidang kompetisi memang memerlukan kemauan dan kerja keras pada tahap awal agar karya kita ataupun kita dapat lolos untuk menjadi pemenangnya. Beberapa manfaat kompetisi diantaranya; 1) mengukur kapasitas dan kapabilitas diri; 2) media belajar dan evaluasi diri; 3) Media promosi dan sosialisasi serta membangun relasi; 4) Pasive income bagi yang menang; 5) Meningkatkan eksistensi dan prestasi; 6) Meningkatkan rasa syukur atas karuniaNya;

Image result for kemandirian

Share:

0 komentar:

Post a Comment

안녕 하세요 감사합니다
Mannaseo pangapseumnida