Sunday, February 19, 2012

Dibalik Kegagalan ada Kesuksesan yang Tertunda

Dibalik Kegagalan ada Kesuksesan yang Tertunda

DI BALIK KEGAGALAN ADA KESUKSESAN YANG TERTUNDA

Bukanlah seorang pemenang sejati ketika ia jatuh saat gagal. “If you are never faillure, so you will never growth up”. Sejatinya kegagalan ataupun kemenangan bukanlah akhir dari kesuksesan, tetapi keduanya adalah proses kehidupan yang akan selalu ada dalam ritme kehidupan kita sebagai manusia. Bukankan sebuah konsekwensi logis jika “semakin banyak kita mencoba, maka semakin banyak kita gagal?” Jadi berfikir positiflah terhadap semua kegagalan yang kita alami.

Ada sebuah cerita menarik tentang gagal ini. Teman-teman semua tentu mengenal brownies kan? Cake yang padat dan kaya cokelat. Tahukah teman-teman bagaimana asal muasal brownies bisa ada. Dahulu, ada seseorang yang ingin berwirausaha dengan berdagang roti. Setiap hari ia selalu membuat roti pesanan pelanggannya dan memastikan bahwa rotinya tersebut enak dan layak untuk di jual. Tetapi, tahukah kawan apa yang terjadi? Semua adonan roti yang telah dibuatnya ternyata tidak seperti biasanya. Rupanya ia gagal dalam membuat roti. Betapa sedihnya penjual itu ketika mengetahui seluruh rotinya menjadi bantat dan tidak mengembang. Ia membayangkan kerugian yang akan ia dapatkan karena kegagalannya tersebut. Wajahnya hanya murung meratapi nasib cake nya yang tidak layak untuk di jual.
Namun, beruntunglah pedagang itu karena kemudian ada seseorang yang mencicipi cake ‘gagal’ buatannya tersebut dan mengatakan “wow, it’s very delizious cake..amazing”. Sontak pedagang tersebut bangkit dan tersenyum ceria. Betulkah rotiku enak sekali, pak? Iya, betul bu. Ini roti terlezat yang pernah saya cicipi dan belum ada sebelumnya. Dari situlah si ibu itu membuat roti ‘khas’ penemuan dari kegagalannya tersebut yang kini di sebut sebagai brownies. Hampir semua orang menyukainya, dan bahkan harga brownies jauh lebih mahal daripada cake yang dulu dibuatnya. Jadi, pada intinya terkadang Allah ingin agar kita belajar lebih dan meningkatkan kapasitas diri dari kerikil kegagalan.


Begitupun dengan Thomas Alfa Edison mengalami kegagalan selama 999 kali saat ia mencoba untuk membuat lampu, hingga akhirnya pada percobaannya yang terakhir ia berhasil menciptakan lampu. Betapa kita bayangkan seandainya thomas alfa edison menyerah pada percobaannya yang ke 998 sekalipun, maka bisa jadi sampai sekarang kita tidak pernah menjumpai lampu.
Hmm, betapa manisnya apabila kita selalu berfikir positif terhadap kegagalan yang menimpa kita. Seperti halnya ibu pembuat brownies tersebut. Semestinya kita harus meyakini bahwa di balik kegagalan, pastinya terdapat pelajaran atau hikmah besar yang dapat kita ambil untuk terus melompat lebih tinggi. Bahkan terkadang terdapat bonus-bonus indah di balik setiap kegagalan kita. Bukankah Allah telah berfirman dalam QS. Al-Insyiroh bahwa setelah ada kesulitan minimal akan diganti dengan 2 kemudahan? Jadi, yakinlah bahwa di balik satu kegagalan pasti akan ada episode kemenangan indah yang justru lebih indah dari yang kita bayangkan. Karena Allah lebih tahu apa yang kita butuhkan daripada apa yang kita inginkan.
Allah telah memberikan akal kepada kita untuk belajar dan berfikir. Melalui ayat-ayat qouliyyahNya, Allah memberikan pelajaran melalui ayat-ayat Al-qur’an, dan melalui ayat kauniyyahNya Allah memberikan pelajaran melalui peristiwa-peristiwa alam.
Belajar dari sebuah arang. Semua orang menilai arang hanyalah barang murah yang tak berharga. Dari penampakan luarnya saja, arang bukanlah suatu barang berharga yang patut untuk diperhatikan, apalagi memakainya sebagai aksesoris, bikin baju kotor. Tetapi intan? Semua orang melihat intan sebagai barang yang sangat indah dan berharga, dijuluki sebagai zat paling keras di dunia mengalahkan logam bahkan, dan sangat diperhatikan semua orang bahkan kaum elite.
Banyak orang yang memuji intan, tetapi sangat jarang yang mengingat bahwa intan berasal dari arang. Pun jarang yang memerhatikan proses yang terjadi pada intan. Bukankah arang baru menjadi intan setelah ribuan tahun mendapatkan tekanan yang tinggi, mendapatkan panas bumi dengan suhu tinggi, hingga akhirnya ia berubah menjadi intan? Ya, begitulah manusia. Banyak orang yang hanya mau melihat kesuksesan yang di capai seseorang tanpa mau melihat proses pahit yang ia alami. Padahal, sejatinya proses pahit itulah yang membuatnya menjadi tegar dan dapat menjadi sukses.
Sedih dan merenungi kegagalan itu wajar terjadi pada setiap kegagalan. Bahkan rasulullah sosok yang sempurna pun terlarut dalam kesedihan saat ditinggalkan oleh istri tercintanya Khadijah dan pamannya, Abu Thalib. Tetapi apakah rasulullah kemudian terlarut dalam kesedihannya? Tidak!!!
Allah menghibur rasulullah melaui peristiwa isra’ mi’raj. Namun, apakah kemudian Allah tidak mengujinya? Tentu tidak kawan. Allah memberikan ujian sesuai dengan kapasitas hambaNya. Setelah itu, rasulullah justru mendapatkan amanah baru berupa kewajiban sholat lima waktu. Tentu, ini bukanlah hal mudah. Semua orang mencaci dan menganggap rasulullah gila karena menceritakan peristiwa isra’ mi’raj itu. Tetapi rasulullah selalu berfikir positif bahwa akan ada hikmah lain di balik semua itu. Tahun demi tahun terus berlalu, hingga islam mendapatkan kejayaan. Kemudian apa yang terjadi kawan? Saat ini rasulullah mendapatkan julukan sebagai pelopor perubahan nomor 1 di dunia dalam buku“The one hundred rangking of the most influenting person in history” karya Michael heart. 
Pantas, jika kemudian dalam buku Dahlan Iskan menyebutkan bahwa setiap orang memiliki jatah/ kuota gagal masing-masing dalam hidupnya, maka habiskanlah jatah gagal itu di waktu muda sehingga saat kita tua nanti kita tidak lagi merasakan kegagalan, yang ada hanyalah kebahagiaan dan kesuksesan.
So, jika Allah sedang mengujimu dengan kegagalan, berpikir positiflah bahwa ada pelajaran besar di balik semua itu. Bisa jadi Allah mengingatkan kita agar tidak terlena dalam nikmatnya menang, karena sesungguhnya seorang pemenang sejati adalah ketika ia mampu bangkit dan membangkitkan orang lain dari kegagalan. Jadi, bagi anda yang pernah gagal, bersiaplah untuk bangkit dan menjadi pemenang sesungguhnya J

Share: